Aparat Gabungan Bekuk 15 Pelaku Pengerusakan dan Penganiayaan di Situbondo 

- Admin

Kamis, 13 Agustus 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SITUBONDO, SUARABANGSA.co.id – Aparat gabungan dari Polres Situbondo dan Polda Jatim kembali membekuk 15 pelaku kasus penganiayaan dan pengerusakan yang dilakukan oleh sejumlah oknum dari perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) di Kabupaten Situbondo.

Dalam pengungkapan kasus ini, dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Situbondo yang di Back Up penuh Tim Resmob Ditreskrimum Polda Jatim. Hingga saat ini, jumlah orang yang sudah diamankan sebanyak 95 orang.

Dirkrimum Polda Jatim Kombes Pol Pitra Andreas Ratulangie menyampaikan bahwa, yang ke 15 orang yang sudah diamankan, lantas digiring ke Polres Situbondo, untuk dilakukan pemeriksaan.

Baca Juga:  Kapolda Jatim Berikan Pembekalan Wawasan Kebangsaan pada 8.275 Mahasiswa Baru Unair

“Mereka yang diamankan diduga telah melakukan pengerusakan dan penganiayaan, yang dilakukan di desa Tribungan dan desa Kayu Putih, Kabupaten Situbondo, pada 9 Agustus 2020 lalu,” papar Pitra.

Sebelumnya, lanjut Pitra, Polres Situbondo telah mengamankan 80 orang, 45 diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Dari 45 orang yang ditetapkan tersangka, 9 diantaranya masih dibawa umur, sehingga Polda Jatim mengembalikan mereka kepada orang tua.

Dalam kejadian ini, lanjuta dijelaskan Pitra, perlu diketahui, bahwa kejadian ini terjadi pada hari Minggu, 9 Agustus 2020 lalu, saat itu sejumlah anggota dari perguruan pencak silat PSHT melakukan konvoi merayakan kenaikan pangkat.

Baca Juga:  Pemuda Pancasila Kota Padangsidimpuan Menggelar Perayaan HUT ke-64

“Saat itu mereka melintas di dua desa Tribungan dan desa Kayu Putih, saat di depan rumah warga ada anggota PSHT yang mengambil bendera merah putih, sehingga terlibat cekcok namun tidak terlalu lama, namun pada Senin dini hari sekira pukul 02.00 WIB anggota PSHT datang dengan jumlah massa ratusan orang dan melakukan pengerusakan dan penganiayaan,” jelas Pitra.

Berita Terkait

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi
Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI
Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak
Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming
Soal Limbah di Persawahan, Kapolsek Dander Bojonegoro Turun Langsung Turun
Ironi Angka Kemiskinan Bojonegoro: Data Melandai, Tapi 122 Desa Masih Rentan
Petugasnya Dituding Tidak Sopan, DPRD Sampang Ingatkan Puskesmas Camplong Beri Pelayanan Maksimal
Pasien Mengeluh, Oknum Dokter di Puskesmas Camplong Tak Sopan

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 10:50 WIB

Bojonegoro Borong Penghargaan TOP BUMD 2026, Sinyal Positif Tata Kelola Ekonomi Daerah

Selasa, 14 April 2026 - 00:55 WIB

Dugaan Penggelapan Pembelian Mesin Es Rp500 Juta, warga Tapelan Laporkan AB mantan menejer PT BAI ke Polisi

Senin, 13 April 2026 - 02:57 WIB

PROJO Jatim Gelar Konferda di Malang dan Pilih Ketua Baru secara Aklamasi ke H, Muhammad Sholeh

Sabtu, 11 April 2026 - 19:10 WIB

Delegasi DPC Bojonegoro Tiba di Malang, Siap Sukseskan Konferda Projo Jatim 2026

Kamis, 9 April 2026 - 19:18 WIB

LPG 3 Kg Langka di Bojonegoro, Harga Tembus Rp40 Ribu: DPRD Desak Sanksi Pidana bagi Oknum

Kamis, 9 April 2026 - 18:26 WIB

Humas SMA 3 Bojonegoro Sebut Pendidikan Tak Gratis, Sinyal Dana PIP Kian Rawan Jadi ‘Bancakan’

Rabu, 8 April 2026 - 15:45 WIB

Krisis Energi di Lumbung Gas Bojonegoro: Jargas Dinilai Mahal, LPG 3 Kg Langka dan Tembus Rp35 Ribu

Rabu, 8 April 2026 - 15:42 WIB

SMAN 3 Bojonegoro Rekreasi ke Bali

Berita Terbaru