Polrestabes Surabaya Ungkap Peredaran Nakoba Jaringan Lapas

- Admin

Rabu, 25 September 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, SUARABANGSA.co.id – Polrestabes Surabaya Polda Jatim kembali menangkap enam orang pengguna dan pengedar, yang termasuk jaringan narkoba dalam lembaga pemasyarakatan (lapas).

Kapolrestabes Surabaya didampingi Satnarkoba Kompol Memo Ardian, bersama Kabaghumas AKP Ahkyar mengatakan bahwa pada 28 Agustus anggotanya menangkap seorang pelaku pengguna ataupun pengedar narkotika dengan barang bukti yang tidak begitu banyak.

“Dari penangkapan yang pertama, kami menyita barang bukti sebanyak 11 butir pil ekstasi dan 0,39 gram sabu-sabu,” ujar Sandi.

Namun, dari bukti yang kecil ini, karena dengan keseriusan dengan dedikasi yang tinggi maka bisa berkembang, dan diungkap pada tanggal 11 September ditemukan 20 butir ekstasi dan 4,25 gram sabu-sabu.

Baca Juga:  Truk Tangki Air Seruduk Tractor Head

Pada tanggal 12 September besoknya, dengan ditemukan ada 3 paket narkotika jenis sabu sebesar 2,23 gram serta Rp. 40.000 yang bisa dilihat di sebelah kanannya.

“Pada tanggal 16 September dapat di amankan 1195 butir ekstasi 2663 gram jenis ganja serta 45,75 gram sabu dan 940 butir dengan jumlah tersangka yang diamankan ada Enam orang, yang berbagai tempat di wilayah Surabaya dan sekitarnya ini,” ungkap Sandi.

Sandi menambahkan, sebagai gambaran bahwa di sela-sela dinamika tugas Polrestabes Surabaya tetap eksis dalam rangka memberantas narkotika dan kita tidak akan segan-segan untuk melakukan tindakan tegas, dan tidak akan lelah, untuk mengungkap narkotika ataupun jaringan-jaringan Narkotika yang ada di Surabaya dan sekitarnya.

Baca Juga:  Video Polisi Joget Dangdutan di Tengah Pandemi Viral

“Mudah-mudahan bisa menginspirasi bagi anggota kita yang lainnya untuk mengungkap yang lain, serta menjadikan warning buat para pelaku ataupun jaringan narkoba jangan main-main di Kota Surabaya ini,” pungkas Sandi.

Berita Terkait

Mengendap Lama, Kasus Dugaan Korupsi Logistik KPU Sumenep Belum Ada Perkembangan
Begini Komentar Ketua Komisi C, Terkait Anomali DTSEN dari BPS yang Belum Rampung
Kemenperin Dorong Industri Kayu dan Furnitur Bertransformasi Digital Lewat Indowood Expo 2026
Tak Sekadar Pameran, Indowood Expo 2026 Bidik Penguatan Ekosistem Industri Furnitur
Dalam Sosialisasi UU KUHAP Baru Bagi PPNS, Kapolres Berharap, Penyidik harus Menjalankan Tugas Dengan Profesional
PK PMII INKADHA Pertanyakan Transparansi Pengadaan Lahan Markas Batalyon di Parsanga Sumenep
Menguak Gurita Masalah BPR Bojonegoro, Di Balik Konser Band Ungu dan Akhir Jabatan Direktur Utama
Dua Pengusaha asal Kalitidu Bojonegoro Berkorban Puluhan Sapi

Berita Terkait

Rabu, 24 Desember 2025 - 16:31 WIB

Petugasnya Dituding Tidak Sopan, DPRD Sampang Ingatkan Puskesmas Camplong Beri Pelayanan Maksimal

Selasa, 23 Desember 2025 - 15:50 WIB

Pasien Mengeluh, Oknum Dokter di Puskesmas Camplong Tak Sopan

Selasa, 15 Juli 2025 - 07:49 WIB

Pembebasan Lahan Habiskan Anggaran 16,5 M, Nasib RS Onkologi Bojonegoro Tidak Jelas

Minggu, 13 Juli 2025 - 07:29 WIB

Kronologi Awal Munculnya RS Onkologi Bojonegoro

Sabtu, 12 Juli 2025 - 21:09 WIB

Soal RS Onkologi, Mantan Kepala Dinkes Bojonegoro Mulai Angkat Bicara

Jumat, 4 April 2025 - 11:01 WIB

Sistem Keamanan Dipertanyakan, Komisi IV DPRD Sampang Prihatin ada Pasien Kabur dari Rumah Sakit Sukma Wijaya

Kamis, 3 April 2025 - 15:46 WIB

Dinkes Sampang Bakal Telusuri Soal Pasien yang Kabur dari Rumah Sakit Sukma Wijaya, Benarkah Ada Kelalaian?

Kamis, 3 April 2025 - 07:53 WIB

Pasien Rumah Sakit Sukma Wijaya Kabur, Bukti Lemahnya Sistem Keamanan dan Pengawasan

Berita Terbaru