BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Hj. Fardia Farichah, M.Si., meresmikan secara langsung Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, pada Minggu (8/2/2026).
Peresmian ini menandai Desa Ngraseh sebagai salah satu pelopor nasional dari program penguatan ekonomi desa yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
Acara dibuka dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita sebagai simbol dimulainya babak baru kemandirian ekonomi bagi masyarakat Desa Ngraseh,Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.
Peresmian Gedung KDKMP Ngraseh yang telah mencapai pembangunan 100 persen. Di Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Minggu, 8 Februari 2026, di mulai pukul 10.50 WIB, Wakil menteri setelah Kunjungan di BMT NU Ngasem.
Wakil menteri Hadir,Untuk memastikan warga desa menjadi pemilik ekonomi di wilayahnya sendiri, mencegah uang lari ke kota, dan menyediakan lembaga ekonomi yang mengelola potensi lokal.
Dengan, Melalui bantuan fasilitas bangunan dan administrasi dari pemerintah, yang kemudian dikelola secara mandiri, transparan, dan akuntabel oleh warga desa melalui sistem koperasi.
Dalam sambutannya, Wamen Koperasi Hj. Fardia Farichah menyampaikan bahwa KDKMP Ngraseh merupakan salah satu yang tercepat dalam penyelesaian pembangunan.
Sejak lahan disiapkan pada 16 Oktober lalu, kini gedung tersebut telah berdiri 100% dan siap beroperasi.
“Ini adalah KDKMP pertama yang saya tandatangani prasastinya. Warga Desa Ngraseh harus bangga karena menjadi pelopor dari seribuan desa yang kita bangun. Tempatnya strategis, tepat di pinggir jalan dan pasarnya bagus,” ujar wanita yang akrab dipangil Fardia di depan ratusan warga yang antusias, mengikuti peresmian KDMP.
Dalam moment tersebut, Wamen secara khusus memperkenalkan Christianto,selaku Direktur Utama LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir), sebagai mitra strategis permodalan.
Lanjutnya,Kehadirannya bertujuan untuk memastikan bahwa ketika gedung sudah tersedia, koperasi memiliki akses modal untuk mengisi barang dagangan maupun menjadi off-taker (pembeli) hasil bumi warga.
“Koperasi ini nantinya bisa membeli gabah atau kedelai warga untuk diolah. Jika butuh modal usaha untuk menyerap hasil tani tersebut, pengurus bisa menghubungi kami melalui LPDB,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wamen menjelaskan bahwa program ini adalah mandat dari Presiden Prabowo untuk mengubah nasib warga desa, agar tidak sekadar menjadi penonton saat ada investasi masuk.
Ia menekankan pentingnya warga untuk bergabung, menjadi anggota dengan simpanan pokok dan wajib yang ringan, mulai dari Rp5.000 hingga Rp25.000.
“Kita ingin uang berputar di desa. Selama ini desa punya sumber daya alam, tapi modal punya orang kota, sehingga keuntungan dibawa ke kota. Dengan koperasi ini, warga desa adalah pemiliknya. Syaratnya satu: harus dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.
Fardia sebelum menutup acara dan melanjutkan perjalananya meresmikan GOR di Kepohbaru, juga memberikan motivasi dengan mencontohkan keberhasilan BMTNU Ngasem yang telah memiliki aset ratusan miliar.
Ia optimis KDKMP Ngraseh bisa mengikuti jejak sukses tersebut asalkan seluruh warga merasa memiliki dan menjaga fasilitas yang telah dibantu oleh Kementerian Koperasi.
Selain Wakil Menteri Koperasi RI Hj. Fardia Farichah, didampingi Dirut LPDB Christianto, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dwi Wijayanto, S.T. dan jajaran, Wakil Bupati Nurul Azizah, Kompol Yoyok Dwi Purnomo, S.T., S.I.K., M.Si. Waka Polres, H. Abdulloh Umar, S.Pd Ketua DPRD Bojonegoro, bersama Sigit Kusharianto Komisi B, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Kabupaten Bojonegoro Retno Wulandari, Teguh Wibowo, SH., MH. Camat Dander, dan Kepala Desa ngraseh dan kades Se Kecamatan Dander, dan warga Desa Ngraseh.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















