DPRD Sumenep Meminta Pemerintah Daerah Maksimalkan P-APBD Menghasilkan Program Pro Rakyat

- Admin

Kamis, 27 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Madura, Jawa Timur meminta Pemerintah Daerah memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan tidak hanya terserap, tetapi juga menghasilkan program yang berdampak bagi masyarakat.

Dalam perubahan anggaran tersebut, pendapatan daerah justru mengalami penurunan. Dari semula diproyeksikan Rp2,471 triliun, terkoreksi menjadi Rp2,296 triliun atau berkurang sekitar Rp175,16 miliar

Sementara belanja daerah tetap berada di level Rp2,613 triliun. Kondisi itu membuat struktur P-APBD 2026 mencatat defisit sekitar Rp317,03 miliar yang ditutup melalui penerimaan pembiayaan dengan nilai yang sama. Adapun pos pengeluaran pembiayaan tercatat nihil.

Baca Juga:  Bupati Sumenep Dapat Penghargaan dari LEPRID, Gegara Aktif Suarakan Penggunaan Kendaraan Listrik

Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumenep, M. Mirza Khomaini Hamid, menegaskan keberhasilan anggaran tidak semestinya hanya diukur dari tingginya tingkat penyerapan.

“Pelaksanaan anggaran hendaknya tidak hanya berorientasi pada tingkat penyerapan, tetapi juga pada kualitas hasil dan manfaat bagi masyarakat,” tegas Mirza, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, perubahan APBD menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk menyesuaikan kebijakan keuangan dengan kondisi aktual dan kebutuhan pembangunan. Karena itu, perubahan alokasi anggaran harus diarahkan pada sektor dengan tingkat urgensi tinggi.

Baca Juga:  Di Sumenep ada Festival Tanam Tete Masa Nabur Belta Loh, Dimerihkan Pameran Budaya

DPRD juga mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) meningkatkan koordinasi, pengendalian, dan pengawasan agar program dalam P-APBD berjalan sesuai target serta tidak membuka ruang pemborosan.

Tekanan terhadap pendapatan daerah membuat pengelolaan belanja semakin krusial. Dengan penurunan pendapatan sekitar Rp175 miliar, pemerintah dituntut lebih selektif dalam menentukan belanja tanpa mengorbankan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

P-APBD 2026 disahkan DPRD Sumenep melalui rapat paripurna pada 24 Agustus 2026. Setelah ditetapkan, dokumen tersebut disampaikan kepada Gubernur Jawa Timur untuk menjalani tahapan evaluasi.

Baca Juga:  Warga Masalembu Sumenep, Temukan Mayat Tanpa Kepala di Pantai

Kini, tantangan pemerintah daerah bergeser pada tahap pelaksanaan. Anggaran Rp2,61 triliun tersebut harus diterjemahkan menjadi pekerjaan nyata yang hasilnya dapat diukur dan dirasakan masyarakat, mulai dari pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi hingga perlindungan sosial.

Dengan demikian, P-APBD 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai perubahan angka dalam dokumen keuangan daerah, melainkan benar-benar menjadi instrumen pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumenep.

 

Penulis : Hairul

Editor : Putri

Berita Terkait

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting
Bupati Setyo Wahono Sampaikan Nota Penjelasan 5 Raperda dalam Paripurna DPRD Bojonegoro
Perkuat Sinergi, SMSI Bojonegoro dan Bupati Setyo Wahono Bahas Ekosistem Media Sehat
Merawat Aspirasi Lewat Kerja Nyata, Sally Atyasasmi Sabet Gelar ‘The Inspiring Legislator’
Pemkab Sumenep Dukungan Penuh Rencana Pembangunan KEK Tembakau Madura, Siapkan 30 Hektar
Produksi Minyak Merosot, Bojonegoro Pacu Pencarian Cadangan Baru di 17 Kecamatan
Puluhan Tahun Tanpa Kepastian, Korban Penggusuran Jembatan Glendeng Bojonegoro Menagih Hak Sertifikat Tanah
Ketergantungan Dana Pusat Masih Tinggi, Bupati Setyo Wahono Putar Otak Genjot PAD Bojonegoro

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Kamis, 24 September 2026 - 00:35 WIB

Bupati Setyo Wahono Sampaikan Nota Penjelasan 5 Raperda dalam Paripurna DPRD Bojonegoro

Jumat, 18 September 2026 - 00:07 WIB

Merawat Aspirasi Lewat Kerja Nyata, Sally Atyasasmi Sabet Gelar ‘The Inspiring Legislator’

Kamis, 17 September 2026 - 21:34 WIB

Pemkab Sumenep Dukungan Penuh Rencana Pembangunan KEK Tembakau Madura, Siapkan 30 Hektar

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Produksi Minyak Merosot, Bojonegoro Pacu Pencarian Cadangan Baru di 17 Kecamatan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:12 WIB

DPRD Sumenep Meminta Pemerintah Daerah Maksimalkan P-APBD Menghasilkan Program Pro Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:34 WIB

Puluhan Tahun Tanpa Kepastian, Korban Penggusuran Jembatan Glendeng Bojonegoro Menagih Hak Sertifikat Tanah

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:29 WIB

Ketergantungan Dana Pusat Masih Tinggi, Bupati Setyo Wahono Putar Otak Genjot PAD Bojonegoro

Berita Terbaru