Dukung Dirut PT Garam, PB HMI Mengharapkan Kesejahteraan Petambak Garam

DBHCHT Sumenep

JAKARTA, SUARABANGSA.co.id – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mendukung komitmen Dirut PT Garam Ahmad Ardianto untuk membenahi sektor industri garam lokal.

Diketahui, Ahmad Ardianto dilantik sebagai Dirut PT Garam pada 18 Agustus 2020. Sejak dilantik, pria yang akrab disapa Didik itu menargetkan agar garam yang dihasilkan PT Garam Persero dapat lebih berkualitas.

Atas dasar komitmen tersebut, Pj Ketua Uum PB HMI, Romadhon Jasn mendukung penuh terhadap niat baik Dirut PT Garam tersebut. Menurutnya, memang harus ada komitmen yang kuat untuk dapat membenahi sektor industri garam lokal ini.

Baca Juga:  Plt Bupati Probolinggo Lakukan Monev Ujian Perekrutan Guru

“Diakui atau tidak, persoalan di sektor industri garam sangat kompleks. Kendati demikian, hal tersebut harus diurai satu persatu. Dengan komitmen Dirut PT Garam ini, setidaknya ada angin segar yang kemudian diharapkan juga berdampak signifikan terhadap petani garam di bawah,” katanya dalam keterangan persnya, Senin (25/10/2021).

Romadhon mengatakan, upaya PT Garam dalam meningkatkan kualitas garam yang nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, diharapkan dapat menjadi salah satu upaya dalam mengangkat kesejahteraan para petani.

“Tentu upaya ini harus dibarengi dengan upaya PT Garam dalam memberikan pemahaman dan pelatihan-pelatihan kepada para petani garam lokal agar kualitas garam sesuai dengan yang diharapkan, yakni berkualitas,” ungkap Romadhon.

Baca Juga:  Tabrak Pohon Asam di Jalan Raya Taddan, Dua Warga Banyuanyar Sampang Meninggal Dunia

Kemudian berkenaan dengan upaya penambahan jalur pemasaran, dimana PT Garam sudah menggandeng kampus ternama di Surabaya juga diharapkan tidak sekedar pada persoalan penentuan harga garam.

“Lebih dari itu, kita harapkan pemerintah dapat menuangkan pokok-pokok pikiran untuk juga dapat mengurai terhadap adanya mafia-mafia garam di bawah. Sehingga, para petani garam tidak menjadi korban terhadap pola permainan harga garam. Sekalipun misalnya nanti PT Garam sudah mematok harga,” ujarnya.

Sebagaimana taglinenya, lanjut Romadhon, tumbuh bersama rakyat. Maka, sudah menjadi kewajiban bagi PT Garam untuk betul-betul memperjuangkan para petani garam.

Baca Juga:  Konsumsi Tembakau Gorila, Tiga Pria di Surabaya Digelandang Polisi

”Bagi kami, PR PT Garam selain menargetkan produksi garam juga mampu memberikan kesejahteraan para petani garam,” tandasnya.

Leave a Reply