SMAN 3 Bojonegoro Rekreasi ke Bali

- Admin

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Ketegangan antara wali murid dan manajemen SMA Negeri 3 Bojonegoro terkait rekreasi ke Bali,halus tak terdeksi oleh APH tingkat kabupaten mau pun Provinsi,mau pun pemerintah pusat.

Meskipun wacana mencuat isu dugaan, penggunaan dana Program Indonesia Pintar (PIP) sebagai jaminan keberangkatan, pihak humas SMA 3 sekolah kini mengeluarkan pernyataan bahwa Pendidikan di Indonesia itu tidak Gratis, Bojonegoro hari Rabu 8/4/2026.

Dari pengalian informasi,Keluhan ini muncul dari sejumlah wali murid yang mengaku kesulitan ekonomi tapi hal ini harus dilakukan, karena sebelum nya wali murid diduga juga sudah disodori pernyataan dari sekolahan.

“Kita ingin protes,tapi kita sudah disodori pernyataan, yaa bagaimana pun juga harus mencarikan hutangan untuk anak kita,” ungkapnya wanti-wanti harus disembunyikan namanya,demi masa depan anaknya.

Dan ada juga wali murid yang merasa sudah bayar juga dipersulit saat meminta kembali uang yang telah disetorkan ke travel.

Baca Juga:  Polemik Puskesmas Tanjungharjo Menyingkap Sengkarut Perizinan Sejumlah Bangunan di Bojonegoro

Rekreasi ke Bali tetap berjalan dan diselenggarakan oleh SMA 3 Bojonegoro, meskipun ekonomi Indonesia tidak stabil, seolah diduga kegiatan tersebut menjadi ladang bisnis lembaga pendidikan SMA 3 Negeri Bojonegoro.

Meski sekolah mengklaim kegiatan bersifat diselenggarakan pihak travel dan tidak “sukarela”, faktanya wali murid yang batal ikut karena kendala ekonomi, walimurid tidak dapat menarik kembali dana mereka dengan alasan uang sudah masuk ke pihak agen travel.

Kondisi ini diperparah dengan dugaan syarat , bila murid-murid yang ikut rekreasi harus melunasi SPP(red:Sumbangan siswa) pelunasan sumbangan sekolah sebelum siswa diperbolehkan naik ke bus pariwisata.

Bagi siswa kurang mampu, skema “bayar belakangan” menggunakan dana PIP menjadi jalan pintas yang ditawarkan oleh oknum panitia.

“Kalau saya tidak bayar mas, karena anak saya dapat PIP” ungkap wali murid tidak mau disebutkan namanya,yang mengabarkan rekreasi ke Bali seharga 1,5 juta.

Baca Juga:  Hendak Sholat Subuh, Motor Warga Manding Digondol Maling

Saat dikonfirmasi mengenai beban biaya yang dikeluhkan wali murid, Farid,selaku humas SMA 3 Bojonegoro memberikan jawaban yang mengejutkan.

Ia seolah menepis narasi pendidikan gratis yang selama ini menjadi program unggulan pemerintah.

“Yang jelas Pemerintah kita tidak pernah menggratiskan biaya pendidikan mas…” tulis Farid dalam pesan singkatnya, Senin (6/4).

Dari pengalian informasi Pernyataan ini berbanding terbalik dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang melalui program Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) berupaya membebaskan biaya SPP di tingkat SMA/SMK Negeri.

Praktik “ijon” atau menjadikan dana PIP sebagai jaminan utang rekreasi dinilai sebagai bentuk kegagalan sekolah dalam melindungi hak siswa tidak mampu.

Dana PIP yang bersifat earmarked seharusnya melindungi siswa dari putus sekolah, bukan justru dialihkan untuk membiayai sektor hiburan (wisata).

Baca Juga:  Perebutan Yayasan AKPER Rajekwesi Bojonegoro Sudah Incrach

“Jika sekolah menyebut tidak ada paksaan, seharusnya tidak ada syarat pelunasan sumbangan untuk ikut rekreasi. Dan jika ada siswa batal, uang milik rakyat itu harus dikembalikan sepenuhnya tanpa potongan alasan travel,” tegas Sugeng Handoyo sekti sekertaris DPC Projo Bojonegoro.

Pernyataan Humas SMAN 3 Bojonegoro yang menyebut pemerintah tidak pernah menggratiskan pendidikan, ditambah dengan skema penggunaan dana PIP untuk rekreasi, kini menjadi bola panas.

Masyarakat kini mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro untuk turun tangan melakukan audit terhadap transparansi pengelolaan dana Komite dan memastikan bahwa dana bantuan negara (PIP) tidak disalahgunakan untuk kepentingan di luar pendidikan.

Saat cabang Dinas Pendidikan Provinsi di konfirmasi lewat WA nya belum ada keterangan yang resmi terhadap kegiatan rekreasi SMA 3 Bojonegoro.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru