SURABAYA, SUARABANGSA.co.id – VinFast Indonesia berupaya mengurangi kekhawatiran masyarakat dalam memilih mobil listrik sebagai kendaraan pribadi dengan menawarkan sejumlah program, mulai dari biaya kepemilikan, garansi baterai, nilai jual kembali, hingga layanan purnajual.
Head of Training Department VinFast Indonesia Rinaldi Ginanjar Ramdani mengatakan, berbagai program tersebut merupakan bagian dari konsep Drive Worry Free yang diperkenalkan untuk mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik.
Menurut Rinaldi, konsumen sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan harga kendaraan ketika membeli mobil listrik. Biaya yang harus dikeluarkan selama kendaraan digunakan juga perlu diperhitungkan.
“Berpindah atau beralih ke kendaraan energi baru atau kendaraan listrik seharusnya mempermudah, bukan mempersulit ketika orang ingin berpindah ke kendaraan listrik,” kata Rinaldi di Surabaya, Senin (24/8/2026).
Salah satu program yang ditawarkan adalah zero operating cost yang menitikberatkan pada efisiensi biaya operasional kendaraan listrik.
VinFast juga menyediakan Total Cost of Ownership (TCO) Calculator melalui situs resminya. Fitur tersebut memungkinkan konsumen menghitung perkiraan biaya kepemilikan kendaraan dalam periode tertentu dan membandingkannya dengan kendaraan berbahan bakar bensin.
“Di situ kita bisa langsung bandingkan penghematannya berapa persen,” ujar Rinaldi.
Garansi baterai
Kekhawatiran mengenai baterai menjadi salah satu pertimbangan masyarakat sebelum membeli mobil listrik. Untuk itu, VinFast menawarkan konsep lifetime battery warranty.
Rinaldi mengatakan, skema tersebut memberikan kepastian kepada konsumen terkait baterai kendaraan selama masa penggunaan. VinFast juga menerapkan sistem sewa baterai untuk memberikan alternatif akses terhadap kendaraan listrik.
Selain baterai, nilai jual kembali kendaraan juga menjadi perhatian konsumen. VinFast menawarkan Resale Value Guarantee, berupa jaminan pembelian kembali kendaraan hingga 80 persen dalam periode empat tahun sesuai ketentuan program.
“VinFast menjamin kembali pembelian mobil Bapak, Ibu dalam jangka waktu empat tahun ini 80 persen,” kata Rinaldi.
Perkuat layanan purnajual
Dari sisi layanan purnajual, VinFast menyebut telah memiliki jaringan yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.
Saat ini, VinFast memiliki 40 dealer dan lebih dari 100 bengkel rekanan yang dapat melayani kendaraan VinFast. Jaringan tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan perawatan berkala maupun penanganan kendala kendaraan.
VinFast juga mendorong pemanfaatan kendaraan listrik tidak hanya sebagai kendaraan pribadi, tetapi juga sebagai aset yang dapat menghasilkan pendapatan.
Upaya tersebut dilakukan melalui program Business Confidence bersama mitra bisnis Green Asset melalui skema Sewa Jadi Cuan.
Melalui program tersebut, pemilik kendaraan VinFast dapat menyewakan kendaraannya untuk memperoleh pendapatan. Biaya sewa program itu disebut mulai Rp 234.000 per kali.
“Selain memiliki kendaraan, Bapak, Ibu juga bisa memiliki kendaraan sambil menghasilkan uang,” ujar Rinaldi.
Menurut dia, berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya VinFast memberikan kepastian kepada konsumen, mulai dari biaya operasional, baterai, layanan purnajual, hingga peluang memanfaatkan kendaraan sebagai aset produktif.
Untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik, VinFast juga menyebut memiliki lebih dari 3.200 charging station yang dapat diakses konsumen.
Infrastruktur pengisian daya tersebut menjadi bagian dari ekosistem kendaraan listrik yang disiapkan untuk memberikan kemudahan selama konsumen menggunakan kendaraan.
“Di VinFast kami memberikan kenyamanan dan keamanan pada saat customer menggunakan kendaraan,” kata Rinaldi.
Penulis : Muji
Editor : Putri

















