Proyek Drainase ‘Siluman’ di Desa Wedi Bojonegoro Jadi Sorotan Warga

- Admin

Rabu, 17 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Proyek pembangunan saluran air (drainase) dan penataan bahu jalan yang berlokasi di area persawahan Desa Wedi arah jalan kalianyar ke Tanjungharjo, kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, tengah menjadi perbincangan hangat dan sorotan di kalangan masyarakat desa Wedi dan penguna jalan tersebut.

Pasalnya, pengerjaan infrastruktur tersebut dituding sebagai “proyek siluman” karena tidak adanya papan informasi proyek di lokasi kegiatan.

Munculnya tudingan “proyek siluman” pada pengerjaan pemasangan beton U-ditch (drainase) dan perataan tanah di bahu jalan. Sisa galian diatas jalan tersebut hampir satu Minggu belum beres, dan bekas galian mengakibatkan laka bila musim hujan.

Dari pengalian informasi Suara bangsa,
Proyek ini dikerjakan oleh sejumlah pekerja lapangan, namun pihak pelaksana (kontraktor) maupun sumber pendanaannya tidak diketahui pasti oleh warga sekitar. Sebab di sekitar area tidak ada papan pengumuman, dan saat awak media konfirmasi ke pejabat desa dari BPD sampai Kepala Desa mereka tidak tahu itu proyeknya siapa, di duga mereka tidak izin ke desa saat mengerjakan proyek tersebut.

Baca Juga:  SMAN 3 Bojonegoro Rekreasi ke Bali

Heru Purnomo selaku kepala Desa Wedi saat dihubungi oleh Awak media lewat ponselnya tidak tahu proyek tersebut milik siapa, karena tidak melapor di kantornya, hal tersebut hampir sama yang disampaikan oleh ketua BPD desa Wedi, juga desa tak pernah menganggarkan di tempat tersebut, dan bisa di duga proyek tersebut milik Pemkab Bojonegoro.

“Yo gc paham tho(red:Ya tidak pak tho)..q ae yo ora kok? (Saya aja tidak tahu) wong moro2 d kerjakan (tiba-tiba dikerjakan),” ungkapnya lewat chat Wanya.

Hal tersebut sangat ironi sekali saat kepala desa tidak tahu proyek tersebut, apakah desa tidak pernah mengajukan ke pemerintah, kok sampai ada proyek yang tidak laporan ke desa.

Baca Juga:  Dandim 0813 Bojonegoro Beri Motifasi kepada SPPI

“enek sing laporan deso enek sing ora…(Red: Ada yang laporan desa ada yang tidak)” Alibi kepala desa pada awak media Suara bangsa.

Jalan akses persawahan, Desa Wedi Kecamatan Kapas pada tanggal 16/12/2025 Pengerjaan terpantau oleh awak media Suara bangsa sedang berlangsung aktif pada hari itu, dengan para pekerja yang mulai memasang material beton(Udith) di sisi jalan. Tanpa ada lantai dasar di lakukan.
Saat para pekerja di konfirmasi, mereka saling saling aksi lempar tidak tahu nama mandor dan pemilik proyek tersebut.

“Enggak ngerti mas, saya baru bekerja kemarin,” ungkapnya saat di konfirmasi oleh awak media Suara bangsa, siapa mandor proyek tersebut serta nama CVnya.

Keresahan dan sorotan warga muncul akibat tidak dipasangnya papan nama proyek yang merupakan kewajiban sesuai Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Baca Juga:  WUB Pamekasan Cetak Sepatu PSG Production

Hal ini memicu pertanyaan warga mengenai transparansi anggaran dan volume pekerjaan.

Di lokasi, terlihat material beton sudah tertanam dan sejumlah pekerja mengenakan rompi keselamatan sedang meratakan tanah. Meski pengerjaan fisik terus berjalan, tidak ditemukannya papan identitas proyek membuat warga sulit melakukan pengawasan secara mandiri.

Pelanggaran Aturan Transparansi
Secara aturan, setiap proyek yang menggunakan dana negara—baik itu dari Dana Desa, APBD, maupun APBN—wajib memasang papan informasi sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Papan tersebut seharusnya mencantumkan nama perusahaan pelaksana, nilai kontrak, serta masa waktu pengerjaan agar masyarakat bisa ikut mengawasi kualitas pembangunan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah desa maupun dinas terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai asal-usul proyek dan alasan belum terpasangnya papan informasi di lokasi pengerjaan tersebut.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027
Independensi PWI Dipertanyakan: Rangkap Jabatan BUMN Pengurus PWI Pusat Disorot Tajam
Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:01 WIB

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Independensi PWI Dipertanyakan: Rangkap Jabatan BUMN Pengurus PWI Pusat Disorot Tajam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:28 WIB

Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:24 WIB

Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:53 WIB

DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:03 WIB

BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa

Berita Terbaru

Daerah

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027

Senin, 26 Okt 2026 - 19:01 WIB