Viral Stiker ‘Keluarga Prasejahtera’ di Bojonegoro: Antara Transparansi Anggaran dan Desakan Validasi Data

- Admin

Minggu, 4 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam menempelkan stiker “Keluarga Prasejahtera” di rumah-rumah warga memicu diskusi panas di jagat maya pada Sabtu (3/1/2026).

Di tengah pro-kontra tersebut, pihak legislatif (Red: Ketua Komisi C) angkat bicara, serta untuk meluruskan tujuan dan langkah solusi bagi warga yang merasa dirugikan.

Berdasarkan pantauan tim redaksi Suara bangsa, stiker tersebut memuat rincian bantuan yang sangat mendalam, mulai dari bantuan rutin hingga pemberdayaan ekonomi dengan nilai yang cukup besar.

Pemberdayaan Ekonomi,Bantuan ternak ayam petelur (Rp18,7 juta), kolam lele (Rp3,7 juta), hingga sanitasi (Rp30 juta).

Bantuan Sektoral: BPJS Kesehatan, Bansos Anak Yatim, Disabilitas, PKH, dan Bansos Pangan.

Baca Juga:  Di Balik Bendungan dan Harapan Gentengisasi: Ratapan Wak Jan atas Hilangnya "Berkah Banjir" Bengawan Solo

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah daerah saat ini.

Menurutnya, pemasangan stiker bukan sekadar label, melainkan instrumen penting untuk, Verifikasi dan Transparansi, Memastikan publik mengetahui jenis bantuan yang masuk ke tiap rumah.

Mencegah Penyelewengan, Mempersempit ruang bagi oknum yang ingin memotong atau menyalahgunakan hak warga.

Akurasi Data,Menjadi cermin data kemiskinan yang riil di lapangan.
Polemik “Stiker Tanpa Bantuan”
Meski bertujuan mulia, kebijakan ini menuai protes keras dari netizen yang menemukan ketidaksinkronan data.

Saat disingung terkait, Beberapa warga mengeluhkan rumah mereka dipasangi stiker “Keluarga Prasejahtera” namun kenyataannya mereka tidak pernah menerima bantuan yang tertera, seperti yang diunggah di group sosial media di Bojonegoro.

Baca Juga:  Ratusan Kader PDI Perjuangan Bojonegoro dan Tuban Merahkan Gelora Bung Karno Jakarta

“Protes saja mbak, jangan diam. Kalau ditempeli tapi tidak dapat bantuan, berarti uangnya dimakan desa,” tulis akun Servis Printer dalam bahasa daerah.

Nada kecewa juga datang dari akun Buk E Niya, yang merasa nama baiknya tercoreng label miskin tanpa ada manfaat nyata.

“Siapa yang tidak jengkel. Tidak pernah makan uang negara, tapi tiba-tiba dipasangi stiker keluarga miskin,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan beberapa warga yang merasa datanya “dicatut” atau rumahnya ditempeli stiker namun tidak menerima bantuan, Ahmad Supriyanto yang juga sebagai ketua DPD Golkar Bojonegoro memberikan penegasan.

Baca Juga:  Salah Seorang Perangkat Desa di Bojonegoro Diduga Rangkap Jabatan

Ia menyatakan bahwa jika ditemukan kasus salah sasaran atau ketidaksesuaian antara stiker dan realita, maka pemerintah harus segera melakukan penyesuaian.

Langkah ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi warga untuk melakukan komplain secara resmi jika terdapat poin-poin bantuan yang tercentang namun belum pernah mereka terima.

Catatan Redaksi:Polemik stiker ini menjadi momentum besar bagi Pemkab Bojonegoro untuk melakukan validasi ulang secara menyeluruh.
Transparansi melalui stiker akan efektif jika didukung dengan data yang valid.

Masyarakat kini menunggu aksi nyata dari pemerintah untuk menyisir kembali data tersebut agar tidak ada warga yang merasa “dimiskinkan” hanya di atas kertas sementara haknya tidak tersalurkan.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

​Wabup Nurul Azizah Tegaskan Pentingnya Memahami Sejarah Maritim dan Kolonial Bojonegoro
Goyang New Karista hingga UMKM Laris Manis, Kolaborasi Pemuda dan BKN Meriahkan Tanjungharjo
Pameran Wilbex Vol 2 2026 Surabaya Resmi Dibuka, Pengunjung Penuhi Lokasi Sejak Pagi
Hadir 3 September di Surabaya, Wilbex 2026 Vol 2 Siapkan Ruang Eksplorasi Anak
Semarak Merah Putih Kemerdekaan RI, Cara BRI Angkat Ekonomi Desa Doudo Gresik
DPC Demokrat Bojonegoro Serap Aspirasi Warga dalam Reses dan Perayaan HUT ke-25
Reog hingga Kambing Meriahkan Malam Puncak Voli Antar-RT di Desa Ngampel Kapas Bojonegoro
DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:12 WIB

DPRD Sumenep Meminta Pemerintah Daerah Maksimalkan P-APBD Menghasilkan Program Pro Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:34 WIB

Puluhan Tahun Tanpa Kepastian, Korban Penggusuran Jembatan Glendeng Bojonegoro Menagih Hak Sertifikat Tanah

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:29 WIB

Ketergantungan Dana Pusat Masih Tinggi, Bupati Setyo Wahono Putar Otak Genjot PAD Bojonegoro

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Bahas Masalah Transportasi Laut, Bupati Sumenep Perjuangkan Masyarakat Kepulauan ke Kementerian Perhubungan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:29 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Pandangan Umum Fraksi Terhadap Raperda P-APBD 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:52 WIB

Ketua DPRD Sumenep Tegaskan Perubahan APBD Tetap Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:35 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Laporan hasil Pembahasan KUA-PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2026

Berita Terbaru