Yang Harus Dipahami Dari Pendidikan Kewarnegaraan

- Admin

Selasa, 5 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Judul Buku : Pendidikan Kewarnegaraan untuk Perguruan Tinggi
Nama Pengarang : Sutoyo, S.Pd, M.Pd
Nama Penerbit : Graha Ilmu
Ketebalan Buku : 132 halaman
Tahun Terbit : 2011
ISBN : 978-979-756-744-6
Peresensi : Muhammad Edwin Ardianto*

Pemerintah melalui kementerian pendidikan nasional sudah merencanakan penerapan penerapan pendidikan karakter untuk semua pendidikan dari SD sampai perguruan tinggi.

Pendidikan pada hakikat adalah usaha sadar dan berencana untuk mewujudkan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian diri, kecerdasan.

Pembekalan terhadap peserta didik di Indonesia berkenaan dengan pemupukan nilai-nilai sikap dan kepribadian dan sesuai dengan geranya pendidikan kewarnegaraan, yang merupakan salah satu mata pelajaran wajib.

Pendidikan kewarnegaraan ini adalah bagian dari kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian sekaligus bagian dari kurikulum inti.

Baca Juga:  Bersama Mahasiswa Unesa, MGBK MTs MA di Probolinggo Lakukan Pelatihan Penyusunan Program BK di Masa Pandemi

Tujuan pendidikan kewarnegaraan ini adalah untuk menumbuhkan rasa wawasan dan bernegara, sikap serta perilaku cinta terhadap tanah air, bersendikan kebudayaan bangsa, wawasan nusantara dan ketahanan nasional kepada siswa, mahasiswa, calon ilmuan, warga Negara RI yang mengusai ilmu pengetahuna dan seni yang dijiwai nilai-nilai penacasila.

Pengertian demokrasi pancasila menurut Prof. Dardji Darmodihardjo,S.H yaitu paham demokrasi yang bersumberkan kepada kepribadian yang bersumberkan kepada kepribadian falsafah hidup bangsa Indonesia, yang perwujudannya adalah seperti termaktub dalam ketentuan pembukaan UUD 1945.

Ketahanan nasional Indonesia adalah kondisi dinamis suatu bangsa Indonesia yang meliputi segenap kehidupan nasional yang terintegritas, berisi kedaulatan dan ketanguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nesional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan, baik yang datang dari dalam maupun luar, untuk menjamin identitas, integritas dan Negara serta perjuangan mencapai tujuan nasioanal serta kebijakan Negara tentang pembinaan ( perencanaaan, pengembangan, pemeliharaan,dan pengendalian) serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional.

Baca Juga:  Diduga Stres, Seorang Pria Asal Mlakah Jrengik Ngamuk Hingga Lukai 3 Orang

Sistem hankamrata merupakan sistem yang biasa digunakan untuk mencegah jaringan terorisme meluas di masyarakat. Hak asasi manusia adalah hak yang melekat pada diri setiap manusia sejak awal dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapapun.

Sebagai warga Negara yang baik kita mesti menjungjung tinggi hak asasi manusia tanpa membedakan-bedakan status, golongan, keturunan, jabatan, dan lain sebagainya.

Secara umum HAM dapat dikelompokan menjadi 6 macam: hak asasi pribadi, hak asasi politik, hak asasi pribadi,hak asasi politik, hak asasi ekonomi, hak mendapat persamaan hokum dan pemerintahan, hak asasi social budaya, hak untuk mendapat prosedur yang benar.

Baca Juga:  Forkopimda Jatim Pantau Vaksinasi di ITS dan Unesa

Kelebihan buku :

Buku ini selain dapat menjelaskan kedudukan pendidikan kewarnegaraan untuk pendidikan kewarnegaraan untuk perguruan tinggi sebagai pengembangan kepribadian dan juga di dalamnya terdapat materi tentang pendidikan kewarnegaraan dan sebagai warga Negara yang baik yang bisa menjungjung di dalam hak asasi manusia.

Kekurangan buku :

Buku ini kurang menjelaskan secara detail bagaimana tentang pendidikan kewarnegaraan untuk perguruan tinggi tinggi tersebut, dan gambar gambar yang didalamnya kurang tercetak jelas.

Kesimpulan :

Buku ini bermaaf bagi masyarakat terus perguruan tinggi dan mahasiswa karena didalamnya dijelaskan tentang kedudukan pendidikan kewarnegaraan yang dapat mengembangkan kerpibadian sebagai warga Negara Indonesia.

*Nama : Muhammad Edwin Ardianto
Kampus : Unisma
Jurusan : Administrasi Negara

Berita Terkait

Jelang Idul Fitri, Warga Sampang Mulai Berburu Baju Lebaran, Pedagang Teriak Begini
KKN 102 UIN Sunan Kalijaga Tambah Wahana Spot Foto Baru di Wisata Alam Bukit Brukoh
Pandemi Covid-19, Penjual Masker Dadakan di Sampang Mulai Ramai
Begini Sebaran Pasien Positif Corona di Sampang, Kecamatan Kota Paling Banyak
Kayu Kerangka Lapuk, Atap Ruang Perpustakaan Sekolah Dasar di Sampang Ambruk
Lagi, Gugus Covid-19 Sampang Terima Kiriman Jenazah PDP dari Surabaya
Diduga Stres, Seorang Pria Asal Mlakah Jrengik Ngamuk Hingga Lukai 3 Orang
Pendapatan Merosot, Pedagang Sembako di Torjun Sampang Mengeluh

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Peringati HUT ke-50 Koperasi Kareb, Begini Komentar Wabup Bojonegoro

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Gelar Gebyar Sholawat Bersama Gus Iqdam, Koperasi Kareb Bojonegoro Peringati HUT ke-50, Kurang Lebih 35 Ribu Masa Padati MPS Dander

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Tonton MotoGP Mandalika saat Warga Dilanda Kekeringan, Anggota DPRD Bojonegoro Dikritik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:03 WIB

SMSI Sumenep Bahas Konsolidasi dan Pemantapan Program 2027 bersama SMSI Jatim

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:45 WIB

DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Tuntut ADD Naik 20 Persen, Hearing Perangkat Desa dengan OPD dan Legeslatif Bojonegoro Sempat Tegang

Berita Terbaru