Krisis Energi di Lumbung Gas Bojonegoro: Jargas Dinilai Mahal, LPG 3 Kg Langka dan Tembus Rp35 Ribu

- Admin

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Ironi menyayat hati melanda warga di wilayah penghasil energi Kabupaten Bojonegoro. Di tengah melimpahnya sumber daya gas bumi, warga miskin di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, justru terpaksa memutus sambungan gas rumah tangga (Jargas) karena tarif yang mencekik.

Kondisi ini diperparah dengan kelangkaan gas LPG 3 kg di berbagai wilayah, termasuk Desa Tanjungharjo, yang harganya kini melonjak drastis.

Di Desa Bandungrejo, sebagian warga mengaku tidak mampu menikmati hasil bumi dari tanah mereka sendiri.
Skema tarif Jargas yang dikaitkan dengan golongan daya listrik rumah tangga menjadi beban berat.

Warga dengan listrik non-subsidi otomatis dikenakan tarif gas kategori tinggi, meskipun kondisi ekonomi mereka berada di bawah garis sejahtera.

Baca Juga:  Menteri Lingkungan Hidup Dorong Penguatan Tata Kelola Terkait Sampah di Bojonegoro

“Untuk makan sehari-hari saja sudah susah, apalagi harus bayar gas mahal. Bayarnya disesuaikan dengan listrik. Kalau listrik tidak subsidi, gasnya juga ikut mahal,” keluh Suparti, warga setempat, dengan nada kecewa.

Suparti dan sejumlah warga lainnya memilih memutus sambungan Jargas dan mencoba kembali ke bahan bakar alternatif yang lebih terjangkau, meski kurang praktis.

Namun, upaya warga beralih ke gas melon (LPG 3 kg) justru menemui jalan buntu. Investigasi awak media Suara Bangsa menemukan bahwa sejak menjelang Lebaran hingga hari ini, pasokan LPG 3 kg di pasaran menghilang. Jika pun tersedia, harganya melonjak tajam mulai dari Rp28.000 hingga Rp35.000 per tabung.

Baca Juga:  Belasan Personel Polres Bojonegoro Dapat Penghargaan

“LPG langka, ada pun harganya naik tajam,” ungkap seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi serupa terjadi di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas.
Warga harus berburu hingga ke desa lain hanya untuk mendapatkan satu tabung gas.

“Lima toko sudah kudatangi, tapi gas masih langka meskipun ada harganya naik,” ungkap Anik Setyowati, warga Desa Tanjungharjo.

Sugeng Handoyo sekti selaku sekertaris DPC Projo Bojonegoro,mestinya hal ini ada langkah mitigasi atau solusi dari pihak terkait bagi warga Bojonegoro yang memutuskan untuk berhenti berlangganan Jargas.

Imbuhnya, Warga kini terjepit dalam ketidakpastian; Jargas dianggap membebani, sementara akses ke LPG subsidi diputus oleh keadaan pasar yang kacau.

Baca Juga:  Wabup Bojonegoro Hadir di Bersih Desa, Warga Usulkan 3 Poin Ini

“Lihat,Potret Ketimpangan di Tanah Kaya,Ketimpangan terlihat jelas dari kondisi fisik,permukiman warga di sekitar area eksploitasi gas yang masih banyak berdinding kayu dan jauh dari layak.” Ungkapnya.

Fenomena ini memunculkan tanda tanya besar mengenai efektivitas program distribusi energi bagi masyarakat lokal di daerah penghasil.

Sugeng mendesak Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan aparat penegak hukum untuk segera melakukan evaluasi kebijakan tarif Jargas serta menggelar operasi pasar besar-besaran.

“Warga berharap kekayaan alam di Bojonegoro benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat kecil, bukan justru menjadi sumber kesulitan hidup yang berkepanjangan,” pungkasnya.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Sidang Banggar Bojonegoro Memanas: Ajukan Tambahan Anggaran, DPMPTSP Justru Disemprot ‘Amburadul’ dan Anti-Kritik
Malam Sakral di Bojonegoro, BKN Gelar Murwa Karsa Sasi Suro, Dihadiri Tokoh Daerah hingga Mantan Kapolres
Buka Porkab II Bojonegoro, Bupati Setyo Wahono Ajak Atlet Bidik Prestasi Nasional dan Junjung Sportivitas
Bupati Bojonegoro Minta Gedung Baru Puskesmas Tanjungharjo Diimbangi Layanan Responsif
Konflik Tak Kunjung Selesai, Ratusan Hektar Lahan Sawah si Bojonegoro Terancam Tidak Tergarap
Tak Lagi Jual Gabah Mentah, Bojonegoro Kini Punya Beras Premium Rojo Nogo
Remaja 18 Tahun di Bojonegoro Lakukan Aborsi Ilegal Dibantu Ibu Kandung
Kasus BSPS Sumenep Segera Masuk Tahap Tuntutan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:04 WIB

Malam Sakral di Bojonegoro, BKN Gelar Murwa Karsa Sasi Suro, Dihadiri Tokoh Daerah hingga Mantan Kapolres

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:12 WIB

Buka Porkab II Bojonegoro, Bupati Setyo Wahono Ajak Atlet Bidik Prestasi Nasional dan Junjung Sportivitas

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:18 WIB

Bupati Bojonegoro Minta Gedung Baru Puskesmas Tanjungharjo Diimbangi Layanan Responsif

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:09 WIB

Konflik Tak Kunjung Selesai, Ratusan Hektar Lahan Sawah si Bojonegoro Terancam Tidak Tergarap

Selasa, 30 Juni 2026 - 00:07 WIB

Tak Lagi Jual Gabah Mentah, Bojonegoro Kini Punya Beras Premium Rojo Nogo

Senin, 29 Juni 2026 - 19:12 WIB

Remaja 18 Tahun di Bojonegoro Lakukan Aborsi Ilegal Dibantu Ibu Kandung

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:53 WIB

Kasus BSPS Sumenep Segera Masuk Tahap Tuntutan

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:48 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Logistik KPU Sumenep 2024 Memasuki Tahapan Ekspose ke Kejati Jatim

Berita Terbaru