Jelang Idul Adha, Peternak Sapi Asal Pamekasan Jamin Sapi-Sapi Miliknya Bebas PMK

PAMEKASAN, SUARABANGSA.co.id – Mendekati hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah mendatang, persiapan hewan Qurban di Kandang Rahayu yang terletak di Desa Samatan, Kecamatan Propo, Kabupaten Pamekasan Madura sudah mencapai 100 persen.

Hal itu disampaikan oleh Moh Tamyis, Kepala Desa Samatan sekaligus pemilik peternakan Rahayu, pada Jum’at 1 Juli 2022 di Kandang miliknya.

Tamyis mengatakan jika dalam dua pekan ini, Sapi miliknya sudah 65 persen banyak yang laku, bahkan beberapa Sapi sudah diambil oleh Takmir Masjid, Yayasan dan ada yang Personal.

Ditanya terkait tentang kesehatan Sapinya, dirinya menjamin jika Sapi-Sapi miliknya terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini sedang melanda.

Baca Juga:  Dua Pelaku Pencurian Sepeda Motor Asal Gembong Surabaya Ditangkap

“Sapi milik kita yang ada di Kandang Rahayu ini bebas dari PMK dan sehat semua, itu terbukti dengan kita melihat keadaan Sapinya, serta adanya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari Dinas Peternakan,” terang Tamyis.

“Kita juga memberikan pelayanan yang terbaik dari segi kesehatan, serta kita menanggung semua resikonya, yakni jika Sapi yang sudah dibeli atau dipesan kemudian sakit atau patah, maka pihak Rahayu akan menggantinya,” imbuhnya.

Sedangkan untuk harga, Tamyis mengatakan tetap tidak ada perubahan sama seperti tahun kemarin, dan untuk pembeli tidak hanya dari Kabupaten Pamekasan saja, akan tetapi datang dari beberapa Kota yang ada di Jawa Timur, seperti, Malang, Surabaya, dan Sidoarjo.

Baca Juga:  Dirlantas Polda Jatim Cek Pos Pam Ops Lilin Semeru 2019 di Nganjuk

“Selain Kapolres Pamekasan yang sudah membeli empat ekor Sapi dari kita, juga ada beberapa pembeli yang datang dari luar Madura,” tuturnya.

Sementara itu Sucipto salah satu pembeli mengatakan, alasan dirinya membeli Sapi di Kandang Rahayu, selain merasa takut untuk membeli Sapi diluaran, dirinya juga percaya jika satu-satunya Peternak yang ia percaya ya di Rahayu ini, itu bisa dilihat daripada Sapinya yang sehat dan bersih, juga terjaga kesehatannya.

“Apalagi dengan adanya jaminan kesehatan dari Dinas peternakan serta jaminan penggantian Sapi, jika Sapi itu sendiri tiba-tiba mengalami sakit atau patah,” ucap Sucipto.

Baca Juga:  LPM Dialektika Ngaji Jurnalistik Bareng PWRI Sumenep
Temukan Kami: