Miris, Akibat Sekolahnya Disegel, Siswa SDN di Pamekasan Terpaksa Numpang Belajar di Rumah Warga

- Admin

Selasa, 19 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, SUARABANGSA.co.id – Puluhan Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) terlantar dan tidak bisa mengikuti proses belajar mengajar di ruang kelas sekolah, lantaran sekolah mereka disegel oleh sejumlah warga yang mengaku sebagai pemilik lahan.

Adalah SDN Rekkerrek 4 yang terletak di Desa Rekkerrek, Kecamatan Palenga’an Kabupaten Pamekasan, Madura Jawa Timur (Jatim).

Miris, di hari pertama masuk sekolah, puluhan Siswa dan Guru ini, justru berjalan menuju Rumah Warga sekitar yang tidak jauh dari Sekolah, lantaran Sekolah tempat mereka belajar telah di segel oleh sejumlah Warga yang mengaku sebagai pemilik lahan pada Kamis (14/07/2022) pagi.

Baca Juga:  Kasus Korupsi dana Gebyar Batik Pamekasan Belum ada Tersangkanya

Penyegelan tersebut dilakukan karena tidak ada kejelasan status tanah yang ditempati oleh Sekolah Dasar tersebut.

Bahkan, Warga yang mengaku ahli waris mengancam akan terus melakukan penyegelan tersebut, hingga Dinas Pendidikan Pamekasan memberikan kejelasan status tanah tersebut.

Kepala Sekolah Rekkerek 4 Daman Huri mengaku, pihak Sekolah saat ini masih melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat, untuk menemukan solusi persoalan sengketa tersebut, agar tidak menggangu kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Untuk tindak lanjutnya nanti dari Dinas Pendidikan yang tau seperti apa, untuk saat ini saya fokus di pembelajaran para Siswa agar mereka tetap bisa mengikuti pelajaran,” ucapnya kepada beberapa awak Media saat ditemui di salah satu Rumah Warga yang saat ini dipakai untuk belajar para Siswanya.

Baca Juga:  Parah, Pemerintah Desa Montorna di Sumenep Diduga Bermain-main Dengan BLT DD

Sementara itu salah seorang Guru senior SDN Rekkerek 4 Ardiman yang mengetahui proses dari awal mengaku, Sekolah tersebut didirikan pada tahun 1983 dengan perjanjian tukar guling dengan lahan milik Desa setempat.

Kemudian pada tahun 2005 perjanjian tukar guling dengan tanah desa kembali diperbarui. namun pada tahun 2021 tanah pengganti diambil oleh Desa dan dibuat kolam ikan, akibatnya ahli waris meminta kembali tanahnya yang ditempati sekolah.

“Sebenarnya upaya penyegelan yang dilakukan oleh pemilik lahan sudah berlangsung dua kali, pertama terjadi pada awal tahun 2022, dan kali ini pemilik lahan kembali melakukan upaya penyegelan, untuk mempertanyakan kejelasan status lahan yang ditempati Sekolah tersebut,” tutur Ardiman.

Baca Juga:  Bupati Pamekasan Melantik 320 PPPK

Berita Terkait

Warga Batang-Batang Sumenep Ditemukan Meninggal Terbakar
Warga Bungur Bojonegoro Hantam Ibunya Pakai Paving, Lalu Menyerah Tanpa Busana
Seorang Pria di Longos Sumenep Ditemukan Meninggal, Diduga Gantung Diri
DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga
Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain
BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi
Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI
Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Rabu, 30 September 2026 - 13:25 WIB

Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terbaru

Daerah

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Senin, 5 Okt 2026 - 20:49 WIB