Ingin Gabung ke Q-Net, Warga Aceh Paksa Orang Tua Jual Kebun

Q-Net, Kapolres Lumajang

AKBP Arsal Sahban, menjelaskan kejadian korban PT Q-NET.

LUMAJANG, SUARABANGSA.co.id – Kasus PT Q-Net yang berhasil dinongkar oleh Polres Lumajang semakin hari semakin menggelinding.

Sebuah akun facebook bernama @Hellen27-07 yang diposting ke facebook group Sahabat M.A.S, yang mengaku berasal dari Aceh menceritakan pengalamannya tentang musibah bergabung dengan PT Q-Net.

Ia menceritakan bahwa diajak temannya untuk bergabung dengan PT Qnet di Kabupaten Kediri. Seperti biasa, modus yang dilakukan selalu sama yakni adanya lowongan kerja sebagai pendata barang dengan gaji 3 juta per bulan.

“Jika dipikir logika, siapa yang tidak tergiur dengan pekerjaan sepele namun gajinya cukup besar,” tulisnya.

“Korbannya banyak pak, bukan cuma saya dan cerita kami sama seperti yang korban lain rasakan. Saya dipaksa menjual kebun orang tua saya pak, sampai orang tua saya hampir cerai pak, dan saya di musuhin sama semua keluarga saya,” imbuhnya dalam tulisan tersebut.

Baca Juga:  Soal Bisnis Q-Net di Lumajang, Ini Pengakuan Para Korban

Sementara, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MH, MM mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendalami kasus tersebut, di media social baik Facebook Twitter maupun Instagram.

“Berita ini, benar benar menjadi trending topic. Saya berharap kepada para korban agar melaporkan dan membawa bukti penipuan ke markas Cobra Polres Lumajang untuk memperkuat bukti-bukti yang kami perlukan,” papar Arsal.

Ia juga meminta dukungan dari masyarakat, agar bisa membongkar jaringan bisnis yang merugikan banyak orang itu.

Baca Juga:  Kecelakaan Maut di Silo Jember, Lima Orang Tewas

“Saya meminta doa kepada masyarakat Indonesia agar kasus ini dapat kita bongkar sampai tuntas,” terang pria lulusan S3 Universitas Padjajaran angkatan tahun 2010 bidang hukum bisnis.

Leave a Reply