Mahasiswa STIE Wisya Gama Lumajang, Mengaku Ketipu Dengan PT Q-Net

- Admin

Minggu, 15 September 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LUMAJANG, SUARABANGSA.co.id – Salah seorang mahasiswi STIE Wisya Gama Lumajang bernama Fanny mengaku pernah tertipu oleh senior Q-Net pada bulan Februari 2019 dengan modus diawali dengan penipuan.

Fanny merupakan warga Dusun Kebonan Kecamatan Pasirian, ia mengaku pernah menjadi korban dari bisnis Q-Net, saat berada di Surabaya

Hal itu terungkap saat Kapolres Lumajang melakukan sosialisasi kepada mahasiswa STIE Wisya Gama terkait Kasus money game model ini.

“Saya diarahkan ke gedung Pakuwon Center lantai atas untuk mendapat presentasi dari 2 orang senior Q-Net bersama banyak orang rekrutan baru lainnya,” paparnya.

Baca Juga:  Tim Cobra Polres Lumajang Gagalkan Penyelundupan Sabu Hampir 5 Kilo

Fanny itu tidak memiliki uang, disarankan untuk menggadaikan barang dan menjual semua perhiasannya untuk membeli sebuah prodak dari Q-Net seharga 10 juta.

Fanny menjelaskan dirinya juga dipaksa untuk segera merekrut orang dengan cara yang sama yakni menawarkan pekerjaan sebagai pendata barang dengan gaji 3 juta perbulan.

“Saya mencari cara untuk kabur dari tempat itu. Saya melarikan diri dibantu dengan ibu Kosnya di Surabaya dan diantarkan ke terminal agar dapat kembali pulang,” jalan Fanny.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menjelaskan bahwa, bisnis dengan skema system piramida sangat rentan dijadikan model money games atau permainan uang. Kalaupun ada barang, sebenarnya penjualan barang hanyalah sebagai kedok belaka.

Baca Juga:  Warga Wangkalkepuh Ancam Tutup Akses Tambang Galian C Milik CV Adijoyo

“Dalam konsep skema piramida, secara teoritis yang menang maksimal hanya 13 % dan yang kalah 87%. Makanya model bisnis skema piramida dilarang di banyak negara di dunia karena sangat berbahaya,” ungkap Arsal yang merupakan alumnus S3 Universitas Padjajaran Bandung angkatan 2010 bidang hukum bisnis.

Berita Terkait

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi
Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI
Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak
Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming
Soal Limbah di Persawahan, Kapolsek Dander Bojonegoro Turun Langsung Turun
Ironi Angka Kemiskinan Bojonegoro: Data Melandai, Tapi 122 Desa Masih Rentan
Petugasnya Dituding Tidak Sopan, DPRD Sampang Ingatkan Puskesmas Camplong Beri Pelayanan Maksimal
Pasien Mengeluh, Oknum Dokter di Puskesmas Camplong Tak Sopan

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 20:32 WIB

Pemkot Blitar Disorot TKW Asal Tulungagung, Dugaan Ketidakharmonisan

Rabu, 15 April 2026 - 16:42 WIB

Terkendala Izin BBWS DPRD Bojonegoro dan Pihak Eksekutif Sidak Bengawan Solo

Rabu, 15 April 2026 - 15:26 WIB

Sinergi dan Inovasi Layanan Jadi Kunci Penyusunan Renja 2027 DKP Jatim

Selasa, 14 April 2026 - 10:50 WIB

Bojonegoro Borong Penghargaan TOP BUMD 2026, Sinyal Positif Tata Kelola Ekonomi Daerah

Selasa, 14 April 2026 - 00:55 WIB

Dugaan Penggelapan Pembelian Mesin Es Rp500 Juta, warga Tapelan Laporkan AB mantan menejer PT BAI ke Polisi

Sabtu, 11 April 2026 - 19:10 WIB

Delegasi DPC Bojonegoro Tiba di Malang, Siap Sukseskan Konferda Projo Jatim 2026

Sabtu, 11 April 2026 - 16:06 WIB

SMSI Bojonegoro Berganti Nahkoda, Kustaji Resmi Gantikan Sasmito Anggoro

Kamis, 9 April 2026 - 19:18 WIB

LPG 3 Kg Langka di Bojonegoro, Harga Tembus Rp40 Ribu: DPRD Desak Sanksi Pidana bagi Oknum

Berita Terbaru