Disperindag Probolinggo Datangi 3 Distributor Minyak Goreng

- Admin

Rabu, 23 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, SUARABANGSA.co.id – Di tengah kelangkaan minyak goreng, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo melakukan survey dan monitoring langsung kepada 3 distributor dan beberapa pasar tradisional yang ada di Kabupaten Probolinggo, Selasa (22/2/2022).

Ketiga distributor tersebut diantaranya PT Semangat, PT Fajar dan PT Lancar Rejeki.

“Dari hasil survey diperoleh bahwa pasokan minyak goreng curah dari pabrikan menurun. Biasanya pada kondisi normal itu 2 tangki per hari, tetapi saat ini hanya 1 tangki per hari dengan waktu penyaluran 7 hari dalam seminggu,” terang Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Moh. Natsir.

Natsir menambahkan, pengurangan pasokan pengiriman ini berdampak dengan semakin langkanya minyak goreng curah di pasar-pasar tradisional.

Minyak goreng curah ini kualitasnya tidak kalah dengan minyak goreng kemasan. Saat ini minyak goreng curah dengan HET sebesar Rp 11.500 per liter sangat sulit sekali diperoleh.

Baca Juga:  Bersama Plt Bupati Probolinggo, Kapolres Lakukan Apel HUT Bhayangkara

“Dari hasil rapat dengan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri di Surabaya, kita sudah berkoordinasi supaya pasokan pengirimannya ditambah 1 tangki atau bisa langsung ke pasar-pasar tradisional. Jadi nantinya kita bawa tangki dengan kapasitas 6000 liter ke pasar tradisional,” jelasnya.

Natsir menerangkan pihaknya sudah melakukan lobi-lobi ke Disperindag Provinsi Jawa Timur agar Kabupaten Probolinggo bisa mendapatkan tambahan pasokan. Kini masih dilakukan pendataan dulu terkait dengan kebutuhan pedagang di pasar-pasar tradisional.

“Pendataan ini sangat diperlukan, karena pada waktu pengiriman tangki sudah harus kosong. Sementara minyak goreng curah ini tidak tahan lama, paling lama sekitar 10 hari. Berbeda dengan minyak goreng kemasan yang mampu bertahan hingga 1 tahun,” terangnya.

Lebih lanjut Natsir menegaskan pemerintah telah menetapkan HET untuk minyak goreng curah sebesar Rp 11.500 per liter, minyak goreng kemasan medium RP 13.500 per liter dan minyak goreng kemasan premium Rp 14.000 per liter.

Baca Juga:  Pemkab Probolinggo Launching Pengunaan Tanda Tangan Elektronik

“Harga jual minyak goreng ini tidak boleh melebihi HET yang sudah ditetapkan. Apabila diketahui ada yang menjual di atas itu akan dikenai sanksi administrasi dan bisa jadi ditutup usahanya. Hanya saja untuk saat ini kita fokus menyelesaikan minyak goreng curah di pasar tradisional karena menyangkut kebutuhan masyarakat banyak,” tegasnya.

Natsir berkesimpulan bahwa kelangkaan minyak goreng curah ini terjadi karena berkurangnya pasokan. Oleh karena itu pihaknya masih berkoordinasi bagaimana pasokan ini bisa lebih maksimal dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satu opsinya dengan memesan langsung ke pabrik dan langsung didistribusikan ke pasar-pasar.

Baca Juga:  Mobil Ertiga Tabrak Plang BLH Kabupaten Sumenep di Batuan

“Rencananya kita akan menambah kuota pemesanan ke pabrik atau agennya dikoneksikan ke pabriknya. Hanya saja konsekuensinya harus bayar chas. Namun kita masih mencari mekanisme bagaimana tangki minyak goreng curah datang ke pasar tradisional dan langsung habis,” ungkapnya.

Selama ini jelas Natsir, antara pabrikan dengan distributor ada broker dan tidak langsung ke pabrik. Oleh karena itu perlu fasilitasi agar distributor ini bisa langsung ke pabrikan. Dengan demikian, kelangkaan minyak goreng curah ini bisa segera teratasi.

“Intinya kelangkaan ini karena memang berkurangnya pasokan minyak goreng curah ke pasar-pasar tradisional. Alternatifnya distributor atau pabrik langsung melakukan pengiriman ke pasar-pasar dengan menambah kapasitas. Kita akan mencoba terobosan dengan melakukan operasi pasar minyak goreng curah dengan distribusi langsung ke pasar supaya tidak ada kelangkaan lagi,” pungkasnya.

Berita Terkait

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi
Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI
Taro Ramaikan Kampung Ramadan di Jombang, Ajak Keluarga Berpetualang dalam Kebaikan
Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak
Soal Limbah di Persawahan, Kapolsek Dander Bojonegoro Turun Langsung Turun
Ironi Angka Kemiskinan Bojonegoro: Data Melandai, Tapi 122 Desa Masih Rentan
Balik Jengger Ayam GAYATRI: Harapan dan Kecemasan Suraji di Tanjungharjo Bojonegoro
Petugasnya Dituding Tidak Sopan, DPRD Sampang Ingatkan Puskesmas Camplong Beri Pelayanan Maksimal

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:05 WIB

Tukang Sapu SPBU Glagahwangi Bojonegoro yang Pernah Viral Kena PHK, Dituduh Gelapkan Uang Perusahaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:39 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Desa Ngampel, Utamakan Pengurus dan Pengelola Warga Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:43 WIB

Bupati Bojonegoro Dampingi Wakil Panglima TNI Tinjau Kesiapan Peluncuran KDMP

Senin, 11 Mei 2026 - 17:50 WIB

Sering Jadi Penyebab Laka, Polsek kota dan Damkar Bojonegoro Lakukan Ini

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:22 WIB

Warga Manfaatkan Gudang KDKMP Grebegan untuk Senam, Kades: Upaya Meramaikan KDMP ke Depan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:20 WIB

Dukung BUMD Pangan Bojonegoro, Eko Wahyudi: Jadi Instrumen Percepatan Asta Cita di Daerah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:16 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Eko Wahyudi Tekankan Sinergi Penyuluh dan Petani di Bojonegoro

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:58 WIB

Menguak “Tanah Celengan” di Belun, dari Pengakuan Ahli Waris dan Sikap Kadin PMD “Buang Badan” terkait kasus Belun

Berita Terbaru

Politik

Menjelang Muscab PPP Bojonegoro, Suhu Politik Memanas

Senin, 11 Mei 2026 - 16:27 WIB