Tak Hanya Banser, Nama Pagar Nusa Juga Dicatut Dalam Aksi Tolak RUU HIP di Sampang

- Admin

Jumat, 3 Juli 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Ketua Pimpinan Cabang Pagar Nusa mengingatkan penyelenggara Aksi Tolak RUU HIP di Sampang untuk tidak mencatut nama organisasi tanpa konfirmasi. Ini menyusul beredarnya undangan berlabel Habib-Ulama dan Tokoh Madura menolak RUU HIP di media sosial.

“Tidak bermoral, mencatut tanpa izin dan tidak ada koordinasi dengan Pengurus Cabang (PC),” kata Wahyudi, dikutip dari laman nusampang.com, Jum’at (03/07/2020).

Dijelaskan, pihaknya tidak pernah dikonfirmasi oleh siapapun terkait adanya rencana aksi tersebut. “Jangankan diajak rapat, ditelpon saja tidak pernah sehingga kami ingin klarifikasi bahwa Pagar Nusa Sampang tidak tahu menahu dan tidak terlibat dalam aksi tersebut,” jelasnya.

Baca Juga:  Pedagang Masker di Sampang Sempat 'Panen', Kini Penjualan Mulai Merosot

Sebagai ketua, Wahyudi akan menindak tegas setiap anggotanya yang ketahuan terlibat aksi dengan mengatasnamakan Pagar Nusa.

“Jika ada anggota Pagar Nusa yang terlibat aksi maka itu anggota Pagar Nusa liar dan jika mereka terdaftar dan punya Kartu Tanda Anggota maka akan segera kami coret dari keanggotaan,” tegas Wahyudi.

Menurut dia, sikap tegas harus diambil karena Pagar Nusa didirikan untuk menjaga Kyai NU serta menjalankan segenap perintah kyai dan Ulama NU.

“Jadi secara kelembagaan kami hanya tunduk pada instruksi PBNU, PWNU dan PCNU Sampang, diluar itu tidak ada yang bisa memerintahkan kami untuk bergerak,” tandasnya.

Baca Juga:  Wifi Gratis Tak Berfungsi Maksimal, Diskominfo Sampang: Dampak Rasionalisasi Anggaran

Saat ditanya soal responnya terkait RUU HIP, Wahyudi mengatakan senantiasa akan mengikuti kebijakan para kyai dan Ulama NU mulai dari pusat hingga daerah.

“Sikap PBNU sudah jelas menolak RUU HIP itu sudah menjadi sikap Pagar Nusa Sampang,” ucapnya.

Wahyudi menambahkan bahwa dulu yang menjadi garda terdepan dalam melawan komunis di Indonesia hanyalah para Kyai, Kader dan Warga NU bahkan banyak yang menjadi korban. Untuk itu, kata Wahyudi, NU tidak perlu lagi diajari cara bersikap dalam menghadapi isu komunis saat ini.

“Para Kyai NU lebih tahu kapan waktunya bergerak secara massif, karena dulu di tahun 1948 dan 1965 para Kyai NU lah yang terdepan, jika saat ini belum ada instruksi dari Kyai NU untuk bergerak berarti isu komunis ini masih belum berkategori siaga,” pungkas Wahyudi.

Baca Juga:  Launching Nama dan Logo Baru, PT BPRS Bakti Artha Sejahtera Sampang siap Bertransformasi

Sebelumnya, beredar undangan yang mengatasnamakan Habib Ulama dan Tokoh Madura Kabupaten Sampang untuk menolak RUU HIP dan mendukung serta mengawal fatwa MUI se Indonesia.

Dalam undangan tersebut ditulis turut mengundang sejumlah ulama dan ormas termasuk Pagar Nusa dan Banser. Aksi itu akan dilaksanakan pada hari Senin (06/07/2020) dengan start dari Monumen Trunojoyo menuju Gedung DPRD Sampang.

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru