Disengat Tawon Vespa saat Evakuasi Sarang, Petugas Damkar Sampang Dilarikan ke Puskesmas

- Admin

Kamis, 1 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Tiga orang petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, harus menjadi korban sengatan tawon vespa yang bersarang di pohon milik warga.

Informasi yang dihimpun kontributor suarabangsa.co.id, peristiwa naas itu terjadi di Desa Banjar Tabulu, Kecamatan Camplong, Rabu (31/05/2023) malam.

Untuk menghindari bahaya, ketiga petugas langsung dilarikan ke puskesmas untuk penanganan medis. Belum diketahui kondisi terakhir ketiga petugas.

Salah seorang petugas Damkar, Zaini mengatakan, semula petugas mendapatkan pengaduan warga terkait adanya sarang tawon vespa yang meresahkan warga. Beberapa petugas terjun ke lapangan dengan menggunakan kendaraan Damkar.

Baca Juga:  Dianggap Ganggu Lalu Lintas, Odong-odong di Sampang Akan Segera Ditertibkan

“Ada warga yang melapor bahwa ada sarang tawon vespa di rumahnya dan meresahkan karena ada anggota keluarganya yang sudah jadi korban sengatan tawon,” kata Zaini, Kamis (01/06/2023).

Zaini menyebutkan, saat proses evakuasi, tawon menyerang para petugas Damkar. Menurut dia, selama ini hanya peralatan sederhana yang digunakan untuk evakuasi sarang tawon.

“Kami belum memiliki alat pelindung diri yang memadai, hanya memakai baju pemadam anti panas sehingga ada beberapa tawon yang menyelinap masuk di balik baju para petugas,” ucapnya.

Tawon itu diketahui berhasil menyengat punggung, dahi dan juga tangan petugas. Akibatnya, korban langsung merasakan panas dingin sehingga dilarikan ke Puskemas terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Baca Juga:  Ketua Persatuan Wartawan Sampang Sampaikan Ucapan Terimakasih kepada Para Donatur

“Petugas segera memberikan penanganan dini dan membawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis,” tandasnya.

Zaini mengimbau kepada masyarakat untuk segera melapor bila menemukan hal yang membahayakan di rumah mereka, termasuk tawon vespa. Hal itu dilakukan agar tidak menimbulkan bahaya.

Perlu diketahui, tawon vespa memiliki panjang tubuh sekitar tiga sentimeter, dengan warna dominan hitam belang kuning atau oranye di bagian perutnya.

Hewan ini disebut juga tawon vespa Affinis atau tawon ndas. Tawon ini adalah jenis predator, bukanlah jenis tawon penghasil madu.

Baca Juga:  Jaring Covid-19, Tim Gabungan Gelar Rapid Tes Antigen Acak di Terminal Sampang

Tawon ini akan berbahaya bila menyengat secara berkelompok. Pada sengatan pertama, tawon vespa mengeluarkan fenomena ataupun senyawa yang bisa memicu tawon lain untuk ikutan menyerang.

Bila korban sengatan tawon ini tidak tertangani dalam 1×24 jam atau diserang secara berkelompok, maka akan menyebabkan antiflaksi atau reaksi alergi berat, gagal ginjal akut menyebabkan fungsi ginjal menurun secara drastis, hingga terjadi edema paru atau di mana kondisi adanya penumpukan cairan di paru-paru yang akhirnya sulit bernafas.

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru