Menaruh Fondasi Masa Depan: Bojonegoro Rancang RKPD 2027 sebagai Pijakan Pembangunan Berkelanjutan

- Admin

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mulai memetakan arah masa depan daerah melalui Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Digelar di Ruang Pertemuan Angling Dharma, Jumat (23/1/2026), Bojonegoro Provinsi Jawa timur.

Forum ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan upaya strategis dalam menyelaraskan visi jangka panjang dengan kebutuhan riil masyarakat.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, dalam keterangannya menegaskan bahwa penyusunan RKPD 2027 harus menjadi jembatan yang kuat menuju kemajuan berkelanjutan.

Dengan mengusung tema penguatan pelayanan dasar dan infrastruktur, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan memiliki dampak domino bagi kesejahteraan warga di tahun-tahun mendatang.

“RKPD 2027 harus disusun secara inklusif. Kita mendengar aspirasi dari bawah sejak awal agar dokumen ini menjadi fondasi kokoh bagi pembangunan Bojonegoro di masa depan,” ujar Setyo Wahono di hadapan jajaran Forkopimda, akademisi, dan tokoh masyarakat.

Baca Juga:  Bupati dan Wabup Bojonegoro Evaluasi Ulang Camat hingga Pejabat Strategis Bergeser

Narasi pembangunan Bojonegoro tidak berangkat dari nol. Berdasarkan data yang dipaparkan, Bojonegoro mencatatkan performa gemilang sepanjang tahun 2025.

Salah satu capaian paling mencolok adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai angka 73,74. Kenaikan sebesar 0,99 poin ini mencatatkan Bojonegoro sebagai daerah dengan peningkatan IPM tertinggi di seluruh Provinsi Jawa Timur.

Di sektor ekonomi, pertumbuhan tercatat stabil di angka 6,39 persen (dengan migas), sementara tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan dari 4,42 persen pada 2024 menjadi 3,90 persen pada 2025.

Baca Juga:  Nah Lo !! Ketahuan Publik, Proyek yang Diduga Diborongkan Pemdes Sarimulyo Banyuwangi Akhirnya Dikembalikan

Angka kemiskinan pun terus menunjukkan tren positif dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 2.430 jiwa dalam satu tahun terakhir.

Dalam target capaian pemkab Bojonegoro menargetkan untuk Tujuh Pilar yang difokuskan di tahun 2027.

Menanggapi capaian tersebut, Pemkab Bojonegoro menetapkan tujuh fokus perencanaan untuk tahun 2027 guna menjaga momentum pertumbuhan,

1,Akselerasi Pengentasan Kemiskinan,
2,Melanjutkan tren penurunan angka kemiskinan ekstrem.
3,Kedaulatan Pangan,Memperkuat posisi Bojonegoro sebagai lumbung pangan.
4,Stabilitas Ekonomi: Pengendalian inflasi daerah.
5,Modernisasi Birokrasi, Digitalisasi
layanan publik dan reformasi birokrasi.
6,Ketangguhan Daerah,Mitigasi dan penanganan kebencanaan.
7,Infrastruktur Dasar,Pemerataan
pembangunan fisik yang mendukung mobilitas ekonomi.

Dalam hal ini Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Abdullah Umar, memberikan catatan penting mengenai aspek partisipatif.

Baca Juga:  Videotron Bertahun-tahun di Bojonegoro Terlihat Mati dan Tak Terawat, Siapa Yang Bertanggung Jawab?

Ia mengungkapkan bahwa sebanyak 809 usulan kegiatan dari berbagai fraksi telah terverifikasi dalam sistem SIPD RI.

“Kami ingin RKPD ini mencerminkan kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput. Bukan hanya memenuhi administratif, tapi menjawab persoalan nyata di lapangan,” tegasnya.

Kepala Bappeda Bojonegoro, Achmad Gunawan Ferdiansyah, menambahkan bahwa proses ini memadukan pendekatan top-down dan bottom-up.

Artinya, kebijakan nasional dan provinsi tetap diselaraskan dengan kearifan serta kebutuhan lokal Bojonegoro.

Dengan sinergi antara data makro yang kuat dan partisipasi publik yang dinamis, RKPD 2027 diharapkan tidak hanya menjadi dokumen rencana, tetapi menjadi “kompas” yang presisi dalam membawa Kabupaten Bojonegoro, menuju era Pelayanan Prima dan kesejahteraan yang merata.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

​Wabup Nurul Azizah Tegaskan Pentingnya Memahami Sejarah Maritim dan Kolonial Bojonegoro
Goyang New Karista hingga UMKM Laris Manis, Kolaborasi Pemuda dan BKN Meriahkan Tanjungharjo
Pameran Wilbex Vol 2 2026 Surabaya Resmi Dibuka, Pengunjung Penuhi Lokasi Sejak Pagi
Hadir 3 September di Surabaya, Wilbex 2026 Vol 2 Siapkan Ruang Eksplorasi Anak
Semarak Merah Putih Kemerdekaan RI, Cara BRI Angkat Ekonomi Desa Doudo Gresik
DPC Demokrat Bojonegoro Serap Aspirasi Warga dalam Reses dan Perayaan HUT ke-25
Reog hingga Kambing Meriahkan Malam Puncak Voli Antar-RT di Desa Ngampel Kapas Bojonegoro
DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:12 WIB

DPRD Sumenep Meminta Pemerintah Daerah Maksimalkan P-APBD Menghasilkan Program Pro Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:34 WIB

Puluhan Tahun Tanpa Kepastian, Korban Penggusuran Jembatan Glendeng Bojonegoro Menagih Hak Sertifikat Tanah

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:29 WIB

Ketergantungan Dana Pusat Masih Tinggi, Bupati Setyo Wahono Putar Otak Genjot PAD Bojonegoro

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Bahas Masalah Transportasi Laut, Bupati Sumenep Perjuangkan Masyarakat Kepulauan ke Kementerian Perhubungan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:29 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Pandangan Umum Fraksi Terhadap Raperda P-APBD 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:52 WIB

Ketua DPRD Sumenep Tegaskan Perubahan APBD Tetap Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:35 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Laporan hasil Pembahasan KUA-PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2026

Berita Terbaru