Dua Sungai Meluap, Ratusan Hektar Sawah dan Puluhan Rumah Dikepung Banjir

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Akibat hujan deras yang terjadi pada hari Selasa (17/02) sekira pukul 12:00 WIB siang hingga menjelang petang, mengakibatkan dibeberapa wilayah Kabupaten Sumenep terendam banjir, salah satunya di Kecamatan Lenteng.

Banjir kiriman yang terjadi di desa Sendir Timur Kecamatan Lenteng harus merendam puluhan rumah dan ratusan hektar area persawahan milik warga setempat.

Menurut Kepala Desa Sendir Timur Akhmad Kifli menerangkan, bahwa hujan deras terjadi selama kurang lebih 3 jam, di mulai sejak pukul 12:00 WIB hingga pukul 15:00 WIB, dan dilanjut hujan rintik hingga pukul 20:30 WIB.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Penyelewengan Raskin di Desa Dasuk Laok Bergulir Hingga ke Inspektorat Sumenep

Atas terjadinya hujan deras di wilayah Lenteng mengakibatkan sungai Jepun dan sungai Sokra yang berada di sisi barat dan timur desa Sendir Timur dilanda banjir, dengan rata-rata ketinggian mencapai 20 cm di pemukiman warga.

“Kedua sungai tersebut menyatu di kali C1, maka C1 tidak kuat menahan volume air, maka tanggul pun jebol,” jelas Kades Sendir Timur saat diwawancarai, Selasa (18/02).

Menurut Kapolsek Lenteng Iptu Suhaeri menjelaskan, bahwa terjadinya banjir di desa Sendir Timur akibat banjir kiriman dari Kecamatan Guluk-Guluk, Ganding, dan Lenteng melalui sungai di sisi barat desa Sendir Timur, serta banjir kiriman dari sungai Kebonagung, hingga luapan air sungai tersebut merendam pemukiman warga setempat.

Baca Juga:  Gelar Maulid Nabi, Amos Ajak Masyarakat Meddelan Bersholawat Bersama

“Sekitar 200 hektar sawah warga setempat direndam banjir, dan setidaknya ada 20 rumah warga yang juga ikut tergenang, 3 rumah di dusun Bugem dan 17 rumah di dusun Sendir Timur,” jelasnya.

Peristiwa banjir di desa Sendir Timur tidak hanya terjadi kali ini, melainkan sudah menjadi langganan tiap tahun, bahkan menurut Faizah (21) salah satu warga setempat menjelaskan, bahwa setiap hujan dengan intensitas besar maka terjadi banjir, terutama di area persawahan.

“Semua sawah seperti lautan, penuh air,” tutupnya.

Leave a Reply