Soroti Belanja Modal dan Bansos yang Mandek, Golkar Bojonegoro Desak Evaluasi Total APBD 2025

- Admin

Selasa, 23 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) DPRD Kabupaten Bojonegoro resmi menerima dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 untuk dibahas ke tahap berikutnya.

Meski memberikan lampu hijau, Fraksi Golkar melayangkan catatan kritis dan sorotan tajam terkait rendahnya penyerapan belanja daerah serta membengkaknya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA). Pandangan umum tersebut dibacakan oleh juru bicara Fraksi Golkar, Annafiy Aisya Sahila, S.H., dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bojonegoro pada Senin (22/6/2026).

Dalam penyampaiannya, Fraksi Golkar sebenarnya mengapresiasi kinerja Pendapatan Daerah tahun 2025 yang sukses melampaui target, yakni terealisasi sebesar Rp6,469 triliun atau 110,51 persen dari target awal Rp5,853 triliun. Selain itu, Bojonegoro juga dinilai berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI selama 12 kali berturut-turut sejak 2014.

Baca Juga:  Wujudkan Asta Cita Melalui Otoda, Pemkab Bojonegoro Raih Prestasi Penyelenggaraan Pemerintahan Terbaik 2025

Namun, di balik melimpahnya pendapatan tersebut, Fraksi Golkar menyayangkan rendahnya efektivitas penyerapan belanja daerah yang hanya menyentuh angka 81,50 persen. Dari total pagu Rp7,877 triliun, anggaran yang terealisasi hanya sebesar Rp6,420 triliun.

“Angka ini menunjukkan masih terdapat ruang yang cukup besar dalam meningkatkan efektivitas penyerapan anggaran. Evaluasi yang dilakukan tidak hanya berfokus pada angka realisasi, melainkan juga pada efektivitas dan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Annafiy di hadapan Pimpinan DPRD dan jajaran Eksekutif Pemkab Bojonegoro.

Fraksi Golkar merinci beberapa pos belanja penting yang realisasinya dianggap sangat minim,

Belanja Modal: Hanya terealisasi 70,98 persen (Rp1,183 triliun dari pagu Rp1,667 triliun). Hal ini dinilai menghambat akselerasi pembangunan infrastruktur publik.

Baca Juga:  Capaian Proyek Minim, Komisi D DPRD Bojonegoro Evaluasi Realisasi Anggaran Dinas PU SDA 2025

Belanja Bantuan Sosial (Bansos): Mandek di angka 66,96 persen (terealisasi Rp114,44 miliar dari pagu Rp170,88 miIiar) akibat belum matangnya basis data penerima manfaat.

Belanja Subsidi: Hanya terserap 17,40 persen (Rp34 juta dari Rp200 juta). Belanja Tak Terduga,Hanya terealisasi 0,35 persen.

Dampak dari tidak optimalnya penyerapan belanja tersebut membuat SiLPA Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2025 membengkak hingga mencapai Rp2,073 triliun. Fraksi Golkar menilai angka ini terlalu fantastis dan mengindikasikan buruknya perencanaan anggaran dari pemerintah daerah.

“Besarnya SiLPA ini menunjukkan bahwa terdapat dana yang belum termanfaatkan secara optimal untuk pembangunan dan pelayanan masyarakat. Hal ini mengindikasikan bahwa perencanaan anggaran belum sepenuhnya akurat,” tegas Annafiy.

Baca Juga:  Bojonegoro Darurat Upah: Puluhan Massa Lintas Sektor Kepung DPRD, Tuntut Keadilan di Tanah Kaya Minyak

Rekomendasi Strategis Golkar
Merespons kondisi tersebut, Fraksi Golkar mengeluarkan tiga rekomendasi strategis untuk Pemkab Bojonegoro,

1. Mempercepat proses lelang proyek fisik sejak awal tahun anggaran.

2. Memperbaiki akurasi perencanaan anggaran guna meminimalisir dana menganggur (idle budget).

3. Melakukan digitalisasi penuh pada sektor penyerapan pajak dan retribusi daerah.

Menutup pandangannya, Fraksi Golkar mengingatkan jajaran eksekutif untuk bergerak cepat dan tidak terlena dengan capaian WTP. Mengingat tantangan ekonomi global dan kontraksi nilai tukar Rupiah di tahun 2026 ini, Pemkab Bojonegoro dituntut lebih taktis dalam mengelola APBD agar fokus pada pengentasan kemiskinan, penguatan UMKM, serta pemerataan infrastruktur dasar.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru