SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Bencana alam berupa hujan lebat disertai angin puting beliung yang mengakibatkan meninggalnya satu orang anak di bawah umur di Sumenep hingga saat ini jasadnya masih belum ditemukan.
Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu 19 Maret 2022 di Kecamatan Saronggi, hingga Selasa 22 Maret 2022 jasad Talita (8) yang masih duduk di kelas 2 Sekolah Dasar masih dilakukan pencarian, Selasa (22/03/2022).
Sebelumnya, korban terbawa arus sungai yang menjadi batas Desa Kebundadap Barat dengan Desa Kebundadap Timur Kecamatan Saronggi Sumenep, yang pada saat itu korban pulang mengaji bersama sang nenek.
“Pencarian dimulai dari pukul 07:30 WIB oleh Polsek Saronggi, Koramil 0827/06 Saronggi, Sabhara Polres Sumenep, BPBD Sumenep, Damkar Sumenep, juga Aparatur Desa setempat bersama para warga,” kata Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti, Selasa (22/03/2022).
Sesuai UU 29/2014 untuk misi kemanusiaan, lanjut Widiarti menjelaskan, hari ini sudah memasuki hari ke empat dan masih akan dilakukan pencarian terhadap korban. Serta setelah melakukan musyawarah, saat ini rencana ada dua giat, yakni penyisiran di pinggir pantai dan pencarian di gorong-gorong aliran sungai.
“Pencarian di laut menyisir di beberapa lokasi pantai, diantaranya Desa Kebundadap Timur, Desa Tanjung, dan Desa Pagarbatu dengan cara menggunakan perahu rakyat sebanyak 3 perahu, anggota yang dilibatkan adalah anggota Polsek, Koramil, BPBD, Damkar, serta Pemdes,” jelas mantan Kapolsek Kota Sumenep.
Sementara untuk tim Basarnas melakukan penyisiran di perairan laut dari Pelabuhan Kalianget, Pulau Gili Genting dan Perairan Saronggi.
Semua anggota tim selain melakukan pencarian di laut lepas, juga tetap dilakukan pencarian di gorong-gorong sungai di tumpukan sampah serta lumpur.
“Tidak hanya dari anggota BPBD, Damkar, Polsek dan Koramil, namun juga melibatkan paranormal atau indigo dalam pencarian, namun jasad korban hingga saat ini masih belum ditemukan, dan pencarian masih akan berlanjut besok,” pungkasnya.

















