Layanan UHC Dirasakan Langsung, Keluarga Pasien Apresiasi Kepemimpinan Bupati Fauzi

- Admin

Rabu, 20 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Program layanan kesehatan gratis Universal Health Coverage (UHC) yang dipelopori Bupati Achmad Fauzi terus mendapat apresiasi dari berbagai kalangan lantaran sangat membantu dan bermanfaat untuk masyarakat.

Salah satu program prioritas dibawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi tersebut merupakan sebuah konsep yang memastikan setiap orang mendapatkan akses yang adil terhadap layanan kesehatan yang mereka butuhkan tanpa menghadapi kesulitan finansial.

Melalui APBD, Bupati telah menggratiskan biaya pengobatan dan fasilitas layanan kesehatan. Baik di Puskesmas, swasta maupun di RSUD Sumenep.

Pantauan wartawan, kebermanfaatan program UHC tersebut dirasakan langsung oleh warga Kopedi, Kecamatan Bluto, Mudzakkir (55) yang dirawat di RSUD selama 12 hari lantaran keracunan.

“Selain dapat layanan kesehatan gratis, kami juga dilayani dengan baik dan ramah oleh tenaga kesehatan RSUD. Terima kasih pak Fauzi atas program UHC ini,” kata Mudzakkir seraya terbaring.

Baca Juga:  Belum Ada Tindak Lanjut, Pelaporan Pimpinan DPRD Sumenep Tidak Serius?

Lantas, Mudzakkir berharap program layanan kesehatan gratis tersebut terus berlanjut.

“Program ini sangat membantu kami. Semoga program pak Fauzi ini terus berlanjut,” ujarnya.

Kenyataan yang sama juga dirasakan warga desa Ambunten dan desa Slopeng yang terpantau wartawan juga mendapat layanan UHC.

Kemudian warga Kecamatan  Pasongsongan, Sutiatun (56) yang mengalami sakit jantung dan syaraf.

Sutiatun dirawat di Rumah sakit milik Pemkab tersebut selama 2 pekan melalui program UHC.

Putri Sutiatun, Husnul Hotimah menyampaikan apresiasi sekaligus berterima kasih kepada Bupati Fauzi dan pihak RSUD Sumenep yang telah memperlakukan dan merawat ibunya dengan pelayanan yang sangat baik.

Baca Juga:  Tak Adanya Sanksi Tegas, Sejumlah Oknum Pegawai Puskesmas Camplong Sampang Kerap Bolos Usai Isi Absen

Baginya, program Universal Health Coverage (UHC) yang dipersembahkan Bupati Fauzi sangat membantu keluarganya.

“Atas nama keluarga besar, saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Achmad Fauzi atas program UHC ini, sehingga keberadaannya sangat membantu masyarakat luas dan ibu saya sendiri yang telah dirawat di RSUD selama 14 hari tanpa biaya sepeserpun,” ujar Husnul Hotimah.

Bahkan kini, ibundanya telah diperbolehkan pulang setelah sebelumnya kolaps.

Kendati demikian, dokter dokter terbaik RSUD menyarankan untuk datang lagi ke Poli terpadu setelah 3 hari untuk dilakukan check-up

“Alhamdulillah kondisinya ibu saya sudah membaik setelah dirawat di RSUD Sumenep. Dokter dan perawatnya sangat ramah memberikan pelayanan kepada kami,” ungkapnya.

Tak lupa, Husnul Khotimah juga memberikan pujian kepada Dirut RSUD Sumenep yang telah mengimplementasikan pelayanan Bismillah Melayani terhadap masyarakat Sumenep.

Baca Juga:  Gandeng Rumah Zakat, Puskesmas Bulangan Haji Pamekasan Gelar Gersala

“Terima kasih juga kami ucapkan kepada Dirut RSUD dr. Erliyati yang mengerahkan dokter dokter dan perawat perawat terbaik untuk melayani kami sepenuh hati. Saya doakan Bapak Achmad Fauzi kembali terpilih jadi bupati Sumenep sehingga program programnya terus dilanjutkan. Termasuk program layanan kesehatan gratis melalui UHC ini,” tandas Husnul Hotimah.

Sekedar diketahui, layanan kesehatan gratis melalui UHC tetap mengedepankan keseteraan dan tidak ada pelayanan yang dibeda-bedakan.

Program ini tidak hanya melibatkan layanan kesehatan dasar, tetapi juga mencakup pengobatan penyakit kronis, pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta upaya pencegahan dan promosi kesehatan masyarakat.

Penulis : Kris

Editor : Putri

Berita Terkait

Petugasnya Dituding Tidak Sopan, DPRD Sampang Ingatkan Puskesmas Camplong Beri Pelayanan Maksimal
Pasien Mengeluh, Oknum Dokter di Puskesmas Camplong Tak Sopan
Pembebasan Lahan Habiskan Anggaran 16,5 M, Nasib RS Onkologi Bojonegoro Tidak Jelas
Kronologi Awal Munculnya RS Onkologi Bojonegoro
Soal RS Onkologi, Mantan Kepala Dinkes Bojonegoro Mulai Angkat Bicara
Sistem Keamanan Dipertanyakan, Komisi IV DPRD Sampang Prihatin ada Pasien Kabur dari Rumah Sakit Sukma Wijaya
Dinkes Sampang Bakal Telusuri Soal Pasien yang Kabur dari Rumah Sakit Sukma Wijaya, Benarkah Ada Kelalaian?
Pasien Rumah Sakit Sukma Wijaya Kabur, Bukti Lemahnya Sistem Keamanan dan Pengawasan

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 20:32 WIB

Pemkot Blitar Disorot TKW Asal Tulungagung, Dugaan Ketidakharmonisan

Rabu, 15 April 2026 - 16:42 WIB

Terkendala Izin BBWS DPRD Bojonegoro dan Pihak Eksekutif Sidak Bengawan Solo

Rabu, 15 April 2026 - 15:26 WIB

Sinergi dan Inovasi Layanan Jadi Kunci Penyusunan Renja 2027 DKP Jatim

Selasa, 14 April 2026 - 10:50 WIB

Bojonegoro Borong Penghargaan TOP BUMD 2026, Sinyal Positif Tata Kelola Ekonomi Daerah

Selasa, 14 April 2026 - 00:55 WIB

Dugaan Penggelapan Pembelian Mesin Es Rp500 Juta, warga Tapelan Laporkan AB mantan menejer PT BAI ke Polisi

Sabtu, 11 April 2026 - 19:10 WIB

Delegasi DPC Bojonegoro Tiba di Malang, Siap Sukseskan Konferda Projo Jatim 2026

Sabtu, 11 April 2026 - 16:06 WIB

SMSI Bojonegoro Berganti Nahkoda, Kustaji Resmi Gantikan Sasmito Anggoro

Kamis, 9 April 2026 - 19:18 WIB

LPG 3 Kg Langka di Bojonegoro, Harga Tembus Rp40 Ribu: DPRD Desak Sanksi Pidana bagi Oknum

Berita Terbaru