Tambah Dian Setyo Utomo mengungkapkan, tiap tahun warga kami susah akan memperoleh sumber air, apalagi di saat musim kemarau panjang seperti tahun ini.
“Setiap kemarau panjang warga di sekitar sini kesulitan air untuk konsumsi masak, minum, maupun mandi, Kalau sumber air di sini kedalamannya sumber air permukaan yang kedalamannya 10 hingga 12 meter sudah tidak keluar airnya, sementara untuk sumber air dalam sekitar 40 meter, airnya asin tak layak konsumsi,” jelasnya.
Imbuhnya, dengan langkanya air bila musim kemarau tiba, Dian berharap kepada pemkab Bojonegoro untuk mencarikan titik titik air bersih untuk pembuatan sumur bor.
“Volume air setiap pengiriman dari BPBD sebanyak 8000 liter untuk 4 lokasi, sehingga setiap lokasi mendapatkan jatah 2000 liter air tiap kali pengiriman wargapun berebut habis. Sekdes berharap Pemkab Bojonegoro mampu memfasilitasi untuk pembuatan sumur bor untuk warga kami dan dicarikan sumber air yang besar,” imbuh Dian selaku sekdes.
Merespon keluhan warga tersebut, Pj Bupati Adriyanto mengatakan akan segera melakukan langkah awal dan tindakan terbaik, yaitu dengan melakukan pemetaan dan survey sumber air menggunakan teknologi geolistrik di beberapa titik potensi sumber air yang nantinya dijadikan sumur bor.
Penulis : Takim
Editor : Putri
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















