Sukses Kendalikan Virus PMK, DKPP Sumenep Mendapat Penghargaan dari Kementan

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Sukses kendalikan penyebaran virus PMK (Penyakit Mulut dan Kuku), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur mendapat penghargaan.

Piagam penghargaan itu diberikan disela-sela rapat kordinasi (rakor) pengendalian LSD dan PMK Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, Selasa (7/3/2023) di Surabaya.

Piagam penghargaan dengan partisipasi vaksinator PMK dalam rangka pencegahan, pengendalian dan penanggulangan itu diterima langsung oleh Kepala DKPP Arif Firmanto dari Direktur Hewan Kementan Dr. drh. Nuryani Zainuddin.

Kepala DKPP Arif Firmanto menjelaskan, piagam penghargaan itu bagian dari ikhtiar yang dilakukan DKPP Sumenep dalam pengendalian, pencegahan dan penanggulangan PMK.

Baca Juga:  Setelah Satu Jam Dilakukan Pemeriksaan di RSUD Sumenep, Wabup Fauzi Dirujuk ke Surabaya

“Alhamdulillah, keras dalam pemberian vaksin mendapatkan apresiasi dari pemprov Jatim,” terang Arif Firmanto.

Arif menambahkan, hewan yang sudah tervaksin di tahun 2022 sebanyak 136.269 ekor. Itu meliputi hewan sapi, kerbau, kambing dan domba yang tersebar di sejumlah kecamatan kota Sumekar ini.

“Alhamdulillah, capaian vaksin untuk hewan di Sumenep cukup maksimal,” jelasnya.

Sehingga, sambung dia, dengan vaksinasi yang dilakukan kekebalan hewan terjaga. Termasuk, pada cuaca ekstrem sekalipun.

“Jadi, setelah divaksin kerentanan terhadap penyakit menjadi niscaya, lantaran tubuh hewan dipastikan sudah muncul kekebalan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Berlanjut, Mutasi ASN Bermasalah di Bondowoso Bakal jadi Materi di LKPJ 2021

Intinya, terang pria dengan penampilan low profile itu, pengendalian penyakit PMK di Sumenep sudah maksimal di tahun 2022. Hal itu dibuktikan dengan capaian vaksin yang cukup meningkat.

“Memang, ada juga yang terjangkit virus itu, namun masih bisa dikendalikan. Yang terjangkit mencapai 6500 ekor,” tuturnya.

Arif juga menjelaskan, untuk virus ini masih ada, dan secara epidemiologis baru akan bebas di tahun 2035.

“Sehingga, segala ikhtiar pengendalian dan pencegahan tetap kita maksimalkan di Sumenep. Semoga aman,” pungkasnya.

Baca Juga:  Sakral, Dua Pusaka Keraton Sumenep dan Keris Leluhur Aeng Tong-Tong Dijamas

 

Leave a Reply