Puluhan Tahun Tanpa Kepastian, Korban Penggusuran Jembatan Glendeng Bojonegoro Menagih Hak Sertifikat Tanah

- Admin

Kamis, 27 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Polemik ganti rugi berupa tukar guling lahan terdampak pembangunan Jembatan Glendeng akses penghubung Kabupaten Bojonegoro dan Tuban masih belum menemui titik terang.

Warga berharap kepada Komisi A, lahan yang ditempatinya ada kepastian hukum yang tepat, dari perwakilan dari 27 warga Desa Kalirejo yang mendatangi Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro pada Rabu (26/8/2026).

Kedatangan beberapa warga didampingi langsung oleh Kepala Desa Kalirejo, Sri Untari, beserta Sekretaris Desa (Sekdes), Weli Teguh Saputro.

Baca Juga:  Menyambut 2026, Polres Bojonegoro Tidak Ijinkan Pesta Kembang Api dan Sound Horeg

Rapat audiensi yang dipimpin oleh Khoirul Anam, Komisi A DPRD Bojonegoro, Khoirul Anam, tersebut menghasilkan sejumlah opsi solusi terkait sengketa lahan yang telah berlangsung lama ini.

Kepala Desa Kalirejo, Sri Untari, menegaskan komitmennya untuk mengawal proses ini hingga warganya mendapatkan hak kepemilikan tanah yang sah secara hukum.

“Pemerintah kabupaten harus memfasilitasi penyelesaian ini. Prinsipnya, 27 warga kami harus mendapatkan Sertifikat Hak Milik (SHM),” ujar Sri Untari.

Sementara itu, Sekdes Kalirejo, Weli Teguh Saputro, menjelaskan bahwa masalah ini merupakan warisan persoalan masa lalu yang belum terselesaikan.
Awalnya, 27 warga terdampak pembangunan jembatan dipindahkan ke lahan pengganti di kawasan Buduk. Lahan pengganti seluas kurang lebih 9.100 meter persegi tersebut setara dengan Tanah Kas Desa (TKD) yang saat ini ditempati warga.

Baca Juga:  Peringati Hari Bhayangkara ke 75, Polda Jatim Berikan Bantuan pada Masyarakat Bangkalan

“Luas tanah pengganti tersebut sekitar 9.100 meter persegi dan diinformasikan sudah berstatus SHM. Namun, hingga saat ini kami tidak mengetahui keberadaan fisik sertifikat tersebut,” kata Weli.

Weli menambahkan, pihak pemdes siap berkoordinasi aktif dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menelusuri alur berkas tukar guling tersebut.

Menanggapi hal itu, Camat Bojonegoro Kota, David Yudha Prasetya, S.T., M.T., menyarankan agar Pemerintah Desa Kalirejo melacak kembali riwayat pengajuan administrasi yang sempat terputus.

Baca Juga:  Soal Pemekaran Dapil, KPU Bojonegoro: Kita Tunggu Keputusan KPU

“Lahan TKD pada dasarnya dapat diproses menjadi SHM warga melalui mekanisme tukar guling. Pemdes perlu menggelar Musyawarah Desa (Musdes) ulang untuk melengkapi administrasi baru, sembari menelusuri berkas pengajuan lama yang sempat terhenti,” terang David.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027
Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan
Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027
Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini
Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA
Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021
Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru
Tag :

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:01 WIB

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Independensi PWI Dipertanyakan: Rangkap Jabatan BUMN Pengurus PWI Pusat Disorot Tajam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:28 WIB

Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:24 WIB

Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:53 WIB

DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:03 WIB

BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa

Berita Terbaru

Daerah

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027

Senin, 26 Okt 2026 - 19:01 WIB