TACO dan Robries Ubah Limbah HPL Menjadi Furniture, Pamerkan di IBT Surabaya 2026

- Admin

Kamis, 17 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, SUARABANGSA.co.id – Upaya mengurangi limbah material terus dikembangkan industri bahan bangunan. TACO, misalnya, Dengan menggandeng PT Siklus Karya Global atau Robries untuk mengolah sisa potongan High Pressure Laminate (HPL) menjadi material baru yang dapat dimanfaatkan sebagai furniture dan elemen dekoratif.

Hasil kolaborasi tersebut diperkenalkan dalam ajang IndoBuildTech Surabaya 2026 yang berlangsung di Grand City Mall, Surabaya, Kamis (17/9/2026).

General Manager Community Development TACO, Andika Tjandra mengatakan, kolaborasi dengan Robries saat ini masih berada pada tahap feasibility study dan instalasi. Dengan demikian, produk hasil pengolahan tersebut belum memasuki tahap komersial.

Menurut Andika, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya TACO menerapkan prinsip Zero Waste. Konsep itu tidak hanya diarahkan untuk mengurangi jumlah limbah yang berakhir di lingkungan, tetapi juga mendorong pemanfaatan kembali material sisa agar mempunyai fungsi dan nilai ekonomi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Zero Waste bukan hanya soal mengurangi limbah material agar tidak berakhir di lingkungan, melainkan mengajak masyarakat melihat bahwa material sisa dapat diolah kembali bersama Robries untuk memiliki nilai dan fungsi baru, seperti table top, meja, kursi, hingga elemen dekoratif,” kata Andika.

Baca Juga:  FRPB dan RAPI Pamekasan Kirim Bantuan Logistik untuk Korban Bencana Longsor di Nganjuk

Ia menjelaskan, pemanfaatan material sisa sebenarnya telah dilakukan TACO sebelum berkolaborasi dengan Robries. Sisa produksi HPL dari pabrik TACO, misalnya, pernah dimanfaatkan sebagai energi panas untuk mendukung kegiatan operasional pabrik.

Selain itu, sisa HPL juga dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pembelajaran bagi pelaku UMKM, siswa SMK, maupun mahasiswa. Melalui kerja sama dengan Robries, pemanfaatan material sisa tersebut kemudian dikembangkan menjadi material baru yang memiliki nilai tambah.

“Di Indobuildtech ini, kami bekerja sama dengan Robries untuk menginisiasi pengolahan limbah menjadi sesuatu yang bernilai tambah dan berinovasi,” ujar Andika.

Di area pameran TACO, material hasil kolaborasi itu ditampilkan dalam sejumlah produk, antara lain meja, kursi, perabot rumah tangga, serta elemen dekoratif. Material tersebut juga diperlihatkan dalam bentuk produk sampel seperti tatakan gelas.

Dalam prosesnya, sisa potongan HPL dikombinasikan dengan material plastik daur ulang untuk menghasilkan papan material baru.

Co-Founder & CEO Robries, Syukriyatun Ni’amah mengatakan, perusahaan yang bergerak di bidang daur ulang plastik tersebut tidak hanya memanfaatkan sampah plastik dalam kolaborasi dengan TACO.

Robries juga mengolah sisa potongan HPL yang berasal dari pengguna maupun workshop TACO untuk kemudian dicampurkan dengan plastik daur ulang.

Baca Juga:  Diterjang Angin dan Hujan, Rumah Warga Desa Nyabakan Barat Roboh

“Material yang tampak berwarna putih ini terbuat dari 100 persen sampah plastik daur ulang, sedangkan pattern kayu di dalamnya berasal dari cacahan sisa HPL TACO. Material tersebut kami blend dan press hingga menjadi papan material baru,” ujar Ni’amah.

Papan material hasil pengolahan tersebut selanjutnya dapat dibentuk menjadi berbagai produk sesuai kebutuhan. Meski demikian, Robries masih melakukan penelitian dan pengujian untuk mengetahui karakteristik serta daya tahannya, terutama jika material digunakan untuk kebutuhan luar ruangan atau outdoor.

“Untuk daya tahan produk olahan ini, saat ini kami masih dalam tahap R&D serta melakukan berbagai uji coba untuk memastikan ketahanannya terhadap penggunaan outdoor,” katanya.

Selain menampilkan hasil pengolahan limbah, TACO membawa sejumlah portofolio material bangunan dalam IndoBuildTech Surabaya 2026. Produk yang dipamerkan mencakup HPL, SPC, ACP, wall panel, ceiling, hardware, hingga sealant.

Salah satunya SPC Nexa Core dengan ketebalan 6 milimeter. TACO juga memperkenalkan HPL berukuran tinggi 3 meter yang dapat menjadi pilihan untuk mengurangi sambungan pada plafon dengan ketinggian tertentu.

Untuk lini hardware dan sealant, sejumlah produk yang diperkenalkan antara lain Construction Adhesive atau Nail Free Sealant untuk wall panel dan HPL, Neutral Silicon Sealant dengan empat pilihan warna, serta furniture fitting berupa engsel Dark Steel dan rel laci dengan sistem push-open dan soft-close.

Baca Juga:  Beda Pernyataan Humas Polres Sampang dan Ayah Korban yang Tewas Tenggelam di Kolam Renang SWP

Andika mengatakan, pengembangan berbagai produk tersebut merupakan bagian dari upaya TACO membangun ekosistem material bangunan secara menyeluruh atau building material solution. Produksi lokal dan jaringan distribusi yang dimiliki TACO juga mendukung penyediaan produk di berbagai wilayah Indonesia.

Jawa Timur, khususnya Surabaya, menjadi salah satu pasar yang dinilai penting bagi perusahaan. Kebutuhan material bangunan di wilayah tersebut terus berkembang, baik untuk sektor desain dan konstruksi maupun perhotelan serta F&B retail.

Sementara itu, Syukriyatun mengatakan Robries saat ini menyasar pasar domestik Indonesia sekaligus pasar ekspor. Menurut dia, edukasi mengenai keberlanjutan dan penggunaan material daur ulang masih diperlukan di pasar Indonesia.

Di sisi lain, pasar ekspor dinilai memiliki tingkat kesadaran yang lebih tinggi terhadap penggunaan material berkelanjutan.

“Terkait sustainability dan material daur ulang, edukasi pasar lokal memang masih terus dibutuhkan, sedangkan pasar ekspor umumnya sudah memiliki kesadaran yang lebih tinggi,” tutupnya.

Penulis : Muji

Editor : Putri

Berita Terkait

Kutukan Migas Bojonegoro: APBD 2027 Diproyeksi Anjlok Rp5,2 Triliun, Tim Kartel Peringatkan Ancaman Lumpuh Fiskal
Peringati HUT ke-50 Koperasi Kareb, Begini Komentar Wabup Bojonegoro
Gelar Gebyar Sholawat Bersama Gus Iqdam, Koperasi Kareb Bojonegoro Peringati HUT ke-50, Kurang Lebih 35 Ribu Masa Padati MPS Dander
Tonton MotoGP Mandalika saat Warga Dilanda Kekeringan, Anggota DPRD Bojonegoro Dikritik
SMSI Sumenep Bahas Konsolidasi dan Pemantapan Program 2027 bersama SMSI Jatim
Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022
Tuntut ADD Naik 20 Persen, Hearing Perangkat Desa dengan OPD dan Legeslatif Bojonegoro Sempat Tegang
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Kutukan Migas Bojonegoro: APBD 2027 Diproyeksi Anjlok Rp5,2 Triliun, Tim Kartel Peringatkan Ancaman Lumpuh Fiskal

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Peringati HUT ke-50 Koperasi Kareb, Begini Komentar Wabup Bojonegoro

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Gelar Gebyar Sholawat Bersama Gus Iqdam, Koperasi Kareb Bojonegoro Peringati HUT ke-50, Kurang Lebih 35 Ribu Masa Padati MPS Dander

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:03 WIB

SMSI Sumenep Bahas Konsolidasi dan Pemantapan Program 2027 bersama SMSI Jatim

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:45 WIB

DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Tuntut ADD Naik 20 Persen, Hearing Perangkat Desa dengan OPD dan Legeslatif Bojonegoro Sempat Tegang

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Berita Terbaru