Ngeri, Warga Desa Kamoning Sampang Lintasi Jembatan Gantung yang Rusak Termakan Usia

- Admin

Sabtu, 2 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Sebuah jembatan gantung di Desa Kamoning, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Pasalnya, jembatan gantung satu-satunya yang biasa digunakan warga sekitar untuk keluar masuk desa saat ini sudah tidak layak lagi dilalui.

Informasi yang dihimpun suarabangsa.co.id, warga setempat khawatir, bila tak segera diperbaiki akan membuat jembatan rekontruksi kayu ini akan tambah parah. Bahkan, bukan mustahil menelan korban jiwa bagi yang melintas. Sebab, kondisi jembatan itu tak layak lagi untuk dilewati.

Baca Juga:  Polisi Amankan Pelaku Penganiayaan dengan Sajam di Jalan Lingkar Selatan Sampang

Kendati kondisinya rusak, tetap ada saja warga yang memaksa melintas jembatan itu. Banyak warga yang tetap nekat untuk melintasi jembatan rusak meski membahayakan.

Salah seorang warga sekitar, Maskur (35) mengatakan, rusaknya jembatan itu membuat mobilitas warga terganggu. Menurutnya, jembatan ini tidak hanya dilintasi pejalan kaki saja. Namun kendaraan roda dua juga bisa melintasinya.

“Tadi malam yang rusak. Mungkin karena dimakan usia, jembatan itu sering rusak, tapi biasanya yang memperbaiki warga setempat, tanpa ada bantuan dari Pemerintah Desa,” kata dia, Sabtu (02/01/2021).

Baca Juga:  Kerap Kecolongan, Kinerja Satgas Covid-19 Kecamatan Camplong Sampang Dipertanyakan

Tragisnya, kerusakan tersebut terkesan dibiarkan tanpa ada upaya perbaikan dari Pemerintah Desa. Oleh karena itu, ia berharap pada Pemdes tanggap terhadap jembatan yang rusak itu. Dengan begitu, warga tak lagi kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

“Kalau kondisi begini, ya kita maunya diperbaiki. Soalnya anak sekolah banyak yang lewat sini. Untung sekarang libur,” pungkasnya..

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Desa Kamoning, Taufik belum bisa dimintai keterangan.

Berita Terkait

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027
Independensi PWI Dipertanyakan: Rangkap Jabatan BUMN Pengurus PWI Pusat Disorot Tajam
Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:01 WIB

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Independensi PWI Dipertanyakan: Rangkap Jabatan BUMN Pengurus PWI Pusat Disorot Tajam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:28 WIB

Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:24 WIB

Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:53 WIB

DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:03 WIB

BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa

Berita Terbaru

Daerah

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027

Senin, 26 Okt 2026 - 19:01 WIB