Tanggul Jebol, Petani Garam di Pangarengan Sampang Terancam Gagal Panen

- Admin

Senin, 26 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id  — Sejumlah petani garam di Desa Pangarengan, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur tahun ini terancam gagal panen akibat tanggul tambak siring dilokasi tersebut jebol. Jebolnya tanggul sekitar 200 meter itu terjadi pada beberapa bulan lalu. Hal itu dipicu lantaran tak mampu menahan tingginya volume air laut.

Menghadapi kondisi seperti saat ini, para petani garam hanya bisa pasrah dan menunggu uluran tangan dari pemerintah. Pasalnya, dengan adanya wabah pandemi Covid-19 menjadikan beban petani garam semakin berat.

Kepala Desa Pangarengan Moh Aksan membenarkan jebolnya tanggul di daerahnya itu akibat tidak mampu menahan arus deras air laut. Selain itu, kata dia, juga diduga karena kurangnya perawatan dari salah satu pemilik tambak terhadap tanggul.

Baca Juga:  Kapolsek Pangarengan Polres Sampang Beri Ultimatum dan Akan Tindak Tegas Balapan Liar di Bulan Ramadhan

“Jebolnya sudah lama tetapi belum diperbaiki, karena untuk biaya perbaikan tanggul itu terlama besar berkisar antara Rp 40 hingga Rp 50 juta sehingga dibiarkan. Informasinya tambak yang tanggulnya jebol itu disewakan pada orang Sumenep,” katanya saat dikonfirmasi kontributor suarabangsa.co.id, Senin (26/04/2021).

Memasuki proses persiapan panen, lanjut Aksan, para pemilik tambak disekitar tanggul yang jebol itu akhirnya mendatanginya untuk meminta solusi. Sehingga dirinya berinisiatif mengumpulkan para petani garam yang terdampak.

“Kemarin kita kumpulkan para pemilik tambak yang disaksikan oleh Forkopimcam untuk sama-sama mencari solusi terkait perbaikan jebolnya tanggul tersebut. Kita kesulitan mengundang penyewa tambak yang tanggulnya jebol itu karena bukan warga disini,” akunya.

Baca Juga:  Dapat Kucuran DBHCHT, Dinkes Sumenep Mengalokasikan Untuk BPID

Menurutnya, akibat jebolnya tanggul tersebut tentu sangat berpengaruh besar terhadap masyarakat sekitar yang semata-mata mengandalkan penghasilan dari bertani garam.

“Mayoritas pendapatan masyarakat desa kami dari garam. Jadi, kalau kerusakan tanggul itu dibiarkan terus menerus mereka akan terancam gagal panen,” bebernya.

Dia mengaku tak bisa berbuat banyak di tengah kondisi saat ini. Ia berharap kepedulian pemerintah daerah melalui dinas terkait membantu dalam perbaikan tanggul di desanya. Sebab Desa Pangarengan adalah desa penghasil garam terbaik di Madura.

Baca Juga:  Gelar Roadshow, Reglow Indonesia Sapa Mitra Bisnis di Surabaya

“Desa kami penghasil garam terbaik di Madura, sehingga harapannya ada uluran tangan dari pemerintah daerah, karena ini menyangkut hajat orang banyak. Apalagi kondisi ini sudah cukup lama terjadi. Kita di Desa tidak ada anggaran untuk hal itu, jadi kita berharap pemkab bisa membantu biaya perbaikan tanggul guna menyelamatkan garam warga,” tandasnya.

Berita Terkait

Pembangunan KDKMP Meddelan Lenteng Sumenep Mendapat Sorotan, Tak Sesuai Spek?
VinFast Perluas Layanan Purnajual, Jaringan Servis Tembus 100 Outlet
INKADHA dan BAZNAS Sumenep Bersinergi, Perkuat Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat
Seorang Pria di Longos Sumenep Ditemukan Meninggal, Diduga Gantung Diri
Ribuan Warga Hadiri Tasyakuran Cucu Pertama Ketua Koperasi Kareb Bojonegoro, H. Sutrisno Bagikan 1000 Paket Sembako
DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga
Banyak Kepala OPD Absen di Rapat Strategis KUA-PPAS, DPRD Sumenep Kecewa Berat
Perwakilan Kodim Sumenep Tidak Hadiri FGD Tentang Pembangunan KDKMP, Peserta Kecewa

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:04 WIB

DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:33 WIB

Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak

Sabtu, 28 Februari 2026 - 23:04 WIB

Dilaporkan Hilang, Seorang Anak di Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Bekas Tambak

Jumat, 16 Januari 2026 - 16:16 WIB

Soal Limbah di Persawahan, Kapolsek Dander Bojonegoro Turun Langsung Turun

Rabu, 7 Januari 2026 - 03:55 WIB

Ironi Angka Kemiskinan Bojonegoro: Data Melandai, Tapi 122 Desa Masih Rentan

Berita Terbaru