Rancangan Teknokratik RPJMD Lima Tahun, Pemkab Sampang Bahas Isu dan Sasaran Penting

- Admin

Rabu, 19 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Madura, menggelar forum konsultasi publik rancangan awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025-2029 dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026.

Ada sejumlah isu penting dan program prioritas pembangunan yang dibahas dalam forum yang diikuti semua jajaran OPD Pemkab Sampang ini.

Forum itu dihadiri jajaran Forkopimda, DPRD Kabupaten Sampang, kepala perangkat daerah, akademisi, pelaku usaha, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan.

Pantauan kontributor suarabangsa.co.id, kegiatan yang digelar di Pendopo Trunojoyo pada Rabu (19/03/2025) ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati (Wabup) Sampang, KH Ahmad Mahfudz.

Dalam sambutannya, Wabup yang akrab disapa Lora Mahfudz itu mengapresiasi pelaksanaan forum ini. Ia menegaskan bahwa RPJMD adalah dokumen strategis yang menjadi pedoman pembangunan daerah lima tahun ke depan.

Baca Juga:  Gara-Gara Speed Trap di Jalan Imam Bonjol Sampang Dibuat Terlalu Tinggi, Sejumlah Pengendara Jadi Korban

“Karena melalui forum inilah arah kebijakan Pemkab Sampang akan kita rumuskan. RPJMD ini disusun tidak hanya untuk melanjutkan pekerjaan yang sudah ada. Namun juga untuk menjawab tantangan ke depan,” kata Lora Mahfudz.

Disebutkan, setidaknya ada 5 (lima) isu strategis sebagai arah dan dasar penyusunan Rancangan Teknokratik RPJMD tahun 2025-2029.

“Kelima isu strategis ini merupakan hasil analisis terhadap berbagai permasalahan, tantangan, dan potensi daerah yang dimiliki Sampang,” tuturnya.

Kelima isu tersebut yakni peningkatan kualitas SDM yang berkualitas, berdaya saing dan berbudaya serta transformasi ekonomi melalui peningkatan pembangunan ekonomi inklusif berbasis keunggulan lokal yang berkelanjutan.

Kemudian, penurunan tingkat kemiskinan dan peningkatan ketahanan pangan masyarakat melalui penanganan yang berintegrasi, serta peningkatan infrastruktur daerah yang berkualitas dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Isu yang terakhir adalah ransformasi tata kelola dan peningkatan inovasi daerah untuk mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas,” urainya.

Baca Juga:  Ditinggal Sholat Isya, Motor Jema'ah Masjid Al Maa'un Selong Permai Sampang Raib Digondol Maling

Ia mengingatkan bahwa penyusunan RPJMD harus memperhatikan prinsip pembangunan inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.

“Setiap kebijakan harus memberi manfaat bagi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang merata,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Sampang Hj Umi Hanik Laila, menambahkan forum ini bertujuan untuk menjaring masukan dan saran guna menyempurnakan Ranwal RPJMD.

“Ini adalah tahapan awal untuk mensinkronkan dengan arah kebijakan pembangunan nasional dalam RPJMN 2025–2029 yang telah ditetapkan melalui peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025, serta RPJMD Provinsi Jawa Timur,” ujar Umi Hanik.

Dalam kesempatan itu, Umi Hanik menyampaikan visi misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2025-2029 H Slamet Junaidi dan KH Ahmad Mahfudz.

Baca Juga:  Pemkab Bojonegoro Gelar Sosialisasi Pedoman Pengelolaan Bantuan Keuangan

“Hebat bermartabat masih menjadi inti dari visi bapak Bupati, yang tetap menekankan pembangunan daerah yang maju (hebat) berlandaskan nilai-nilai moral dan budaya lokal (martabat),” beber Umi Hanik.

Menurut Umi Hanik, ada empat misi Bupati dan Wakil Bupati. Pertama, mewujudkan SDM unggul serta kehidupan sosial yang harmonis, maju dan berbudaya. Kedua, mewujudkan pembangunan ekonomi inklusif berkelanjutan berbasis agribisnis dan UMKM.

“Ketiga, meningkatkan layanan infrastruktur berkelanjutan, dan keempat adalah meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik dan inovatif,” imbuhnya.

Untuk mewujudkan misi tersebut, Umi Hanik membeberkan ada 4 program prioritas pembangunan, yakni, pertama Sampang unggul dan harmonis, kedua Sampang mapan dan mandiri.

“Ketiga Sampang membangun dan lestari, serta yang keempat adalah Sampang melayani dan inovatif,” pungkas Umi Hanik.

Penulis : Abdus Salam

Editor : Putri

Berita Terkait

Peringati HUT ke-50 Koperasi Kareb, Begini Komentar Wabup Bojonegoro
Gelar Gebyar Sholawat Bersama Gus Iqdam, Koperasi Kareb Bojonegoro Peringati HUT ke-50, Kurang Lebih 35 Ribu Masa Padati MPS Dander
Tonton MotoGP Mandalika saat Warga Dilanda Kekeringan, Anggota DPRD Bojonegoro Dikritik
SMSI Sumenep Bahas Konsolidasi dan Pemantapan Program 2027 bersama SMSI Jatim
Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA
Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021
DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Peringati HUT ke-50 Koperasi Kareb, Begini Komentar Wabup Bojonegoro

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Gelar Gebyar Sholawat Bersama Gus Iqdam, Koperasi Kareb Bojonegoro Peringati HUT ke-50, Kurang Lebih 35 Ribu Masa Padati MPS Dander

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Tonton MotoGP Mandalika saat Warga Dilanda Kekeringan, Anggota DPRD Bojonegoro Dikritik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:03 WIB

SMSI Sumenep Bahas Konsolidasi dan Pemantapan Program 2027 bersama SMSI Jatim

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:45 WIB

DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Tuntut ADD Naik 20 Persen, Hearing Perangkat Desa dengan OPD dan Legeslatif Bojonegoro Sempat Tegang

Berita Terbaru