BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyalurkan bantuan 200 unit becak listrik produksi PT Pindad kepada para pengayuh becak di wilayah Bojonegoro, Selasa (10/3/2026).
Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, di Pendopo Malowopati.
Acara penyerahan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Nurul Azizah, Ketua DPRD Abdullah Umar, jajaran pimpinan DPRD, serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat se-Kabupaten Bojonegoro.
Secara terpisah Bupati Setyo Wahono memberikan penegasan khusus mengenai sumber bantuan yang berasal dari inisiatif personal dari Presiden RI Prabowo Subianto.
“Becak listrik ini murni adalah pembiayaan pribadi Pak Presiden Prabowo Subianto lewat Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN)
(YGSN). Minimal kriterianya adalah usia pengemudi becak yang usianya 50 tahun,” terangnya.
Pemilihan kriteria usia ini bertujuan agar para pengayuh becak yang sudah senior mendapatkan bantuan teknologi untuk meringankan beban fisik mereka saat mencari nafkah.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa bantuan ini mengusung misi efisiensi biaya operasional sekaligus pelestarian alam. Penggunaan motor listrik dinilai jauh lebih ekonomis dibandingkan tenaga manual.
“Harapan yang kedua adalah penggunaan energi termurah dan bukan energi manusia (red: listrik). Pak Presiden juga mengarahkan kita untuk menggunakan ramah lingkungan yaitu listrik,” ungkap Setyo Wahono.
Tidak berhenti pada sektor transportasi becak, Bupati Setyo Wahono juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mengusulkan bantuan bagi sektor UMKM lainnya, khususnya para pedagang keliling.
“Ya tadi kita juga usulkan juga agar ada bantuan untuk pedagang mlijo (red: Rengkek). Kalau becak kan untuk angkut (penumpang), nah harapannya pedagang rengkek juga bisa tersentuh,” tambahnya.
Dalam pantauan Awak media SUARABANGSA.co.id, Suasana Alun-Alun Bojonegoro tampak semarak saat ratusan pengayuh becak melakukan konvoi bersama jajaran pejabat daerah.
Bupati Setyo Wahono beserta para kepala OPD turut naik ke atas becak listrik tersebut untuk berkeliling di kota Bojonegoro sampai di alun-alun dan finish di pendopo, hal ini sebagai bentuk dukungan moral.
Dari berbagai sumber yang awak media terima, Sebagai bentuk apresiasi langsung, Bupati juga menginstruksikan para pejabat yang menumpang untuk memberikan uang tips sebesar Rp100.000 kepada setiap pengayuh becak.
Dan dari pengumpulan informasi becak yang seharga 22 juta,dari jarak tempuh kurang lebih 35 kilometer dan diproduksi teknologi dari PT Pindad ini kolaborasi bersama salah satu produsen sepeda listrik dari cina yaitu Viar, para pengayuh di Kota Ledre kini memiliki daya jangkau yang lebih luas dengan biaya operasional minim, sekaligus mendukung terciptanya ramah lingkungan.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















