BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus memacu transformasi layanan kesehatan di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo.
Melalui Forum Konsultasi Publik yang digelar di Auditorium Selasih, Kamis (12/3/2026), terungkap bahwa rumah sakit rujukan utama ini kini telah dilengkapi deretan fasilitas medis berbasis teknologi tinggi guna mempercepat penanganan kasus darurat.
Kegiatan tersebut yang dihadiri lebih kurang lebih dari 100 undangan dari unsur.
Dalam pantauan awak media pimpinan DPRD Umar abdhuloh, jajaran OPD, hingga kepala puskesmas, KBIH Bojonegoro, Bupati Bojonegoro H.Setyo Wahono,Ketua komisi C Ahmad Supriyanto, sekertaris Komisi B Sally atyasasmi,dan beberapa media yang meliput dibojonegoro.
Kegiatan ini menjadi wadah serap aspirasi sekaligus ajang pemaparan kemajuan fasilitas kesehatan daerah Bojonegoro.
Dalam laporan Direktur RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo, dr. Ani Pujiningrum, memaparkan bahwa lompatan teknologi telah dilakukan, di antaranya menghadirkan CT-Scan 256 Slice.
Alat ini mampu memindai organ tubuh, termasuk jantung yang sedang berdenyut, dengan akurasi tinggi dalam waktu singkat.
Selain itu, tersedia layanan MRI untuk diagnosis mendalam tanpa risiko radiasi. Salah satu pilar unggulan adalah Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PJPT) yang didukung fasilitas Cathlab (Laboratorium Kateterisasi Jantung) dan ICCU.
“Kami kini mampu melakukan tindakan intervensi seperti pemasangan ring jantung secara mandiri,” jelas Ani.
Tambahnya,Rumah sakit juga meluncurkan program RITMIK ENERJIK (Rujukan Terintegrasi Infark Miocard dan Kasus Emergency Jantung dengan Penanganan Komprehensif) untuk memangkas waktu penanganan (golden period) pada pasien serangan jantung guna menekan risiko kematian.
Layanan Spesialis dan Fasilitas Kritis
Tak hanya jantung, RSUD juga memperkuat unit perawatan intensif dan bedah spesialistik,
meliputi,
Perawatan Intensif, Tersedia unit PICU (anak) dan NICU (bayi) dengan peralatan modern.
Bedah Saraf dan Onkologi, Penanganan kasus kompleks saraf hingga operasi kanker yang terintegrasi dengan layanan kemoterapi.
ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy), Teknologi penghancur batu ginjal tanpa sayatan bedah.
Layanan Hemodialisa,Unit cuci darah dengan kapasitas yang terus ditingkatkan.
Secara fisik, RSUD Bojonegoro telah melakukan ekspansi dengan pembangunan Gedung G, Gedung H lantai 3, dan Gedung I.
Rumah sakit ini juga telah ditetapkan sebagai Rujukan K3RS oleh Kementerian Kesehatan sejak November 2025 dan memiliki layanan vaksinasi internasional bersertifikat.
Dengan kelengkapan fasilitas dan tenaga spesialis ini, warga Bojonegoro kini tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kota besar untuk mendapatkan akses medis kelas satu.
“Di saat Anda membutuhkan pelayanan kesehatan, serta Vaksin kami siap melayani,” tegas
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, dalam sambutanya menegaskan bahwa forum ini merupakan instrumen penting untuk membangun transparansi antara pemerintah dan masyarakat.
“Forum ini adalah ruang dialog terbuka untuk mengetahui secara langsung harapan masyarakat. Kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan, baik dari sisi SDM maupun fasilitas yang lebih responsif,” ujar Wahono.
Lanjut Bupati yang akrab di panggil mas Bupati tersebut, berharap Rumah sakit yang tersebar di Bojonegoro menjadi Wisata rumah sakit yang dimana ramah lingkungan, dan tidak hanya orang sakit saja mendapat pelayanan, tapi bagi warga yang tidak sakit pun mendapat pelayanan dari rumah sakit, dengan adanya rumah sakit yang ada di Bojonegoro harapan kedepan menjadi dasar dan landasan pendapatan Daerah Bojonegoro selain dari Migas.
“Tidak selamanya kita mengandalkan pendapatan Daerah dari perolehan migas,namun dengan adanya rumah sakit yang tersebar di Bojonegoro,menjadi penyokong pendapatan Daerah, serta menjadi wisata rumah sakit, yang paling utama adalah pelayanan ditingkatkan lagi bagi warga yang tidak sakit,kita tidak berharap warga Bojonegoro sakit”terangnya.
Selain itu Wahono juga mengajak kepada para dokter Puskesmas perawat puskesmas lebih siaga selama 24 jam,lebih edukatif, lebih humanis dan komunikatif dengan media,agar masyarakat mendapatkan edukasi
Kabar terbaiknya adalah Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) telah dinaikan.
“Pelayanan dipuskesmas ini kerjanya 24 jam, dan dengan adanya kabar baik kenaikan TPP, agar kedepan pelayanan ditingkatkan lagi, meskipun itu kecil kami harap teman-teman di puskesmas tetap semangat,edukasilah masyarakat dan layanilah masyarakat dengan senyum bahagia” pungkasnya.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















