Dampak PMK, Penjual Daging Sapi di Pamekasan Gigit Jari

- Admin

Senin, 27 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, SUARABANGSA.co.id – Dampak dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Hewan, membuat para penjual daging Sapi di Kabupaten Pamekasan mengeluh, bahkan tidak sedikit yang libur atau tidak membuka lapak jualan mereka di Pasar.

Seperti yang disampaikan oleh M. Noer, salah satu penjual daging Sapi di Pasar Kolpajung, Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur.

Dirinya yang biasa setiap harinya menyembelih dua ekor Sapi, sejak adanya wabah PMK ini, hanya menyembelih satu ekor Sapi saja, dan itupun dijual selama dua hari.

Baca Juga:  PMK Bikin Resah Pedagang Sapi, DPRD Bondowoso Beri Saran Kebijakan

“Bahkan 1 ekor Sapi itupun tidak habis terjual meski sudah dua hari,” ucapnya kepada reporter media ini Senin (27/06/2022) pagi.

Tidak hanya itu Noer melanjutkan, dampak adanya PMK yang dirasakan lagi adakah menurunnya omset, dirinya yang biasanya membawa pulang uang sebesar 40-45 juta rupiah, sejak adanya PMK ini secara drastis menurun.

Itu karena selain sepi pembeli juga menurunnya harga daging Sapi itu sendiri, untuk daging super biasanya harga 120 ribu perkilo sekarang turun menjadi 100 ribu perkilo, dan untuk daging sedang biasanya 100 ribu sekarang turun menjadi 90 ribu perkilo.

Baca Juga:  Hore..... Gaji ke-13 Plus Tukin Untuk ASN dan Pensiunan Segera Cair

“Jangankan 40 juta, untuk mendapatkan 5 juta saja itu butuh kesabaran yang tinggi dalam menunggu pembeli,” tutur Noer.

Kata Noer alasan daging Sapinya tidak laku adalah karena rasa was-was masyarakat, pasalnya mereka merasa ketakutan, takut menular, padahal sudah ada imbauan bahwasanya PMK itu tidak menular pada manusia, hanya bagian – bagian tertentu yang tidak boleh dikonsumsi, yakni kaki dan sekitar kepala.

Padahal ditempat penyembelihan Sapi sudah ada pengawasan dari Dinas Peternakan, Sapi yang akan dipotong dicek dulu kesehatannya, dan perlu diketahui pula jika si tukang Jagal Sapi sendiri tidak mau menyembelih Sapi yang positif PMK.

Baca Juga:  Pemkab Probolinggo Sudah Terima 9000 Dosis Vaksin PMK

“Jadi, daging Sapi yang kami jual InsyaAllah aman dari PMK,” imbuhnya.

Berita Terkait

Hadir di Wilbex 2026, National Hospital Buka Konsultasi Gratis Bagi Pengunjung
XPENG Perluas Pasar Mobil Listrik Pintar di Jawa Timur lewat GIIAS Surabaya 2026
GIIAS Surabaya 2026, BYD Perkenalkan M6 DM untuk Mobilitas Keluarga
GIIAS Surabaya 2026, Wamenperin Soroti Pertumbuhan Kendaraan Ramah Lingkungan
BAIC T1 Jadi Andalan Baru di GIIAS Surabaya 2026, Harga Spesial Rp 393 Juta
VinFast Dorong Konsumen Tak Khawatir Beralih ke Mobil Listrik
GIIAS Surabaya 2026 Perluas Area Pameran, Hadirkan 37 Merek Kendaraan
Tegaskan BUMN Bukan Milik Penguasa, Pidato Presiden Prabowo Raih Tepuk Tangan Riuh Eksekutif-Legislatif Bojonegoro

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Rabu, 30 September 2026 - 13:25 WIB

Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terbaru

Daerah

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Senin, 5 Okt 2026 - 20:49 WIB