Jelang Akhir Tahun, Ketua DPD Golkar Bojonegoro Imbau Pengoptimalan Realisasi Anggaran

- Admin

Sabtu, 13 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Akhir tahun Menjelang tutup buku Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mulai lakukan penyerapan Anggaran Belanja Daerah yang pernah menjadi Sorotan Menteri Keuangan.

Dan Evaluasi terhadap pengelolaan APBD Kabupaten Bojonegoro tahun anggaran 2025 kembali mengemuka setelah Ketua DPD Partai Golkar sekaligus anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, S.Pd, hal tersebut menjadi perhatiannya.

Ahmad Supriyanto, menyampaikan dua catatan strategis yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah. Pernyataan tersebut ia sampaikan pada Selasa (2/12/2025).

Dalam penjelasannya, Ahmad Supriyanto menegaskan bahwa dukungan politik DPD Golkar terhadap Pemerintahan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah tetap berjalan seiring dengan fungsi pengawasan yang harus dijalankan DPRD.

Baca Juga:  Capaian Vaksinasi Rendah, Status PPKM Kabupaten Sampang Terlempar ke Level Tiga

Menurutnya, tata kelola Anggaran Pembangunan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro perlu terus dikawal agar pelaksanaan anggaran berlangsung akuntabel, efektif, dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

1. Antisipasi Risiko Gagal Bayar di Akhir Tahun Anggaran

Ahmad Supriyanto menyoroti potensi gagal bayar yang secara umum sering terjadi di berbagai daerah ketika beban kegiatan dan pembayaran menumpuk pada periode akhir tahun. Ia menegaskan pentingnya manajemen kas daerah yang lebih disiplin dan terukur untuk menjaga stabilitas fiskal.

“Kami mengingatkan pemerintah daerah untuk benar-benar mengantisipasi potensi gagal bayar di akhir tahun anggaran 2025. Arus kas harus dihitung matang agar tidak ada kegiatan yang tertunda pembayarannya,” ujarnya.

Ia menilai bahwa pengendalian risiko gagal bayar bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga menjadi indikator keberhasilan pengelolaan APBD dalam menjaga kepercayaan publik dan kredibilitas pemerintah daerah.

Baca Juga:  Pemkab Bojonegoro Kembali Kirim Bantuan ke Aceh dan Sumatera Utara dan Barat, Begini komentar Wakil Bupati

2. Optimalisasi Realisasi Anggaran dengan Menjaga Kualitas

Selain persoalan gagal bayar, Ahmad Supriyanto juga menekankan pentingnya pencapaian target realisasi APBD yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Target realisasi tahun 2025 berada pada angka 84 persen atau sekitar Rp 6,5 triliun dari total APBD Rp 7,8 triliun.

Tambah Ahmad Supriyanto, meluruskan bahwa pemahaman terhadap angka tersebut harus presisi, agar tidak terjadi bias informasi publik.

“Target realisasi 84 persen itu setara dengan Rp 6,5 triliun. Realisasi harus dikejar, namun kualitas pekerjaan tidak boleh dikorbankan hanya demi mengejar persentase,” tegasnya.

Baca Juga:  Jika Ada Tiga Poros di Pilpres 2024, Ini yang Bakal Terjadi Menurut Projo Bojonegoro 

Ia juga mengingatkan bahwa sejumlah pekerjaan fisik yang sedang dikerjakan memasuki fase krusial, sehingga pengawasan kualitas dan ketepatan waktu betul-betul harus diperhatikan oleh Organisasi Perangkat Daerah(OPD)terkait.

Menurutnya, Pengawasan Banggar DPRD Akan Diperketat

Sebagai bagian dari Badan Anggaran, Ahmad Supriyanto menegaskan bahwa DPRD akan memperkuat fungsi kontrol terhadap sektor belanja modal, infrastruktur, dan pelayanan publik.

Lelaki yang akrab di panggil mas pri tersebut,Juga menekankan bahwa pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap rupiah dalam APBD membawa manfaat konkret bagi masyarakat.

“Banggar DPRD akan terus memonitor agar APBD dikelola secara akuntabel, transparan, dan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat Bojonegoro,” pungkasnya.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA
Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021
Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru
DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting
Bupati Setyo Wahono Sampaikan Nota Penjelasan 5 Raperda dalam Paripurna DPRD Bojonegoro
Perkuat Sinergi, SMSI Bojonegoro dan Bupati Setyo Wahono Bahas Ekosistem Media Sehat
Merawat Aspirasi Lewat Kerja Nyata, Sally Atyasasmi Sabet Gelar ‘The Inspiring Legislator’
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:03 WIB

SMSI Sumenep Bahas Konsolidasi dan Pemantapan Program 2027 bersama SMSI Jatim

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:45 WIB

DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Berita Terbaru