Birokrasi Lambat Tahun-tahunan, Penanganan Longsor Nyawa Warga Bojonegoro Terancam

- Admin

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Ancaman bencana longsor akibat abrasi Sungai Bengawan Solo di Dukuh Karangwaru, Desa Sarirejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, kian mengkhawatirkan.

Namun, upaya penanganan permanen hingga kini masih jalan di tempat akibat terkendala kelengkapan dokumen administratif antarinstansi.

Dari pantauan awak media Kondisi tebing sungai di RT 12/RW 03 tersebut terus mengalami pergerakan tanah seiring naik-turunnya debit air sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.

Jika tidak segera ditangani, abrasi ini mengancam akses jalan utama desa dan keselamatan warga yang melintas di kawasan tersebut.

Baca Juga:  Ikut Sukseskan Pelaksanaan Pilkada, SMSI Sumenep Gelar Sosialisasi Bagi Komunitas Kepulauan

Dari pengalian informasi pihak desa telah berulang kali mengajukan permohonan pembangunan pelindung tebing kepada Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro dengan tembusan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Proposal serupa rutin diajukan setiap tahun, namun selalu menemui jalan buntu pada koordinasi antar-lembaga.

Di sisi lain, pihak BBWS Bojonegoro menyatakan bahwa belum turunnya izin pembangunan disebabkan oleh belum lengkapnya dokumen teknis yang diajukan oleh Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro.

Menanggapi macetnya birokrasi tersebut, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro disela-sela acara ulang tahun Gerindra yang ke 18 tahun, Sally Atyasasmi, memberikan teguran keras.
Ia menegaskan bahwa dalam situasi bencana, keselamatan warga harus berada di atas urusan administratif.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Angkat Bicara Terkait Polemik Wisuda TK, SD, SMP

“Kita jangan sampai mengabaikan keselamatan warga masyarakat Bojonegoro hanya karena renik-reniknya birokrasi,” tegas Sally saat dimintai keterangan pada Jumat (6/2/2026).

Sally mendesak Dinas PU SDA dan BPBD Bojonegoro, dan yang terkait kebencanaan untuk segera melakukan langkah darurat tanpa harus menunggu proses pembangunan permanen yang memakan waktu lama.

Menurutnya, pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah tidak boleh dijadikan alasan untuk saling melempar tanggung jawab.

“Yang paling penting adalah penanganan kedaruratan. Meski belum bangunan permanen, harus ada upaya sementara untuk menghalau agar tidak sampai memakan korban,” lanjutnya.

Baca Juga:  Jatah Pokir Anggota DPRD Pamekasan Capai Rp 67,5 Miliar

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro terkait detail dokumen yang dianggap belum lengkap serta rencana tindak lanjut jangka pendek untuk mengamankan lokasi longsor di Desa Sarirejo tersebut.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

KDKMP di Sumenep Disorot, DPRD Singgung Lelang, Kepala Desa Minta Dilibatkan
Amos Gelar FGD Bertajuk ‘Pembangunan KDKMP: Antara Bisnis atau Proyek?’, Soroti Tatakelola
Sahkan Perda Pariwisata dan Kabupaten Layak Anak, Bupati Bojonegoro: Bukti Sinergi Kuat Pemkab dan DPRD
Terima Penghargaan di Malang, Cantika Wahono Beberkan Kunci Sukses Inovasi PKK Bojonegoro
Peringati Harkopnas ke-79, Pasar Wisata Bojonegoro Dipadati Ribuan Peserta Jalan Sehat
Bupati Setyo Wahono Lepas Jalan Sehat Harkopnas: Koperasi Pilar Utama Ekonomi Bojonegoro
Lewat Program IVF Morula Surabaya, Pasutri Sumenep Akhirnya Miliki Bayi Kembar Setelah 22 Tahun
Absen Undangan Kapolres, SMSI Sumenep Tegaskan Bukan Bagian Aksi Boikot
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:28 WIB

Ribuan Relawan MBG di Pamekasan Gelar Aksi, Dukung Keberlanjutan MBG

Senin, 22 Juni 2026 - 20:13 WIB

Demo Program MBG di Bojonegoro, Massa Desak KPK Turun Tangan, DPRD Ancam Tutup Dapur Nakal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:27 WIB

PPIH Bantah Tiga Jemaah Haji Kloter 77 asal Sumenep Terlantar di Madinah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:20 WIB

Sejumlah Jemaah Haji Asal Sumenep Dikabarkan Terlantar di Madinah

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:00 WIB

Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming

Berita Terbaru