Wabup Sumenep Apresiasi Lomba Baca Puisi Bung Karno yang Digelar IWO

- Admin

Kamis, 12 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Ikatan Watrawan Online (IWO) DPD Sumenep menggelar lomba baca puisi dan lomba pidato Bung Karno di Pendopo Agung Keraton Sumenep.

Lomba tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sumenep, KH. imam Hasyim.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim menyampaikan, kegiatan lomba puisi dan pidato Bung Karno merupakan satu momen yang penting bagi Bangsa Indonesia sekalian untuk mengenang jasa dari sang Proklamator RI tersebut.

“Bung Karno yang telah memproklamirkan Indonesia menjadi Negara yang merdeka, tentu jasa beliau tak akan pernah terlupakan hingga akhir hayat kita. Iya terima akan sebuah untaian kata-kata beliau bahwa beliau mengatakan jangan gadaikan tahayul kepada mereka orang-orang aneh,” jelas KH. Imam Hasyim, Rabu (11/6/2025).

Baca Juga:  LGI Kirimkan Somasi Kegiatan Usaha Pemurni Pasir di Ngoro Jombang

Maka pada kesempatan ini lanjut Wabup, dirinya sangat mengapresiasi Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) bersama jajarannya, karena masih begitu peduli terhadap pendiri Bangsa ini, dengan merawat apa yang menjadi bagian perjuangan Bung Karno.

Tidak hanya itu, menurut Kiai Imam, lomba pidato dan puisi Bung Karno akan menjadi perekat para generasi muda Bangsa Indonesia, agar tidak melupakan sejarah Bangsa nya sendiri yang merdeka dengan mengorbankan jiwa raga dan harta bendanya.

“Hidup di dunia ini kita tidak perlu takut dengan apa yang telah kita miliki saat ini, yakni kemerdekaan, karena kehidupan dan ideologi manusia sekarang banyak digrogoti hal-hal yang membuatnya lupa akan sejarah Bangsanya, hingga akhirnya lupalah mereka akan identitas Bangsanya,” imbuh pengasuh Pondok Pesantren Attaufiqiyah itu.

Baca Juga:  Serukan Kemenangan Faham, Belasan Ribu Rakyat Sumenep Bersolawat di Saronggi 

Ketua PKB Sumenep itu menegaskan, pada hakikatnya merupakan bahaya yang lebih besar daripada bahaya lainnya, yakni orang yang tidak tahu dan bahkan melupaka sejarah Bangsa nya sendiri. Sebab rasakan itulah yang mendorong orang berbuat tolol, berbuat hal yang membahayakan Bangsa nya sendiri.

“Saya minta melalui kegiatan lomba puisi dan pidato Bung Karno ini, teruslah gaungkan kebesaran Bangsa kita, yakni Bangsa Indonesia. Sekali lagi kepada IWO saya sampaikan terimakasih” ujarnya.

Semenrara itu, Ketua IWO Sumenep, Imam Mustain Ramli menyampaikan, pada pagelaran puisi dan pidato Bung Karno tahun ini, setidaknya diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, khusus di Jawa Timur.

Baca Juga:  Nyambi Jual Sabu, Pedagang Tembakau di Sumenep Terancam 'Menginap' di Tahanan

“Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada Bapak Bupati Sumenep yang pada kesempatan ini dihadiri Bapak Wabup KH. Imam Hasyim, kepada para dewan juri dan seluruh peserta lomba puisi dan pidato Bung Karno. Acara ini kami laksanakan selama dua hari, di mana hari pertama lomba puisi dan hari kedua lomba pidato” terangnya.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan pemberian santunan terhadap anak yatim dan piatu, dengan dihadiri sejumlah tamu undangan, seperti Kadisbudporapar serta seluruh Ketua Asosiasi Media di Sumenep

Penulis : Hairul

Editor : Putri

Berita Terkait

Warga Manfaatkan Gudang KDKMP Grebegan untuk Senam, Kades: Upaya Meramaikan KDMP ke Depan
Dukung BUMD Pangan Bojonegoro, Eko Wahyudi: Jadi Instrumen Percepatan Asta Cita di Daerah
Perkuat Ketahanan Pangan, Eko Wahyudi Tekankan Sinergi Penyuluh dan Petani di Bojonegoro
Menguak “Tanah Celengan” di Belun, dari Pengakuan Ahli Waris dan Sikap Kadin PMD “Buang Badan” terkait kasus Belun
Pimpin Upacara Hari Otoda dan Hari Pendidikan Nasional, Bupati Bojonegoro Tekankan Penguatan SDM dan Tata Kelola Pemerintahan
Komisi A Beri Tenggat Waktu, Soroti Hak User, Legalitas Proyek hingga Dugaan Pungutan Tambahan Rp10 Juta, Polemik Perumahan Klampok
Babak Baru Sengketa TKD Belun: Kades Jono Sebut Status Tanah ‘Celengan’ kegunaan Tergantung Kebijakan Desa
Aset Desa Terancam, Badan Aset Bojonegoro Ikut Bungkam: Bola Panas Sengketa Tanah Belun Temayang Kini Mengarah ke Jalur Hukum

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:22 WIB

Warga Manfaatkan Gudang KDKMP Grebegan untuk Senam, Kades: Upaya Meramaikan KDMP ke Depan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:20 WIB

Dukung BUMD Pangan Bojonegoro, Eko Wahyudi: Jadi Instrumen Percepatan Asta Cita di Daerah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:16 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Eko Wahyudi Tekankan Sinergi Penyuluh dan Petani di Bojonegoro

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:58 WIB

Menguak “Tanah Celengan” di Belun, dari Pengakuan Ahli Waris dan Sikap Kadin PMD “Buang Badan” terkait kasus Belun

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:56 WIB

Pimpin Upacara Hari Otoda dan Hari Pendidikan Nasional, Bupati Bojonegoro Tekankan Penguatan SDM dan Tata Kelola Pemerintahan

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:29 WIB

Babak Baru Sengketa TKD Belun: Kades Jono Sebut Status Tanah ‘Celengan’ kegunaan Tergantung Kebijakan Desa

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:57 WIB

Aset Desa Terancam, Badan Aset Bojonegoro Ikut Bungkam: Bola Panas Sengketa Tanah Belun Temayang Kini Mengarah ke Jalur Hukum

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:23 WIB

Komitmen Dukung Ekosistem Halal, Bupati Setyo Wahono Terima Penghargaan dari Halal Metric UB

Berita Terbaru