Bersama Bupati Probolinggo, Gubernur Jatim Kunjungi Korban Banjir

PROBOLINGGO, SUARABANGSA.co.id – Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa turun langsung melihat korban banjir di Kabupaten Probolinggo, Kamis (11/3) siang.

Selain itu Gubernur juga melihat kondisi tanggul Sungai Kedunggaleng yang jebol sehingga mengakibatkan air meluap ke rumah-rumah warga.

Kedatangan Khofifah Indar Parawansa disambut oleh Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, SE, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si, Forkopimda Kabupaten Probolinggo serta sejumlah pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo di Posko Penanggulangan bencana.

Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan paket sembako dan kebutuhan lainnya kepada Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari.

Selanjutnya bantuan tersebut diserahkan kepada petugas di Posko Penanggulangan Bencana Kabupaten Probolinggo untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak banjir kiriman.

Selanjutnya Khofifah didampingi Bupati Tantri, Hasan Aminuddin dan rombongan mengunjungi tempat pengungsian sekaligus menyapa warga yang terdampak banjir di SDN Kedungdalem 1 Desa Kedungdalem Kecamatan Dringu.

Kunjungan dilanjutkan di jembatan yang berada di Dusun Karangdalem Desa Kedungdalem. Berlanjut menuju jembatan di Dusun Siwalan Desa Kedungdalem, jembatan di Dusun Gande’an Desa Dringu sekaligus menuju tanggul jebol yang mengakibatkan air sungai menggenangi rumah-rumah warga.

Di lokasi yang sama tepatnya di depan rumah warga yang terdampak banjir kiriman, Gubernur Jatim Hj. Khofifah Indar Parawansa, Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, dan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si serta anggota Forkopimda Kabupaten Probolinggo menyerahkan bantuan paket sembako secara simbolis diterima oleh 10 orang.

Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa menjelaskan banjir yang terjadi lebih besar dari sebelumnya melampaui batas dan diluar prediksi sebelumnya.

Semua elemen di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan teman-teman media serta para relawan menjadi bagian yang penting terhadap setiap terjadinya bencana alam.

“Pemprov Jawa Timur telah melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BPWS) Brantas dan Pemkab Probolinggo yang sudah melakukan perencanaan bahwasannya titik-titik sungai yang rawan harus dibronjong terlebih dahulu. Setelah itu plengsengan baru dibangun secara permanen,” terang Gubernur.

Khofifah menambahkan dari Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BPWS) Brantas sedang mengalokasikan anggaran baik dari Pemprov Jatim maupun Pemkab Probolinggo.

“Dalam waktu dekat, bronjong yang fungsinya tidak permanen untuk segera dilakukan. Dan jembatan harus dilihat kekuatannya dan obsi menyiapkan mobilitas masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga:  Dari Empat Kabupaten di Madura, Sumenep Terbanyak ODP Kasus Virus Corona

Leave a Reply