Mat Knik, Si Begal Lumajang yang Tertangkap Tiga Kali

- Admin

Jumat, 27 September 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LUMAJANG, SUARABANGSA.co.id – Pelaku begal dan curanmor yang ditangkap Tim Cobra Polres lumajang Polda Jatim, dalam catatan kriminalitasnya, tersangka Muhammad alias Mat Knik (31) ternyata sudah 3 kali tertangkap Polisi.

Menurut catatan kriminalitasnya, pelaku merupakan residivis kejahatan, yaitu ssbagai pelaku penadah barang curian dan dihukum selama 6 bulan, dan sebagai pelaku curanmor dan dihukum selama 20 bulan, pelaku pencurian sapi dan dihukum selama 9 bulan.

Pria bernama Muhammad itu juga pernah mendapat tindakan tegas dari pihak kepolisian di bagian paha sebelah kiri. Namun setelah mendapat tindakan tegas tersebut tidak membuat kapok Mat Knik untuk melakukan aksi kriminalitas.

Baca Juga:  Dewan Pendidikan Silaturahim dengan Bupati Sumenep

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH memperingatkan Mat Knik. Bahka AKBP Arsal juga merasa heran karena Mat Knik sering tertangkap polisi, bahkan sudah pernah terkena tembak juga, namun masih bandel.

“Kalau setelah ini masih bandel dan melakukan tindak kriminalitas lagi, akan saya serahkan kamu kepada Yang Maha Kuasa,” kata Arsal yang merupakan putra asli Makassar ini.

Katim Cobra AKP Hasran Cobra mengatakan, pihaknya akan mendukung sepenuhnya perintah Kapolres Lumajang untuk memberantas begal di Lumajang, Tim Cobra tidak akan lelah dan tidak akan berhenti memburu para pelaku begal.

Baca Juga:  Murka, Kapolres Lumajang Akan Tumpas Habis Begal

“Ini ancaman langsung dari saya untuk para pelaku begal. Jangan enak-enakan kalian menikmati hasil kejahatan, saat Tim Cobra mendatangi kalian maka habislah riwayat kalian,” tegas Hasran.

Berita Terkait

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi
Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI
Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak
Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming
Soal Limbah di Persawahan, Kapolsek Dander Bojonegoro Turun Langsung Turun
Ironi Angka Kemiskinan Bojonegoro: Data Melandai, Tapi 122 Desa Masih Rentan
Petugasnya Dituding Tidak Sopan, DPRD Sampang Ingatkan Puskesmas Camplong Beri Pelayanan Maksimal
Pasien Mengeluh, Oknum Dokter di Puskesmas Camplong Tak Sopan

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 19:47 WIB

Lampu Sorot di Balik Panggung Konser: Menyoal Transparansi Dana Sponsor dan CSR BPR Bank Daerah Bojonegoro

Selasa, 28 April 2026 - 12:11 WIB

Sengketa TKD Desa Belun Temui Jalan Buntu: Camat Temayang Bungkam, Dinas PMD Sebut Tak Bisa Bergerak Tanpa Dokumen

Senin, 27 April 2026 - 17:58 WIB

Wujudkan Asta Cita Melalui Otoda, Pemkab Bojonegoro Raih Prestasi Penyelenggaraan Pemerintahan Terbaik 2025

Minggu, 26 April 2026 - 11:45 WIB

HUT BPR Bojonegoro Ke-30 Menuai Sorotan: Diduga Tabrak Perda KTR dan Regulasi Sponsor Rokok

Sabtu, 25 April 2026 - 20:11 WIB

Aset Desa Berubah Jadi Milik Pribadi Ahli Waris Pemdes Sebelumnya, Program Koperasi Merah Putih Terancam Layu Sebelum Berkembang

Jumat, 24 April 2026 - 19:59 WIB

Moch Mansur: IPSI Bojonegoro Harus Tegak Lurus pada Aturan, Jangan Terpancing Klaim Sepihak

Jumat, 24 April 2026 - 08:15 WIB

KDMP di Desa Belun Bojonegoro terganjal dengan SHGB dan SHM, desa Belun terancam tidak punya KDMP

Jumat, 24 April 2026 - 08:10 WIB

Polemik Konser 3 Dekade BPR Bojonegoro: Antara Isu Anggaran Rp1,1 Miliar, Penjualan Tiket, dan Transparansi Aset Daerah

Berita Terbaru