Makan Bergizi Gratis di Tengah Arus Harga Menjelang Idul Fitri, Benarkah Alasan Kesulitan Bahan?

- Admin

Senin, 23 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Memasuki pekan transisi Ramadan menuju Idul Fitri 1447 H, Kabupaten Bojonegoro tampil sebagai wilayah dengan ketahanan pangan yang cukup kontras dibanding rata-rata nasional. (23 Februari 2026) Bojonegoro Provinsi Jawa timur.

Di tengah dimulainya kembali distribusi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) per hari ini, stabilitas harga bahan pokok di Bumi Angling Dharma menjadi kunci utama kesuksesan program, meski “badai” harga mulai menerpa komoditas bumbu dapur.

Dalam investigasi Awak media Suara bangsa,Paket menu MBG rata-rata yang dipakai oleh SPPG di Bojonegoro terdiri dari roti, telur, kurma, dan salak,jambu kristal didistribusikan kepada ribuan pelajar yang ada di Bojonegoro dengan relatif tenang.

Ketenangan ini berakar pada ketersediaan stok pangan lokal yang dilaporkan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,Mencukupi.

Baca Juga:  Protes Jalan Rusak, Warga Dusun Kukur Bojonegoro Tanam Pisang di Tengah Jalan Desa Genjor

Dengan cadangan beras mencapai 6.200 ton dan harga daging serta telur yang terpantau stabil, Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Bojonegoro praktis terhindar dari tudingan “pemicu inflasi” yang saat ini santer terdengar di kota-kota besar.

Namun, kejernihan situasi di Bojonegoro bukan tanpa riak,Lonjakan harga cabai rawit yang menembus angka psikologis Rp95.000 per kilogram menjadi pengingat bahwa volatilitas pasar tetap mengintai logistik rumah tangga.

Di sinilah peran krusial pemerintah daerah terlihat; melalui gelaran Pasar Murah dan Pasar Tani, Pemkab Bojonegoro secara cerdik melakukan “operasi pasar” untuk menjaga daya beli warga non-penerima program MBG tetap terjaga.

Langkah preventif Polres Bojonegoro dan dinas terkait dalam mengawasi rantai pasok menjadi tembok penghalang bagi para spekulan yang mencoba memanfaatkan momentum Ramadan dan distribusi MBG.

Baca Juga:  Sidang Banggar Bojonegoro Memanas: Ajukan Tambahan Anggaran, DPMPTSP Justru Disemprot ‘Amburadul’ dan Anti-Kritik

Transparansi harga di Bojonegoro di mana gula pasir masih di angka Rp16.500/kg dan minyak goreng kemasan Rp19.000/liter menjadi jaminan, bahwa anggaran program gizi gratis benar-benar terserap untuk kualitas makanan, bukan habis untuk menambal selisih harga pasar yang liar.

Tantangan bagi SPPG Bojonegoro dalam beberapa minggu ke depan adalah menjaga integritas menu “tahan 12 jam” di tengah cuaca yang mulai tidak menentu.

Meskipun harga telur dan roti stabil, proses penyimpanan sebelum distribusi sore hari harus tetap steril guna menghindari risiko basi.

Keberhasilan Bojonegoro dalam menjaga harmoni antara program strategis nasional (MBG) dan stabilitas pasar domestik menjelang Lebaran harus menjadi blueprint nasional.

Baca Juga:  Kanit Lantas Polsek Mulyorejo Tindak Tegas 31 Pelanggar Lalu Lintas

Bojonegoro telah membuktikan bahwa dengan pengawasan yang ketat dan intervensi pasar yang cepat, gizi anak bangsa bisa terpenuhi tanpa harus mencekik kantong orang tua di pasar tradisional.

Dari catatan Redaksi,Data Pangan Bojonegoro (Per 23 Februari 2026),
Menu MBG yang dipasok keringan rata-rata pakai,Telur, roti, dan buah tersedia dengan harga stabil, memastikan efisiensi anggaran SPPG.

Anomali terjadi dipasaran Cabai Rawit, Harga menyentuh Rp95.000/kg, disubsidi melalui Pasar Tani menjadi Rp4.000/100gr.

Stok Beras, Melimpah (6.200 ton) menjamin kebutuhan karbohidrat masyarakat aman hingga Idul Fitri.

Dan pihak Pemkab Bojonegoro telah lakukan, Gelaran Pasar Murah serentak untuk mengendalikan harga minyak goreng, gula, dan telur.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Sidang Banggar Bojonegoro Memanas: Ajukan Tambahan Anggaran, DPMPTSP Justru Disemprot ‘Amburadul’ dan Anti-Kritik
Malam Sakral di Bojonegoro, BKN Gelar Murwa Karsa Sasi Suro, Dihadiri Tokoh Daerah hingga Mantan Kapolres
Buka Porkab II Bojonegoro, Bupati Setyo Wahono Ajak Atlet Bidik Prestasi Nasional dan Junjung Sportivitas
Bupati Bojonegoro Minta Gedung Baru Puskesmas Tanjungharjo Diimbangi Layanan Responsif
Konflik Tak Kunjung Selesai, Ratusan Hektar Lahan Sawah si Bojonegoro Terancam Tidak Tergarap
Tak Lagi Jual Gabah Mentah, Bojonegoro Kini Punya Beras Premium Rojo Nogo
Remaja 18 Tahun di Bojonegoro Lakukan Aborsi Ilegal Dibantu Ibu Kandung
Kasus BSPS Sumenep Segera Masuk Tahap Tuntutan
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:55 WIB

Sidang Banggar Bojonegoro Memanas: Ajukan Tambahan Anggaran, DPMPTSP Justru Disemprot ‘Amburadul’ dan Anti-Kritik

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:04 WIB

Malam Sakral di Bojonegoro, BKN Gelar Murwa Karsa Sasi Suro, Dihadiri Tokoh Daerah hingga Mantan Kapolres

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:18 WIB

Bupati Bojonegoro Minta Gedung Baru Puskesmas Tanjungharjo Diimbangi Layanan Responsif

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:09 WIB

Konflik Tak Kunjung Selesai, Ratusan Hektar Lahan Sawah si Bojonegoro Terancam Tidak Tergarap

Selasa, 30 Juni 2026 - 00:07 WIB

Tak Lagi Jual Gabah Mentah, Bojonegoro Kini Punya Beras Premium Rojo Nogo

Senin, 29 Juni 2026 - 19:12 WIB

Remaja 18 Tahun di Bojonegoro Lakukan Aborsi Ilegal Dibantu Ibu Kandung

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:53 WIB

Kasus BSPS Sumenep Segera Masuk Tahap Tuntutan

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:48 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Logistik KPU Sumenep 2024 Memasuki Tahapan Ekspose ke Kejati Jatim

Berita Terbaru