Nenek di Pamekasan Ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Tidak Layak Huni

- Admin

Sabtu, 6 Februari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, SUARABANGSA.co.id Salami, nenek yang tinggal di Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu Pamekasan ini hidup di gubuk tidak layak huni ini.

Ia harus membuang jauh-jauh impiannya hidup nyaman dan menikmati masa tuanya dengan gembira.

Bahkan nenek yang berumur 67 tahun tersebut juga hidup sebatang kara.

Selain kumuh, dan dikelilingi pohon bambu, gubuk yang terbuat dari anyaman bambu itu sudah bolong-bolong itu. Rumah yang menemaninya puluhan tahun itu sudah lapuk.

Tak hanya itu, gubuknya juga berdiri diatas tanah, milik salah satu warga sekitar yang simpatik terhadapnya.

Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, Salami menjual makanan, kalau orang Pamekasan menyebutnya ‘Campor’, yaitu perpaduan lontong, mie dan sayur berkuah.

Baca Juga:  Korban Penganiayaan di Jalan Lingkar Selatan Sampang Ternyata Maling Tabung Gas Elpiji

“Jika penghasilan saya dalam sehari dapat 30 ribu, saya tidak dapat untung, jika dapat 35 ribu, saya untung 5 ribu,” tuturnya.

Selama hidupnya ia hidup sebatang kara, dikarenakan sejak muda ia tidak pernah menikah, sedangkan 2 saudara kandungnya berada jauh darinya.

“Saudara saya jauh, dan sama-sama orang miskin, jadi, mana tega saya meminta bantuan kepada mereka, dan saya tidak mau menjadi beban buat mereka,” kata Salami.

Salami juga bercerita jika di gubuknya sering ada binatang masuk yang membuatnya ketakutan, selain tikus yang biasa ia temui di setiap sudut gubuknya, juga ada ular cobra yang juga menempati lemari bajunya.

Sehingga Salami memutuskan untuk mengeluarkan semua baju yang ada, berharap lemari bajunya tidak ditempati ular lagi.

Baca Juga:  Dukung BUMD Pangan Bojonegoro, Eko Wahyudi: Jadi Instrumen Percepatan Asta Cita di Daerah

Selain binatang, ia juga bercerita jika baju-bajunya banyak yang sobek karena dimakan tikus.

“Mau gimana lagi, memang tempat dan keadaan saya sudah seperti ini, saya hanya bisa pasrah, serta berdoa memohon perlindungan kepada Allah SWT,” ucapnya.

Ia juga menceritakan jika listrik untuk menerangi gubuknya, dibantu pemilik warung makan, yang berada tidak jauh dari gubuknya.

Selain Listrik, ia juga terkadang dikasih makan oleh si pemilik warung, juga orang-orang yang simpatik terhadapnya.

Ditanya terkait ia dapat bantuan atau tidak, Salami mengatakan bahwa dulu sekali ia pernah menerima, berupa sembako tiap bulan, akan tetapi beberapa tahun ini ia tidak menerima lagi.

Baca Juga:  DPD Golkar Bojonegoro Segera Proses PAW Rasidjan

“Kok tega ya, mungkin sekarang sudah dipecat, sehingga saya tidak lagi menerima bantuan dari pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu Lurah Lawangan Daya Misjayan, saat dihubungi melalui telepon mengatakan, sedang ada keperluan penting di luar, sehingga tidak bisa menemui atau mendampingi wartawan yang berkunjung.

Misjayan berharap ada dermawan yang mau membantunya, untuk memenuhi kebutuhan hidup salah satu warganya, yang memang sangat membutuhkan uluran tangan para Dermawan juga Pemerintah.

“Saya sangat berterima kasih mbak, jika melalui berita di Media ini, ada Dermawan yang mau membantu, serta ada kepedulian lebih dari pihak-pihak terkait, khususnya,” terang Misjayan.

Berita Terkait

Peringati Harkopnas ke-79, Pasar Wisata Bojonegoro Dipadati Ribuan Peserta Jalan Sehat
Bupati Setyo Wahono Lepas Jalan Sehat Harkopnas: Koperasi Pilar Utama Ekonomi Bojonegoro
Lewat Program IVF Morula Surabaya, Pasutri Sumenep Akhirnya Miliki Bayi Kembar Setelah 22 Tahun
Absen Undangan Kapolres, SMSI Sumenep Tegaskan Bukan Bagian Aksi Boikot
Baru 6 Desa Beroperasi, KDMP Pungpungan Kalitidu Masih Terkendala Perizinan Produk Lokal
Gandeng Musisi Papan Atas, All Out Festival 2026 Targetkan Geliat Ekonomi Kreatif Bojonegoro
Akses Jalan Cor Kalianyar-Temayang Dongkrak Ekonomi, Sayang Sebagian Jalur Masih Gelap Gulita
Sepi Job di Bulan Suro, Biduan Asal Kapas Bojonegoro Banting Setir Jualan Rujak lewat Live TikTok

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 05:15 WIB

Bupati Setyo Wahono Ajak Media Gaungkan Layanan Unggulan RSUD dan Rencana Kampus UB di Bojonegoro

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:47 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Bojonegoro Salurkan Bantuan Sarana Prasarana Pertanian

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:57 WIB

Bupati Bojonegoro: Koperasi Modern Harus Jadi Penyerap Utama Hasil Bumi, Bukan Sekadar Papan Nama

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:51 WIB

Meski Pendapatan Lampaui Target, DPRD Bojonegoro Soroti DBH Migas hingga Program Gayatri

Selasa, 7 Juli 2026 - 22:50 WIB

Bupati Bojonegoro Warning KPM Gayatri: Jual Ayam Bantuan, Siap-Siap Blacklist

Selasa, 7 Juli 2026 - 22:48 WIB

DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Bupati Setyo Wahono: WTP Bukan Sertifikat Anti-Korupsi

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:48 WIB

Resmi Dibuka, Pameran ALLPACK Surabaya 2026 Perkuat Daya Saing Lewat Inovasi Kemasan

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WIB

Kadis DPMD Sumenep Gerak Cepat Tindak Lanjuti Perangkat Desa Rangkap Jabatan

Berita Terbaru