Pakai Kalimat Satire, Pria Jomblo Sampaikan Kritik di Depan Gedung DPRD Sumenep

- Admin

Kamis, 26 September 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Ditengah riuhnya demonstrasi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, ada satu orang yang menyita perhatian petugas pengamanan dan demonstran, Kamis (26/09).

Ada satu orang pria dengan memakai masker untuk menutup sebagian mukanya tiba-tiba muncul dari arah selatan, setelah massa aksi dari gabungan Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) membubarkan diri.

Pria bermasker itu menggunakan kaos lengan panjang dengan kombinasi warna abu-abu tua dan hitam, dengan celana jens abu-abu dan memakai sandal.

Baca Juga:  Beda Sanksi Denda di Kasus Pelanggaran Prokes Taddan Camplong dan Pajeruan Kedungdung

Pria tersebut membawa standing banner dan poster yang bertuliskan “Kami rela panas2an demi ‘KEPENTINGAN RAKYAT’ karena dak ada apa2anya daripada panasnya ‘Ngeliat dia jalan sama yang lain’, “Korban janji ditinggal rabi kita ikhlaskan, korban janji karena korupsi kita lawan”, dan “Demonya sendirian karena bukan mahasiswa atau komunitas manapun, Hanya seorang Jomblo yang cari keadilan”.

Selain membawa alat-alat untuk menyampaikan keritikannya tentang RKUHP kontroversial dan RUU KPK, ia juga membawa air dan kua yang dibungkus dalam plastik kuning.

Baca Juga:  Dinsos Pamekasan Akhirnya Bawa Bocah Penderita Jantung dan Liver Ini ke Rumah Sakit

Pria yang mengaku bernama Hendro itu mengatakan bahwa apa yang dilakukan itu merupakan sebuah keprihatinan dirinya kepada isu-isu soal pelemahan KPK, dan juga penegakan korupsi di negeri ini.

“Ini semacam kritik, Satire, sindiran gitu,” uangkapnya.

Berita Terkait

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi
Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI
Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak
Dilaporkan Hilang, Seorang Anak di Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Bekas Tambak
Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming
Soal Limbah di Persawahan, Kapolsek Dander Bojonegoro Turun Langsung Turun
Ironi Angka Kemiskinan Bojonegoro: Data Melandai, Tapi 122 Desa Masih Rentan
Petugasnya Dituding Tidak Sopan, DPRD Sampang Ingatkan Puskesmas Camplong Beri Pelayanan Maksimal

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 08:15 WIB

KDMP di Desa Belun Bojonegoro terganjal dengan SHGB dan SHM, desa Belun terancam tidak punya KDMP

Jumat, 24 April 2026 - 08:10 WIB

Polemik Konser 3 Dekade BPR Bojonegoro: Antara Isu Anggaran Rp1,1 Miliar, Penjualan Tiket, dan Transparansi Aset Daerah

Rabu, 22 April 2026 - 19:37 WIB

Acara Ulang Tahun BPR Bojonegoro, mulai jadi Rasan-Rasan Gens Z

Rabu, 22 April 2026 - 17:39 WIB

SHGB Dipersoalkan Desa, Ahli waris Wadul ke DPRD Bojonegoro

Rabu, 15 April 2026 - 16:42 WIB

Terkendala Izin BBWS DPRD Bojonegoro dan Pihak Eksekutif Sidak Bengawan Solo

Rabu, 15 April 2026 - 15:26 WIB

Sinergi dan Inovasi Layanan Jadi Kunci Penyusunan Renja 2027 DKP Jatim

Selasa, 14 April 2026 - 10:50 WIB

Bojonegoro Borong Penghargaan TOP BUMD 2026, Sinyal Positif Tata Kelola Ekonomi Daerah

Selasa, 14 April 2026 - 00:55 WIB

Dugaan Penggelapan Pembelian Mesin Es Rp500 Juta, warga Tapelan Laporkan AB mantan menejer PT BAI ke Polisi

Berita Terbaru