Aktivitas Luar Ruangan, Warga Sampang Keluhkan Suhu Udara Terasa Sangat Panas

- Admin

Jumat, 6 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id Sejumlah masyarakat di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi suhu udara yang terasa sangat panas.

Keluhan panasnya Kota Bahari itu sebetulnya tidak hanya terjadi dalam sehari-dua hari ini saja tetapi juga sudah beberapa bulan ini.

Bahkan aplikasi cuaca di ponsel, berdasarkan pantauan kontributor suarabangsa.co.id, Jumat (06/10/2023) siang, menunjukkan suhu 34 derajat celsius.

Di tengah cuaca panas ini, warga pun menanti-nanti kapan musim hujan akan tiba.

“Iya dalam beberapa hari ini cuaca sangat panas. Kita yang di sawah sangat terasa, rasanya matahari sangat dekat,” kata Ahmad, petani Desa Kodak, Kecamatan Torjun.

Hawa yang sangat panas tersebut, kata dia, membuatnya terpaksa membatasi aktivitas di sawah. Menurut dia, jika biasanya sejak pagi hingga tengah hari bekerja di sawah kini, hanya beberapa jam sudah kembali pulang.

Baca Juga:  Tahap Awal, Sampang Bakal Terima Sekitar 2500 Dosis Vaksin Covid-19 untuk Nakes

“Sangat panas, tidak kuat sampai siang. Hawa panas ini tidak seperti biasanya,” jelas dia.

Hal serupa disampaikan Makruf, warga lainnya. Makruf mengaku, dirinya terpaksa mengurangi aktivitas di luar ruangan akibat terik matahari di siang hari.

“Panasnya suhu udara di Sampang ini sudah terasa dalam beberapa bulan terakhir, ditambah lagi tidak turun hujan,” ujar Makruf.

Makruf memperkirakan jika dalam waktu dekat tidak turun hujan, bukan tidak mungkin ada lahan atau pekarangan yang terbakar. Pasalnya, semak belukar atau rumput yang tumbuh sebagian mengering.

Baca Juga:  Meresahkan, Satlantas Polres Sampang Gencar Razia Truk Pasir Tanpa Penutup Bak

“Harapan kami dalam beberapa hari ke depan turun hujan. Sebab, debu di sejumlah ruas jalan berterbangan dan semak belukar sudah mulai mengering. Artinya, rawan terjadinya kebakaran lahan,” ucap Makruf.

Bila malam tiba, lanjut Makruf, cuaca terasa gerah, sehingga dirinya tidur tidak mengenakan pakaian sama sekali, kecuali kain sarung.

“Meskipun ada angin, tapi sangat minim, sehingga cuaca panas menyengat yang terasa ke tubuh kami ini,” ujarnya pula.

Sementara itu, melalui situs resminya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Metereologi Juanda Sidoarjo, merilis prakiraan cuaca di Sampang hari ini Jumat (6/10/2023) sebagai berikut.

Baca Juga:  Diduga Lakukan Pungli Berkedok Uang Gedung Sejak 2013, TK Setda 1 Bojonegoro Disorot Wali Murid

Pukul 13.00 WIB

Cuaca: cerah
Suhu: 33 derajat celsius
Kelembapan Udara: 45%
Kecepatan Angin: 30 kilometer per jam
Arah angin: Tenggara

Pukul 16.00 WIB

Cuaca: cerah
Suhu: 33 derajat celsius
Kelembapan Udara: 35%
Kecepatan Angin: 20 kilometer per jam
Arah angin: Timur

Pukul 19.00 WIB

Cuaca: cerah
Suhu: 28 derajat celsius
Kelembapan Udara: 65%
Kecepatan Angin: 10 kilometer per jam
Arah angin: Timur

Pukul 22.00 WIB

Cuaca: cerah
Suhu: 26 derajat celsius
Kelembapan Udara: 80%
Kecepatan Angin: 10 kilometer per jam
Arah angin: Timur

BMKG juga memberikan peringatan dini. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan.

Penulis : Abdus Salam

Editor : Putri

Berita Terkait

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain
KDKMP di Sumenep Disorot, DPRD Singgung Lelang, Kepala Desa Minta Dilibatkan
Amos Gelar FGD Bertajuk ‘Pembangunan KDKMP: Antara Bisnis atau Proyek?’, Soroti Tatakelola
Sahkan Perda Pariwisata dan Kabupaten Layak Anak, Bupati Bojonegoro: Bukti Sinergi Kuat Pemkab dan DPRD
Terima Penghargaan di Malang, Cantika Wahono Beberkan Kunci Sukses Inovasi PKK Bojonegoro
Peringati Harkopnas ke-79, Pasar Wisata Bojonegoro Dipadati Ribuan Peserta Jalan Sehat
Bupati Setyo Wahono Lepas Jalan Sehat Harkopnas: Koperasi Pilar Utama Ekonomi Bojonegoro
Lewat Program IVF Morula Surabaya, Pasutri Sumenep Akhirnya Miliki Bayi Kembar Setelah 22 Tahun

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:28 WIB

Ribuan Relawan MBG di Pamekasan Gelar Aksi, Dukung Keberlanjutan MBG

Senin, 22 Juni 2026 - 20:13 WIB

Demo Program MBG di Bojonegoro, Massa Desak KPK Turun Tangan, DPRD Ancam Tutup Dapur Nakal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:27 WIB

PPIH Bantah Tiga Jemaah Haji Kloter 77 asal Sumenep Terlantar di Madinah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:20 WIB

Sejumlah Jemaah Haji Asal Sumenep Dikabarkan Terlantar di Madinah

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:00 WIB

Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming

Berita Terbaru