Wajah Baru Jalan Desa Kepoh Bojonegoro

- Admin

Selasa, 10 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Ada pemandangan baru yang menyegarkan mata saat melintasi Desa Kepoh, Kecamatan Kepohbaru. Hari Selasa (10/2/2029).

Hamparan beton yang kokoh mulai membentang, menggantikan jalan lama yang mulai usang. Namun, di balik pembangunan ini, terselip sebuah cerita tentang bagaimana sebuah desa mengambil keputusan besar demi kepentingan bersama.

Pembangunan jalan rigid beton sepanjang 1.964 meter ini sempat menarik perhatian beberapa media ekstrem,karena metode pengerjaannya yang unik,beton tidak dibongkar dan langsung di atas paving lama digelar Batu base course, Bagi mata awam hal ini mungkin terlihat tidak biasa.

Namun, jika menelisik lebih dalam, ada pesan edukasi yang penting di sana.
Keputusan tersebut lahir dari Musyawarah Desa (Musdes) pada September 2025 lalu. Dan hal tersebut juga bagian dari perintah dari Dinas pengampu BKKD Bojonegoro.

Baca Juga:  Dongkrak UMKM, SPI Gelar Pesta Rakyat Durian Nusantara di Surabaya

Certia Muslikun Kepala Desa Kepoh Kecamatan Kepohbaru, Dalam forum Musdes tersebut, warga dan tokoh masyarakat sepakat bahwa daripada menghabiskan energi dan anggaran untuk membongkar paving lama yang sudah rusak, lebih baik anggaran tersebut dialokasikan untuk memperpanjang jangkauan jalan.

“Dimusdes dari konsultan sampai, BPD,Tokoh masyarakat, Timlak dan warga sepakat tidak ada pembongkaran paving lama,” ungkapnya.

Tambah Muslikun selaku kepala desa membenarkan, kalau saat ini proses pengerjaan, wajah jalan mungkin belum terlihat “cantik” sempurna.

Karena semua Faktor cuaca dan debu konstruksi adalah bagian dari tantangan lapangan.

Baca Juga:  Cegah Penularan Covid 19, Anggota Satlantas Polres Sampang Bagi-bagi Masker

Namun, pemerintah desa memastikan bahwa kualitas tetap menjadi prioritas utama.

Secara teknis, paving lama yang sudah tertanam lama justru berfungsi sebagai landasan tambahan yang stabil,hal ini selain perintah dari konsultan juga sudah tercantum di Rencana Anggaran Belanja(RAB), di RAB tidak ada anggaran untuk pembongkaran paving tersebut.

Lanjutnya, Nantinya kekuatan jalan ini tidak hanya dinilai dari kasat mata, tetapi melalui uji laboratorium beton yang ketat sesuai standar Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bojonegoro.

“Terkait hal tersebut juga mengetahui PU Dinas Bina Marga,” terangnya.

Menurut nya, Dukungan masyarakat terkait mulusnya jalan desa kepoh menjadi dambaan warga sampai selesainya proyek ini.

Baca Juga:  Sebanyak 328 Desa di Sumenep Akan Bentuk BPD Tahun Ini

“Warga memahami bahwa sedikit ketidaknyamanan saat pembangunan adalah harga yang kecil dibandingkan manfaat jangka panjang yang akan didapat,” terangnya.

Imbuhnya, Dengan jalan yang lebar (4 meter) dan kokoh (tebal 15 cm), mobilitas hasil pertanian akan lebih cepat dan biaya transportasi warga bisa ditekan. Jalan ini bukan sekadar beton, melainkan urat nadi ekonomi yang akan membawa kemajuan bagi generasi mendatang di Desa Kepoh.

“Kini, proses pengerjaan terus dikebut menuju tahap penyelesaian akhir, kita dukung dan jaga bersama aset desa ini, karena jalan yang baik adalah awal dari kesejahteraan yang lebih merata,” pungkas Muslikun kepala desa kepoh.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Mengendap Lama, Kasus Dugaan Korupsi Logistik KPU Sumenep Belum Ada Perkembangan
Begini Komentar Ketua Komisi C, Terkait Anomali DTSEN dari BPS yang Belum Rampung
Kemenperin Dorong Industri Kayu dan Furnitur Bertransformasi Digital Lewat Indowood Expo 2026
Tak Sekadar Pameran, Indowood Expo 2026 Bidik Penguatan Ekosistem Industri Furnitur
Dalam Sosialisasi UU KUHAP Baru Bagi PPNS, Kapolres Berharap, Penyidik harus Menjalankan Tugas Dengan Profesional
PK PMII INKADHA Pertanyakan Transparansi Pengadaan Lahan Markas Batalyon di Parsanga Sumenep
Menguak Gurita Masalah BPR Bojonegoro, Di Balik Konser Band Ungu dan Akhir Jabatan Direktur Utama
Dua Pengusaha asal Kalitidu Bojonegoro Berkorban Puluhan Sapi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 06:34 WIB

Mengendap Lama, Kasus Dugaan Korupsi Logistik KPU Sumenep Belum Ada Perkembangan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 01:56 WIB

Begini Komentar Ketua Komisi C, Terkait Anomali DTSEN dari BPS yang Belum Rampung

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:19 WIB

Kemenperin Dorong Industri Kayu dan Furnitur Bertransformasi Digital Lewat Indowood Expo 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:50 WIB

Tak Sekadar Pameran, Indowood Expo 2026 Bidik Penguatan Ekosistem Industri Furnitur

Sabtu, 30 Mei 2026 - 03:47 WIB

PK PMII INKADHA Pertanyakan Transparansi Pengadaan Lahan Markas Batalyon di Parsanga Sumenep

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:47 WIB

Menguak Gurita Masalah BPR Bojonegoro, Di Balik Konser Band Ungu dan Akhir Jabatan Direktur Utama

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:51 WIB

Dua Pengusaha asal Kalitidu Bojonegoro Berkorban Puluhan Sapi

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:40 WIB

Wuling Eksion Ramaikan IIMS Surabaya 2026, Tawarkan SUV Keluarga Berteknologi EV dan PHEV

Berita Terbaru