PAMEKASAN, SUARABANGSA.co.id – Menjadi seorang nelayan teryata tidak cukup gampang. Ada suka dukanya dalam mengarungi lautan.
Bahkan, terkadang nyawa sebagai taruhan dalam mencari sesuap nasi untuk keluarga tercinta.
Namun, jika untung sejumlah uang langsung dibawa pulang untuk anak istri. Bisa dikatakan cukup untuk belanja dalam sehari.
Pagi ini, perahu para Nelayan bersandar di Dermaga Branta Pesisir Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur.
Setelah semalam berkeliling lautan untuk menjaring ikan, dan akhirnya Perahu Nelayan bersandar di Dermaga.
Para nelayan menjual menjual hasil tangkapannya, Minggu (13/03/2022) pagi. Setelah itu baru pulang ke anak istrinya.
Selain ada Agen langganan yang sudah menunggu, para pembeli eceran pun juga sudah menunggu kedatangan Perahu Nelayan setiap harinya untuk membeli ikan hasil tangkapan para Nelayan, salah satunya yakni Perahu milik Badrul Qomar.
“Kita berangkat sore hari, dan kita menepi saat pagi menjelang,” ucap Badrul Qomar salah satu pemilik Kapal yang ada di Dermaga Branta Pesisir.
Dengan diikuti oleh sebanyak 30 awak setiap harinya, Badrul mengais rizki di tengah lautan pada saat malam tiba.
Ditanya terkait hasil tangkapan, Badrul mengatakan jika untuk penghasilan setiap harinya itu tidak menentu, tergantung dari jenis serta banyaknya ikan yang mereka tangkap.
“Kadang per-orang dapat pembagian masing-masing 100.000 hingga 400.000,” katanya.
Badrul juga mengatakan tak jarang pula jika hasil tangkapan yang mereka dapatkan sedikit, sehingga pembagian yang didapat per-orang hanya sebesar 20.000 saja.
“Dan jika purnama sudah tiba, maka kami akan libur selama 10 hari, karena disaat purnama maka ikan-ikan yang ada di lautan sulit untuk ditangkap,” tuturnya.
Tapi meski begitu dirinya tetap bersyukur, mengingat lingkungan rumah yang memang berada di pesisir jadi dia bisa berbagi pekerjaan serta rezeki dengan tetangga sekitar.















