100 Hari Kerja, Ini Capaian Bupati dan Wabup Bojonegoro

- Admin

Sabtu, 31 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah

i

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – 100 Hari kepemimpinan Bupati Bojonegoeo Setyo Wahono dan Wabup Nurul Azizah berhasil merampungkan 8 quick win.

Bupati yang akrab disapa Mas Wahono menjelaskan bahwa dirinya dan wabup Nurul Azizah tidak bisa sukses tampa bantuan dari semua pihak.

“Tanpa kebersamaan, semua program tidak akan bisa berjalan maksimal,” tegasnya.

Berikut 8 qucik win yang telah dituntaskan dalam 100 hari kerja Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah:

Quick Win 1: Transparansi yang Menghubungkan Hati

Sejak menjabat kepala daerah, Mas Wahono telah berkominten untuk selalu bekerja dalam transparansi. Berbagai upaya dilakukan untuk membuka layanan informasi agar ada komunikasi dua arah antara masyarakat dan pemerintah daerah. Karena dengan itu, keterbukaan informasi publik akan terlaksana dengan baik.

Dalam kaitan ini, Pemkab Bojonegoro menggelar Dialog Interaktif sejak April 2025. Dialog yang dikenal dengan program SAPA BUPATI ini menjadi sarana masyarakat menyampaikan aspirasi langsung kepada Bupati. SAPA BUPATI digelar di Pendopo Malowopati ini mendapat sambutan cukup antusias dari masyarakat.

Mereka menyampaikan aspirasi berbagai hal, mulai masalah pupuk, pungutan di sekolah, hingga persoalan sampah. Semua langsung ditindaklanjuti oleh Bupati Setyo Wahono.

Pada quick win pertama ini, Pemkab juga memiliki program Medhayoh, yakni cara Bupati Bojonegoro menyapa, mendengar, dan menyelesaikan masalah warga. Berbeda dari SAPA BUPATI, lewat Medhayoh, Bupati mendatangi rumah warga, dan mendengarkan langsung keluh kesahnya.

Quick win 2: Mengentaskan Kemiskinan dengan Memberdayakan

Pemkab Bojonegoro di bawah kepemimpinan Setyo Wahono dan Nurul Azizah telah menargetkan adanya penurunan angka kemiskinan yang saat ini mencapai 11,69% atau 147.330 jiwa (54 ribu KK). Salah satu program unggulannya adalah GAYATRI (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri).

GAYATRI merupakan gerakan memadukan sistem pengembangbiakan ayam petelur dengan pemberdayaan warga miskin dengan pendekatan kawasan. Program ini diharapkan nantinya dapat membantu penurunan angka kemiskinan.

Program GAYATRI ini, salah satunya dilakukan dengan cara menggandeng ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Pada peluncuran program, tanggal 22 April 2025 lalu, warga prasejahtera di 16 desa akan menjadi sasaran program GAYATRI.

Baca Juga:  Bincang Santai di RSUD Padangan, Ini Harapan Bupati Bojonegoro

“Kenapa harus telur, karena mudah. Dan pasar telur sangat terbuka. Menurut data dari Disnakkan Bojonegoro, kini baru 30% dari kebutuhan masyarakat. Berarti masih ada pasar terbuka 70%,” jelas Bupati Wahono yang asli warga Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo tersebut.

Selain GAYATRI, Setyo Wahono dan Nurul Azizah juga membuat program domba kesejahteraan dan ternak lele menggunakan buis betok. Selain itu juga ada program pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), penyambungan Listrik gratis bagi warga miskin, dan pebangunan sanitasi.

Quick win 3: Revitalisasi BUMD untuk Masa Depan

Pemkab Bojonegoro telah menuntaskan rencana dana abadi Pendidikan yang nantinya dikelola oleh BUMD. Lewat dana abadi pendidikan, pemkab hendak mewujudkan pendidikan yang berkelanjutan.

Selain masalah dana abadi pendidikan, Pemkab telah berupaya memaksimalkan peran BUMD Pangan Mandiri yang akan mengalokasikan anggaran untuk pertanian. Juga telah menyiapkan BRIDA (Badan Riset dan Inovasi Daerah) untuk membantu mendorong pembangunan daerah yang terarah.

Quick win 4: Mengalirkan Air Kehidupan

Pemkab Bojonegoro telah melaksanakan program Instalasi Pemanenan Air Hujan (IPAH). Program ini menyasar daerah yang berpotensi mengalami kekeringan ekstrem. Di Kecamatan Sekar misalnya, terdapat tiga desa yang mendapat bantuan IPAH, yakni Desa Bareng, Bobol dan Miyono. Warga menyambut gembira adanya IPAH ini, karena mereka bisa tenang dan tidak dibayang-bayangi kesulitan air bersih.

Pemkab juga bekerjasama dengan BBWS dalam pengelolaan air dari hulu ke hilir untuk lahan pertanian. Air dari Waduk Pacal dan Gongseng dialirkan ke areal persawahan. Pemkab telah mematakan 197 pompa yang nantinya akan mengelola air agar bisa sampai ke petani.

Tak hanya itu, Pemkab Bojonegoro juga terus mencari sumber mata air baru untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat. Langkah nyata telah dilakukan melalui deteksi geolistrik yang bekerjasama dengan Detasemen Peralatan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pal Kostrad) TNI AD. Hasilnya, ditemukan tiga potensi sumber mata air baru di Kabupaten Bojonegoro. Yakni di Dusun Bangle, Desa Banjaranyar, Kecamatan Baureno; Desa Ngantru, Kecamatan Ngasem; Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander.

Baca Juga:  Berangkatkan Peserta 'Gowes Bareng Bu'e', Bupati Bojonegoro Ingatkan Pentingnya Olahraga

Pemkab Bojonegoro, melalui PDAM juga terus memperluas jaringan pipa untuk warga. PDAM menargetkan hingga 2026 mendatang, sebanyak 25 ribu sambungan rumah dipasang di Kecamatan Sugihwaras, Kedungadem, dan Kepohbaru. Pada 2025 ini, dari PDAM menargetkan 10 ribu sambungan di tiga kecamatan tersebut.

Quick win 5: Pendidikan Unggul, Generasi Hebat

Pemkab Bojonegoro telah Beasiswa telah memberikan beasiswa untuk 10 sarjana 1 desa, beasiswa scientist, dan beasiswa tugas akhir. Kini, cakupan beasiswa lebih luas, yakni untuk Gus dan Ning.

Pemkab juga telah membuka SMAN 2 Pamong Praja, yang merupakan satu-satunya sekolah pamong praja di Indonesia. Tak hanya itu, dalam upaya mencapai pendidikan unggul, Pemkab di bawah kepemimpinan Setyo Wahono dan Nurul Azizah membuat terobosan untuk mempercepat pendidikan kerjar paket B dan C. Karena sesuai data yang ada, saat ini ada 6.355 warga yang tidak menyelesaikan pendidikan jenjang SMA. Selain itu, Pemkab juga terus mendorong untuk melanjutkan pendidikan ke spesialis. Karena harapannya, rumah sakit yang ada di Bojonegoro makin lengkap dari sisi SDM nya dan fasilitas kesehatannya.

Quick win 6: Layanan Kesehatan Semakin Prima

Pemkab Bojonegoro telah memiliki Pusat Layanan Jantung Terpadu di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo. Bupati Setyo Wahono telah meresmikan Pusat Layanan ini pada Jumat (23/5/2025). Langkah ini sangat strategis untuk meningkatkan kelas RSUD menjadi tipe A.

“Peresmian ini bukan soal gedung baru, tapi bukti bahwa pelayanan kesehatan di Bojonegoro sedang kita naikkan kelas. Warga tak perlu jauh-jauh ke kota besar untuk layanan jantung berkualitas,” tegas Bupati Wahono dalam sambutannya.

Tak hanya sarana dan prasarana, Pemkab Bojonegoro juga membuat terobosan dalam pemberantasan penyakit TBC. Yakni, tenaga Kesehatan jemput bola ke rumah pasien untuk mengobati pasien.

Selain itu, berbagai aplikasi dibuat untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan dengan mudah. Ini berkaitan dengan digitalisasi layanan Kesehatan. Diantaranya SATELIT (Saluran Telemedicine Puskesmas Terintegrasi) yang dilaksanakan di 35 Puskesmas se-Kabupaten Bojonegoro. Kedua adalah Program WASIAT (WhatsApp Integrasi Antrian Online Rumah Sakit) di mana masyarakat dapat mengakses pendaftaran layanan di 4 (empat) RSUD melalui satu nomor whatsApp yaitu 0821 600 500 66. Ketiga adalah Program Integrasi Layanan PSC 119 dengan BPBD dan DAMKAR. Dan keempat adalah Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi seluruh masyarakat.

Baca Juga:  Lantik Ratusan ASN di Khayangan Api, Bupati Setyo Wahono Tegaskan akan Evaluasi Kinerja Setiap Bulan

Quick win 7: Lingkungan Bersih dan Hijau

Saat memberi paparan pada acara di Kecamatan Balen, Rabu (28/5/2025), Wakil Bupati Nurul Azizah menjelaskan komitmen Pemkab untuk mewujudkan ruang terbuka hijau (RTH) menjadi 20%. Salah satunya dilakukan dengan menginisiasi hutan kota di Kelurahan Ledok Kulon. Sebelumnya, Pemkab Bojonegoro juga telah mengkampanyekan gerakan menanam pohon untuk mewujudkan Bojonegoro yang bersih dan hijau.

Selain itu, Pemkab juga telah menginstruksikan kepala desa untuk membuat bank sampah. Wabup Nurul menjelaskan, program itu bernama SDSB. “SDSB ini adalah Satu Desa Satu Bank Sampah,” tegas Wabup.

Quick win 8: Tata Kelola Pemerintahan yang Adil dan Inklusif

Dalam kaitan ini, Bojonegoro telah mengangkat 4.001 honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). “Ini terbanyak se Indonesia. Honorer yang awalnya tenaga harian lepas, semuanya telah menjadi PPPK,” tegas Wakil Bupati Nurul Azizah.

Dalam Sistem Organisisasi dan Tata Kelola (SOTK), Pemkab juga terus melakukan perbaikan-perbaikan sesuai dengan kebutuhan dan melihat perkembangan. Beberapa SOTK telah disiapkan diantaranya SOTK Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), SOTK Badan Perencanaan Pembangaunan Daerah (Bappeda), dan SOTK Dinas Pendidikan.

Sementara itu, meski dalam 8 qucik win tidak ada bidang infrastruktur secara spesifik, namun bukan berarti Pemkab Bojonegoro tidak melakukan pembangungan infrastruktur. Ruas jalan yang menjadi kewenangan kabupaten sepanjang kurang lebih 1.046 kilometer, saat ini telah tercapai 93 persen dalam kondisi mantab. Sisanya akan dibangun pada 2025 dan 2026. Pemkab juga terus berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional untuk melakukan perbaikan di ruas jalan nasional yang rusak.

Sedang untuk pembangunan jalan di 419 desa, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro turut serta dalam pelaksanaan kegiatannya melalui program BKKD (Bantuan Keuangan Khusus Desa). Hal tersebut dalam rangka untuk memastikan konektifitas antar wilayah semakin cepat terwujud.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA
Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021
Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru
DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting
Bupati Setyo Wahono Sampaikan Nota Penjelasan 5 Raperda dalam Paripurna DPRD Bojonegoro
Perkuat Sinergi, SMSI Bojonegoro dan Bupati Setyo Wahono Bahas Ekosistem Media Sehat
Merawat Aspirasi Lewat Kerja Nyata, Sally Atyasasmi Sabet Gelar ‘The Inspiring Legislator’
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:03 WIB

SMSI Sumenep Bahas Konsolidasi dan Pemantapan Program 2027 bersama SMSI Jatim

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:45 WIB

DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Berita Terbaru