Innalillahi, Bayi Lahir Tanpa Anus di Camplong Sampang Meninggal Dunia Usai Jalani Operasi

- Admin

Rabu, 6 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Bayi perempuan yang terlahir tanpa memiliki Atresia Ani alias tak miliki anus, akhirnya meninggal dunia. Putri pasangan Horin dan Alwidi asal Dusun Bates, Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang itu sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Padahal, pasangan suami istri (pasutri) itu baru saja menikmati kebahagiaan dengan kelahiran anak perempuannya tersebut. Bahkan, kedua orang tuanya itu sudah memberinya nama cantik untuk bayi ini, yakni Siti Romlah.

Baca Juga:  Turun ke Jatim, Panglima TNI dan Kapolri Mengecek Vaksinasi serta Kegiatan PPKM Darurat

Informasi yang dihimpun suarabangsa.co.id, bayi yang berusia sekitar dua minggu tersebut meninggal dunia saat dalam perawatan di NICU RSI Jemur Sari pada Rabu (06/01/2021). Meninggalnya Siti Romlah disebabkan kondisinya yang semakin melemah pasca dilakukan operasi.

Iqbal Fathoni, mantan Ketua DKR yang juga anggota Komisi IV DPRD Sampang mengonfirmasi meninggalnya bayi tanpa anus itu, meski langkah-langkah secara medis telah dilakukan maksimal guna membantu bayi.

“Iya benar, dengan kondisi yang terus melemah akhirnya meninggal dunia, selanjutnya bayi itu dibawa ke rumah duka di untuk dilakukan prosesi penguburan,” kata pria yang kerap disapa Bung Fafan, saat dikonfirmasi via WhatsApp.

Baca Juga:  Demo DPRD Lagi, API Desak Komisi II Sumenep Urusi Kasus Agraria

Menurut Bung Fafan, operasi Siti Romlah sempat terkendala akibat biaya. Namun, akhirnya biaya pengobatan ditanggung oleh Yayasan Cahaya Ummat Pamekasan.

“Kepada yayasan Cahaya Ummat, kami ucapkan banyak terimakasih atas kepeduliannya. Semoga meninggalnya Siti Romlah menjadi syafa’at untuk kedua orang tuanya,” tandasnya.

Berita Terkait

Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349
Semarak Puncak HJB ke-349: Diwarnai Tari Kolosal Mliwis Putih dan Sayembara Balon Berhadiah Kambing
Api Abadi Jangan Padam! Setyo Wahono Patok Target Ekstrem Sebelum Masa Jabatan 2029 Habis

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru

Birokrasi

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:39 WIB