Baru Selesai Dikerjakan, Jalan Bungkak-Tambelangan Sampang Sudah Mulai Rusak

- Admin

Jumat, 26 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Masyarakat kecewa dengan hasil pengerjaan proyek peningkatan struktur jalan Bungkak-Tambelangan, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Pasalnya, proyek yang menelan anggaran ratusan juta bersumber dari APBD Kabupaten Sampang itu baru sebulan rampung dikerjakan sudah mulai rusak dengan kondisi aspal terkelupas hingga berlubang.

Berdasarkan penelusuran kontributor suarabangsa.co.id dilokasi, proyek penyelenggaraan jalan Kabupaten tersebut bernilai Rp693 juta dan dikerjakan oleh CV Kencana Bahari.

Salah satu warga setempat yang tidak menyebutkan namanya menyayangkan adanya pekerjaan yang kondisinya seperti itu. Menurutnya, proyek pengaspalan jalan ini semestinya dikerjakan dengan baik dan diperhatikan sebaik mungkin.

Baca Juga:  Pemkab Probolinggo Lakukan Realokasi Kebutuhan Pupuk Bersubsidi

“Jika pihak pelaksana proyek bekerja sesuai spesifikasi tehnik, tidak mungkin dalam hitungan minggu proyek itu sudah ada yang rusak,” ujarnya, Jumat (26/11/2021).

Apalagi kata dia, pekerjaan pengaspalan di musim hujan biasanya kurang bertahan dan cepat rusak. Hal lain yang mesti dipertanyakan adalah kualitas aspal dan proses pengerjaan yang dilakukan perusahaan pemenang lelang.

“Spesifikasi aspal yang digunakan seperti apa, kualitas yang bagus atau yang biasa atau justru yang jeleknya. Pengerjaannya bagaimana, jangan-jangan dikerjakan asal-asalan yang penting selesai karena dikejar hujan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dua Pelaku Pencurian Sepeda Motor Asal Gembong Surabaya Ditangkap

Dia menduga pihak rekanan asal mengerjakan proyek tersebut. Sebab, sepanjang jalan yang di aspal merupakan jalan lurus dan tidak ada belokannya. Hanya saja ada sedikit tanjakan.

“Semestinya pihak pelaksana bekerja secara profesional, sehingga kualitas pekerjaan itu dapat dinikmati masyarakat dalam waktu yang lama,” imbuhnya.

Dirinya berharap pihak konsultan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sampang bisa memperketat pengawasan kualitas pekerjaan.

“Kualitas dari suatu pekerjaan itu sangat penting, karena jika terjadi pengurangan kualitas pekerjaan itu sudah masuk ranah hukum,” tandasnya.

Baca Juga:  Bawa Barang Haram, Warga Batuputih Diangkut Polres Sumenep

Sementara itu, sampai berita diturunkan, wartawan ini belum berhasil memperoleh penjelasan dari pihak kontraktornya juga belum mengkonfirmasikan hal tersebut ke Dinas PUPR setempat.

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru