Seekor Ikan Hiu Paus Tutul Mati di Pesisir Pantai Pasirian Lumajang

Paus Terdampar di Lumajang

Sesuai perintah Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban, Kapolsek Pasirian Evakuasi Ikan hiu paus beser ini.

LUMAJANG, SUARABANGSA.co.id – Ikan hiu paus tutul berukuran panjang sekitar 6 meter dan lebar 1 meter ditemukan terdampar di pinggir pantai Dusun Krajen, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Rabu (11/9).

Saat diketemukan paus iru dalam keadaan masih hidup, selang beberapa saat akhirnya ikan malang itu akhirnya mati karena dimungkinkan terlalu lama berada di pesisir pantai.

Kejadian ini pertama kali diketahui oleh masyarakat Dusun Kajaran yang rumahnya dekat pesisir, yang saat itu melihat ada benda besar dan setelah didekati ternyata seekor ikan paus.

Baca Juga:  Ditangkap Karena Narkoba, Penjual Bakso Keliling Mengaku Mendapat dari Orang Ini

Selanjutnya setelah diperhatikan beberapa saat ikan tidak bergerak sama sekali, lalu masyakat yang menemukan iru menghubungi Kepala Dusun Siyo dan diteruskan menghubungi Polsek Pasirian.

Kapolres Lumajang, AKBP DR Muhammad Arsal Sahban mengatakan bahwa mendengar kabar tersebut, Kapolsek Pasirian didampingi Danramil serta anggota SKD mendatangi TKP.

“Ditinjau dari keadaannya, paus sepanjang 6 meter ini masih utuh dan segar karena terseret ombak pasang dan akhirnya terdampar,” papar Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban.

AKBP Arsal menambahkan, kejadian tersebut merupakan keduanya kalinya. Kali ini ukuran pausnya lebih kecil dari sebelumnya, dan indikasi sementara Paus ini terseret gelombang air pasang sehingga terdampar di pesisir pantai lalui mati akibat dehidrasi.

Baca Juga:  Kuras Kartu ATM Tetangganya, Warga Nganjuk Ini Terancam 'Nginap' di Penjara

“Kami akan mengawasi bangkai paus ini, agar tidak dieksploitasi oleh warga dan tetap utuh hingga pihak instansi terkait datang guna evakuasi bangkai ikan Hiu Paus ini,” ungkap Arsal yang juga merupakan alumnus S3 Universitas Padjajaran Bandung angkatan 2010.

Kapolsek Pasirian Iptu Agus Sugiarto menjelaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak BBKSD untuk mengevakuasi bangkai paus tersebut.

“Seperti perintah kapolres juga, saya akan mengamankan bangkai paus agar tidak diambil oleh masyarakat sekitar,” pungkas Agus.

Leave a Reply