Refleksi Satu Tahun Wahono-Nurul: Fraksi Golkar Soroti Mandeknya Program Kesejahteraan dan Urgensi pengawasan Anggaran

- Admin

Sabtu, 21 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Bojonegoro, Sigit Kusharianto, memberikan catatan kritis terhadap satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, Wahono-Nurul. Bojonegoro Hari Sabtu 21/2/2026, Bojonegoro Provinsi Jawa timur.

Lelaki yang akrab dipangil ayah Sigit tersebut menegaskan bahwa janji politik harus segera bertransformasi menjadi kebijakan nyata, bukan sekadar wacana anggaran.

Ayah Sigit menilai aspek paling menonjol dalam setahun terakhir adalah keberhasilan Wahono-Nurul dalam meruntuhkan sekat antara penguasa dan rakyat.

Menurutnya, akses masyarakat untuk menyampaikan aspirasi pembangunan kini jauh lebih terbuka dan positif.
Namun, keterbukaan komunikasi tersebut dianggap belum berbanding lurus dengan implementasi program kesejahteraan.

Baca Juga:  HUT Ke-76 Kemerdekaan RI di Masa Pandemi, Ketua DPC PWRI Sumenep Ajak Sukseskan Vaksinasi Covid-19

“Untuk program kesejahteraan yang mengarah ke masyarakat, ini belum terlihat. Mungkin baru karena berjalan di tahun 2025,” ujar Sigit saat memberi keterangan terkait refleksi satu tahun pemerintahan daerah Wahono-Nurul.

Ia menyoroti Program Gayatri sebagai program unggulan yang hingga kini realisasinya masih dinantikan oleh masyarakat luas.

Sektor Ekonomi dan Sinkronisasi Pusat
Di sektor ekonomi, Sigit mendorong optimalisasi Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM untuk lebih agresif menumbuhkan ekonomi kerakyatan.
Ia juga mencatat adanya ketidaksinkronan antara kebijakan daerah dengan visi pemerintah pusat (Asta Cita).

Baca Juga:  Instruksi Presiden, Bupati Bojonegoro Keluarkan Surat Edaran Kebijakan Efisiensi Anggaran

“Program kesejahteraan ini harusnya seirama dengan Asta Cita pusat. Namun, sejauh ini kami menilai koordinasi tersebut belum berjalan dengan baik,” tegasnya.

Meski demikian, ia memberikan apresiasi khusus pada sektor pertanian melalui distribusi pupuk non-subsidi yang dinilai tepat sasaran bagi kelompok tani.

Fraksi Golkar memberikan penekanan serius pada dua sektor krusial, Pendidikan dan Pengawasan Internal. Sigit mendesak pemerintah segera melakukan audit sarana prasarana melalui sistem Dapodik.

Ia mengingatkan bahwa lembaga pendidikan swasta juga merupakan tanggung jawab pemerintah kabupaten yang harus diakomodir usulannya.
Yang kedua,Terkait fungsi Inspektorat (APIP), Sigit meminta ketegasan dalam pengawasan anggaran.

Baca Juga:  Baru Seumur Jagung, Proyek Rabat Beton di Desa Siuhom Tapanuli Selatan Sudah Rusak, APH Diminta Turun Tangan

“Jangan ada tebang pilih. Jika ada yang tidak benar, harus berani dan tegas melakukan penindakan,” imbuhnya.

Menutup pernyataannya, Sigit mengingatkan bahwa kekuatan anggaran Bojonegoro sangat mumpuni untuk mengeksekusi seluruh janji kampanye.

Ia berharap di tahun kedua, pemerintah tidak lagi terjebak pada proses administratif, melainkan langsung pada implementasi kebijakan yang dirasakan manfaatnya secara langsung oleh rakyat.

“Saya mendorong agar dilakukan gerak cepat. Jangan sampai program-program tersebut hanya menjadi janji politik saja,” pungkas Sigit.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Lampu Sorot di Balik Panggung Konser: Menyoal Transparansi Dana Sponsor dan CSR BPR Bank Daerah Bojonegoro
Sengketa TKD Desa Belun Temui Jalan Buntu: Camat Temayang Bungkam, Dinas PMD Sebut Tak Bisa Bergerak Tanpa Dokumen
Wujudkan Asta Cita Melalui Otoda, Pemkab Bojonegoro Raih Prestasi Penyelenggaraan Pemerintahan Terbaik 2025
HUT BPR Bojonegoro Ke-30 Menuai Sorotan: Diduga Tabrak Perda KTR dan Regulasi Sponsor Rokok
Aset Desa Berubah Jadi Milik Pribadi Ahli Waris Pemdes Sebelumnya, Program Koperasi Merah Putih Terancam Layu Sebelum Berkembang
Warga Pamekasan Ini Butuh Uluran Tangan, Hidup Dalam Keterbatasan
Moch Mansur: IPSI Bojonegoro Harus Tegak Lurus pada Aturan, Jangan Terpancing Klaim Sepihak
KDMP di Desa Belun Bojonegoro terganjal dengan SHGB dan SHM, desa Belun terancam tidak punya KDMP
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 19:47 WIB

Lampu Sorot di Balik Panggung Konser: Menyoal Transparansi Dana Sponsor dan CSR BPR Bank Daerah Bojonegoro

Selasa, 28 April 2026 - 12:11 WIB

Sengketa TKD Desa Belun Temui Jalan Buntu: Camat Temayang Bungkam, Dinas PMD Sebut Tak Bisa Bergerak Tanpa Dokumen

Senin, 27 April 2026 - 17:58 WIB

Wujudkan Asta Cita Melalui Otoda, Pemkab Bojonegoro Raih Prestasi Penyelenggaraan Pemerintahan Terbaik 2025

Minggu, 26 April 2026 - 11:45 WIB

HUT BPR Bojonegoro Ke-30 Menuai Sorotan: Diduga Tabrak Perda KTR dan Regulasi Sponsor Rokok

Sabtu, 25 April 2026 - 20:11 WIB

Aset Desa Berubah Jadi Milik Pribadi Ahli Waris Pemdes Sebelumnya, Program Koperasi Merah Putih Terancam Layu Sebelum Berkembang

Jumat, 24 April 2026 - 19:59 WIB

Moch Mansur: IPSI Bojonegoro Harus Tegak Lurus pada Aturan, Jangan Terpancing Klaim Sepihak

Jumat, 24 April 2026 - 08:15 WIB

KDMP di Desa Belun Bojonegoro terganjal dengan SHGB dan SHM, desa Belun terancam tidak punya KDMP

Jumat, 24 April 2026 - 08:10 WIB

Polemik Konser 3 Dekade BPR Bojonegoro: Antara Isu Anggaran Rp1,1 Miliar, Penjualan Tiket, dan Transparansi Aset Daerah

Berita Terbaru