Mengejar Ambisi, Menabrak Regulasi Potret Buram Proyek Koperasi Merah Putih di Bojonegoro

- Admin

Sabtu, 3 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Angin segar pemerataan ekonomi desa yang ditiupkan melalui proyek nasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kini tengah menerjang Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Hari Sabtu 3/1/2026.

Namun, di balik seragamnya gedung-gedung baru yang mulai menghiasi desa-desa, tersimpan sederet persoalan pelik mulai dari legalitas lahan, transparansi anggaran, hingga efektivitas bisnis yang dipertanyakan.

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri bulan Oktober 2025, proyek ini didukung oleh pendanaan raksasa dari BPI Danantara dengan plafon hingga Rp3 Miliar per koperasi. Anggaran ini ditujukan untuk membangun infrastruktur fisik seperti gerai dan gudang di lebih dari 80.000 desa secara nasional.

Baca Juga:  Antisipasi Penonaktifan PBI Pusat, Pemkab Bojonegoro Jamin Kepesertaan BPJS 53 Ribu Warga Lewat APBD

Bojonegoro memang tampil sebagai “juara” dalam kecepatan administratif dengan merampungkan pembentukan 430 koperasi di seluruh desa dan kelurahan.

Namun, fakta di lapangan berbicara lain. Dari penelusuran awak media, tercatat baru 3 koperasi yang benar-benar memiliki unit bisnis berjalan.

Sisanya, Sebanyak 427 koperasi disinyalir masih sebatas “papan nama” tanpa aktivitas ekonomi riil, meski gedung-gedung megah dipaksakan segera berdiri.

Isu yang paling menyengat adalah lokasi pembangunan,. Demi mengejar target fisik yang dipantau langsung oleh Wakil Panglima TNI pada November lalu, sejumlah bangunan disinyalir menerjang aturan tata ruang.

Banyak gedung KDMP yang dilaporkan berdiri di atas Tanah Kas Desa (TKD) tanpa prosedur yang tuntas, bahkan nekat merambah Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

Baca Juga:  Wakapolda Jatim Tanam Ribuan Bakau dan Lepaskan Benih Kepeting

Hal ini memicu kekhawatiran bahwa demi mengejar predikat “sigap” di mata pemerintah pusat, aturan perlindungan lahan pertanian di daerah justru dikorbankan.

Pelaksanaan fisik oleh PT Agrinas juga tak luput dari kritik. Di tingkat akar rumput, proyek ini dianggap kurang transparan. Muncul keraguan mengenai spesifikasi pekerjaan yang dianggap rawan tidak tepat waktu, bahkan dihantui risiko mangkrak jika manajemen di lapangan tidak segera dibenahi.

“Instruksinya harus cepat jadi, tapi speknya meragukan. Publik di desa tidak tahu detail anggarannya seperti apa, tiba-tiba ada bangunan di lahan sawah. Ini proyek ekonomi atau sekadar proyek konstruksi?” keluh Suwito salah satu Aktivis Ketahanan Pangan.

Baca Juga:  Jarak Terlalu Dekat, Dua Kendaraan Ini Kecelakaan

Suwito menambahkan, Dilema Pemberantasan Kemiskinan
Tujuan mulia SKB Tiga Menteri,yang melibatkan Kemenkop, Kemendagri, Kemendes, hingga Kemenkeu adalah membangun ekonomi dari bawah untuk memberantas kemiskinan.

Namun, jika infrastruktur dibangun di atas lahan yang menyalahi aturan dan koperasi yang terbentuk tidak memiliki model bisnis yang jelas, anggaran miliaran rupiah tersebut terancam menjadi “monumen mati”.

“Kini, publik menunggu langkah tegas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Apakah mereka akan terus mengejar serapan anggaran fisik semata, atau mulai memikirkan legalitas lahan dan keberlanjutan bisnis bagi 427 koperasi yang saat ini masih mati suri,” pungkasnya.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru